Pernahkah kamu duduk bersebelahan dengan orang yang tidak kamu kenal dalam suatu perjalanan panjang di dalam pesawat, lalu mengobrol bersama mereka? Mungkin kamu akan menceritakan hal-hal yang tidak kamu beritahukan pada orang terdekat sekalipun, karena kemungkinan kamu tidak akan bertemu mereka lagi. Ini juga karena mereka mungkin bisa memberi pencerahan yang lebih obyektif. Orang asing tidak akan peduli jika mereka melukai perasaan kamu. Kamu lebih mungkin tidak tersinggung dengan apa yang kamu bahas karena kalian tidak saling kenal. Hanya kebetulan duduk bersebelahan.

Lioni Beatrik jatuh cinta dengan seseorang yang dia kenal dalam sebuah pekerjaan. Namanya Alex. Dia menceritakan padanya mengenai perasaannya. Namun, Alex menolaknya. Setelah pertemuan singkat mereka, Alex terbang ke negaranya. Lioni, merindukannya, lalu dia mulai mengirimkan foto pada Alex. Suatu hari Rabu, dan Rabu berikutnya. Setelah beberapa Rabu, dia memutuskan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sebuah proyek. Selama satu tahun dia mengirim foto ke Alex setiap hari Rabu lewat email. Proyek 52 Rabu, atau 52 Wednesdays.

Pameran foto Lioni Beatrik, 52wednesdays, telah dipamerkan di dua kota. Pameran pertama tanggal 14 Januari di Bandung, kota di mana Lioni berasal. Malam itu, orang berkumpul di Common Room, Jalan Kyai Gede Utama, tempat pameran diadakan. Di acara ini juga diadakan Stand Up Tragedy, kebalikan Stand Up Comedy yang sedang tren. Alih-alih menyampaikan lelucon pada penonton, di sini siapa pun bisa berbagi ceritanya, menyanyi, memberi pertunjukkan, atau hanya menangis di depan penonton.

Pameran berikutnya diadakan sebulan kemudian di Teaspoon, cafe baru di Jalan Benda 54J, Kemang, Jakarta. Pameran kali ini tidak terbuka seperti pameran yang di Bandung. Puncak acaranya adalah pada hari penutupan, pas di hari Valentine.

52wednesdays adalah pameran cinta dalam bentuknya sendiri. Kamu mungkin berpikir ini terdengar klise. Cinta itu untuk dibagi, jika bukan dengan seorang bisa dengan orang lain bahkan orang yang tidak dikenal.

Keinginan untuk berbagi perasaan kadang lebih sulit jika dibagi dengan teman. Teman yang sudah terlalu dekat dengan kita cenderung ingin melindungi dan menjaga agar kamu tidak disakiti, atau mungkin sebenarnya kamu tidak ingin dihakimi oleh mereka. Jadi pilihan terakhirnya, yang sering tidak dipikirkan, adalah membagi bersama orang yang tidak dikenal. Lioni memulai Artist Talk, tempat diskusi di mana dia berbagi cerita, dan memberi kesempatan untuk penonton bertanya mengenai 52Wednesdays. Manusia adalah makhluk sosial. Tempatkan mereka bersama dan kemungkinan besar mereka akan berkomunikasi. Orang suka ngobrol. Orang suka saat diberi perhatian. Dan suka mendengar cerita. Stand Up Tragedy sekali lagi diadakan. Orang-orang yang hadir dalam penutupan pameran ini ikut serta, berbagi cerita, membaca puisi, dan bermain musik.

Karena inilah 52wednesdays menyegarkan. Isu pribadimu mungkin membebani diri kamu, bahkan berapa pun banyaknya teman yang kamu milliki terkadang kamu merasa tidak bisa berbagi dengan mereka. Pameran ini memberi wadah untuk berbagi di depan penonton. Artist talk memberi kesempatan bagi Lioni untuk berkomunikasi dengan orang yang beragam, dari teman hingga orang yang tidak dikenali.

Banyak orang tidak tahu sebenarnya pameran 52wednesdays itu bentuknya seperti apa. Tetapi berkumpul bersama di sebuah tempat yang tidak terlalu besar dengan beberapa orang yang datang pada penutupan pameran, membuat acara ini menjadi lebih dekat, hangat dan menyenangkan mengingat itu diadakan tepat di hari Valentine dan pameran ini bisa menjadi alternatif terutama bagi yang tidak berencana untuk kencan romantis.

Sebuah kota terkadang terlalu besar dan terbagi menjadi banyak ruang publik yang cenderung eksklusif atau terlihat eksklusif untuk orang-orang yang merasa tempat itu tidak cocok dirinya. Banyak acara untuk orang kreatif, blogger, dll. 52wednesdays menyediakan ruang yang lebih besar untuk tema universal yang pernah dialami dalam hidup semua orang. Cinta, patah hati, melepaskan.

Berbeda dengan pameran foto kebanyakan yang menunjukkan keterampilan fotografer dan kesempurnaan gambar yang diambil, foto-foto Lioni terlihat lebih berwarna dan ringan, seperti bermain. Tetapi urutan 52 foto yang dikirim selama 52 rabu, selama satu tahun, juga menyentuh hal-hal religi dan hari raya nasional. Sekilas, foto-foto ini memberikan kesan lucu dan jahil, tetapi jika kamu melihat lebih lama tersembunyi perasaan sedih, putus asa, dan rindu.

Pada hari Valentine tanpa bunga, coklat, atau warna merah muda; 52wednesdays membuat banyak orang yang hadir merasa berada di rumah. Mereka merasa boleh membagi putus hati bersama orang yang tidak mereka kenal. Merasa boleh membagi apa yang mereka rasakan, walaupun hanya untuk satu malam. Malam itu tidak memalukan untuk ditolak. Bacalah ceritamu, bagi pengalamanmu, bernyanyilah, main musik, baca puisi, apa sajalah. Jika kamu hanya ingin berdiri dan menangis di depan penonton, tidak akan ada yang menghakimimu.

Rasanya mirip dengan membagi perasaanmu dengan orang yang kamu taksir, menakutkan untuk berdiri dan bicara di depan banyak orang. Namun, seperti membagi cerita hidupmu dengan orang yang kamu tidak kenal di pesawat, rasanya juga melegakan.

Bagi kita yang terlalu biasa berkomunikasi melalui jejaring sosial, dialog tatap muka adalah sesuatu yang langka dan berharga. Melihat orang menghabiskan waktu bersama di sebuah kafe atau restoran dan tidak terpaku pada perangkat mobile merupakan hal yang tak ternilai harganya sekarang.

Seni milik semua orang. Bisa diaplikasikan dalam bentuk apapun, termasuk fotografi. Seringkali orang tidak memperhatikan seni karena mereka merasa itu di luar pemahamannya atau terlalu mahal untuk diakses. 52wednesdays menunjukkan bahwa seni bisa menyentuh orang melalui tema universal, cinta, melalui visual yang bisa dinikmati semua orang, fotografi.

 

52 Wednesdays is coming to Bali!

Featuring artist talk, stand up tragedy, dan live musik oleh Dialog Dini Hari.

Rabu, 4 April 2012
pk. 19.00 – selesai
di Art Cafe Seminyak Bali
jalan saridewi 17 seminyak 80361
email: info@iloveartcafecom
phone: +62 361 736750

Related Posts: