<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; Robin Lim</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/tag/robin-lim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Pelayan cinta yang ketinggalan zaman</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/050512-pelayan-cinta/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/050512-pelayan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 22:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Lim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bidan]]></category>
		<category><![CDATA[midwifery]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini terlalu romantis dan ketinggalan zaman. Teknologi tidak menjawab sepenuhnya persoalan kematian ibu dan bayi.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mungkin ini terlalu romantis dan ketinggalan zaman. Teknologi tidak menjawab sepenuhnya persoalan kematian ibu dan bayi.</strong></p>
<p>Perserikatan Bangsa Bangsa menargetkan <a href="http://www.un.org/millenniumgoals/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Tujuan Pembangunan Millenium</span></a> (Millenium Development Goals/MDG’s) tercapai tahun 2015. Kurang dari tiga tahun lagi. Tiga dari tujuan ini berkaitan dengan <a href="http://akarumput.com/featured/a-message-of-love-from-robin-lim/"><span style="color: #008000;">kegiatan kami di Yayasan Bumi Sehat</span></a>, klinik bersalin dimana saya berpraktek sebagai bidan. Tujuan ke-4 sampai 6 dalam MDG’s adalah mengurangi kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lain.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Robin_midwives.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1904" title="Philippines Midwifery League" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Robin_midwives.jpg" alt="" width="600" height="308" /></a></p>
<p>Sayangnya, dunia kami belum bisa mencapai tujuan-tujuan ini yang mengadvokasi hak dasar manusia untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Tanggal 5 Mei adalah <a href="http://www.internationalmidwives.org/Whatwedo/InternationalDayoftheMidwife/tabid/327/Default.aspx" target="_blank"><span style="color: #008000;">Hari Kebidanan Internasional</span> </a>dan saya berada di kota General Santos, Mindanao, Filipina. Pada pertemuan Philippine League of Midwives National Congress, lebih dari 800 bidan bersemangat mencapai solusi nyata untuk masalah tingkat kematian ibu dan bayi.</p>
<p>Menurut World Health Organization (WHO), 981 wanita meninggal setiap hari akibat komplikasi terkait dengan kehamilan dan melahirkan. Angka itu lebih besar dengan korban yang jatuh bila setiap hari dua pesawat Boeing 747 jatuh dari langit. Jika pesawat terbang jatuh pasti akan menjadi berita utama di media massa. Dan pastinya, kebanyakan orang tidak akan berani terbang hingga masalah ini diatasi. Namun, hampir 1.000 wanita meninggal setiap hari, mereka belum tua dan tidak sakit, mereka adalah wanita hamil dan melahirkan.</p>
<p>Kematian ini didorong oleh kemiskinan, yang menyebabkan kekurangan gizi, dan kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Padahal kebanyakan kematian ini bisa dicegah. Yang lebih menyedihkan lagi, menurut Amnesty International, jumlah<span style="color: #008000;"> <a href="http://www.amnesty.org/en/news-and-updates/usa-urged-confront-shocking-maternal-mortality-rate-2010-03-12 " target="_blank"><span style="color: #008000;">kematian ibu dan anak yang tercatat adalah jauh di bawah yang nyata </span></a></span>karena kurangnya data yang akurat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Bumi_new_fam.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1907" title="Bumi Sehat family" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Bumi_new_fam-300x224.jpg" alt="" width="286" height="213" /></a>Wanita yang paling berisiko adalah minoritas asal Afrika dan Asia yang tinggal dalam kemiskinan, masyarakat suku, transmigran, atau terlantar, dan memiliki sedikit akses terhadap informasi. Banyak dari wanita yang pergi ke bidan untuk pelayanan kesehatan reproduksi termasuk dalam kategori ini.</p>
<p>Sebagai bidan, saya mendedikasikan kehidupan saya untuk berusaha membantu masalah ini, sambil memikirkan mengapa tragedi ini terjadi. Kita perlu terus bertanya, bagaimana kami bisa mencapai solusi nyata untuk masalah ini.</p>
<p>Pada <a href="http://www.huffingtonpost.com/robin-lim-cpm/birth-on-the-edge_b_1412505.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">blog saya di Huffington Post</span></a> ada yang berkomentar: &#8220;Karena inilah ada rumah sakit, walaupun kebidanan itu romantis, sudah ketinggalan zaman dan harusnya dilarang.”</p>
<p>Saat dibutuhkan, rumah sakit dan ahli khusus adalah keajaiban. Namun, saya yakin bahwa metode layanan kesehatan bidan-ke-ibu adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah Ibu dan bayi menghadapi risiko. Saat dirawat oleh bidan, Ibu memiliki kesempatan lebih untuk hasil kelahiran yang terbaik, dengan lebih sedikit kebutuhan teknologi dan jauh lebih sedikit biaya. Dari pengalaman kami dengan pasien di klinik Bumi Sehat di Bali dan Aceh, dimana lebih dari 4,000 bayi telah lahir, bidan menjadi penyedia yang peduli untuk mencegah tragedi.</p>
<p>Komentar di atas mungkin wajar dari orang yang datang dari negara maju seperti Amerika Serikat atau negara-negara Eropa. Mungkin puluhan ribuan orang lain di Indonesia, tempat saya tinggal, berpikir serupa. Saya bersyukur pemerintah Indonesia, lewat Kementerian Kesehatan tidak punya pikiran serupa.</p>
<p>Kementerian Kesehatan semakin banyak menginisiasi program yang meningkatkan peran bidan, terutama di desa terpencil yang mungkin penduduknya belum pernah melihat mobil. Tidak bisa dipungkiri, bidan adalah garda depan kesehatan masyarakat desa.</p>
<p>Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak menghabiskan dana pada riset teknologi kelahiran. Statistik dari PBB bulan September 2010 menunjukkan AS jauh tertinggal dari banyak negara berkembang untuk tingkat kematian ibu saat melahirkan. Ibu yang melahirkan di AS lebih berisiko untuk meninggal akibat komplikasi kehamilan daripada wanita di 40 negara lain.</p>
<p>Dasar dari cara kami melayani Ibu, bayi dan keluarga adalah kepedulian pada mereka yang kurang mampu dan tidak memiliki suara. Sambil saya membuat tulisan ini, mungkin seorang ibu dari angka rata-rata 981 tadi baru meninggal dalam proses melahirkan. Ini tidak bisa diterima. Anda bisa bertepuk tangan dan mengatakan, “Saya percaya pada teknologi.” Tetapi ini tidak akan mengubah kenyataan. Jika ingin melihat tingkat kematian ibu dan bayi menurun, tepuklah tanganmu dan katakan, “Saya percaya pada bidan!”</p>
<p>Hari ini saya merayakan Hari Kebidanan Internasional di Filipina, tanah asal ibu saya. Sebelum ada banyak rumah sakit di sini, <em>Lola</em> (nenek) saya adalah seorang <em>hilot</em>, dukun tradisional. Dia menghargai alam dan budaya wanita. Kini, bidan punya pelatihan ilmu kesehatan yang bagus sekali.</p>
<p>Para bidan bisa berdiri kuat pada tiga kaki: menghargai alam, menghargai budaya dan tradisi, dan punya pemahaman pengetahuan yang kuat. Untuk saudari-saudariku terkasih, para bidan di luar sana: mungkin kita terlalu romantis dan ketinggalan zaman, mari jangan berhenti menyelamatkan nyawa dengan sentuhan cinta terhadap Ibu. Selamat Hari Bidan.<strong></strong></p>
<p><iframe width="600" height="305" src="http://www.youtube.com/embed/yIDQyoUPvLw" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><strong></strong><em>Foto utama oleh <a href="http://www.virginienoel.be/" target="_blank">Verginie Noel. </a> </em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/050512-pelayan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cut Chemist beraksi untuk Robin Lim</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/0224cut-chemist-will-spin-for-robin-lim/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/0224cut-chemist-will-spin-for-robin-lim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 17:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Cut Chemist]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>
		<category><![CDATA[Waterbom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1710</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu, 26 Februari, DJ Cut Chemist asal AS akan menjadi bintang acara konser amal untuk Yayasan Bumi Sehat di Bali. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Minggu, tanggal 26 Februari 2012, <span style="color: #008000;"><a href="http://www.waterbom-bali.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Waterbom Bali</span></a></span> akan mengadakan konser amal &#8220;Sounds of Life&#8221;, sebuah acara penggalian dana bagi <a href="http://bumisehatbali.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Yayasan Bumi Sehat</span></a>, sebagai dukungan terhadap <a href="http://akarumput.com/featured/a-message-of-love-from-robin-lim/" target="_blank"><span style="color: #008000;">misi Ibu Robin Lim</span></a> dalam menyediakan layanan medis gratis bagi wanita dan bayi di Bali dan Aceh. Desember tahun lalu, Robin Lim menerima penghargaan CNN Hero 2011 atas dedikasinya sebagai bidan yang telah menyelamatkan ratusan nyawa dan membantu kelahiran ribuan bayi. Setelah 13 tahun beramal dan sering menghadapi kesulitan pendanaan program mereka, Ibu Robin dan organisasinya tetap berkomitmen untuk mengubah dunia, one gentle birth at a time.</p>
<p>Acara konser akan dimulai jam 7 malam dengan penampilan berturut-turut: DJ David J, Soldiers of Sound, Stephanie Bovill, dan Devdan. Acara puncaknya akan diisi oleh DJ<a href="http://www.cutchemist.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;"> Cut Chemist</span></a>, seorang figur terkenal asal AS yang melambungkan namanya ke dunia internasional sebagai salah satu pendiri grup Hip-Hop <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jurassic_5" target="_blank"><span style="color: #008000;">Jurassic 5</span></a> dan mantan anggota band Latin-funk<br />
<a href="http://www.ozomatli.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Ozomatli</span></a>. Kehadiran sang Turntablist kondang ini di Bali merupakan persinggahannya setelah mengakhiri tur &#8220;Sound of the Police&#8221; di Australia. ABC News (AS) sempat memuji pementasannya sebagai<a href="http://abcnews.go.com/blogs/entertainment/2010/08/review-cut-chemists-sound-of-the-police/" target="_blank"><span style="color: #008000;"> &#8220;a whirling, groovy, funkified collection of African beats, horns, melt-your-face-off bass lines and some good old hip-hop ingenuity.&#8221;</span></a> Silakan mencicipi karya Cut Chemist di sini:</p>
<iframe width="100%" height="90" scrolling="no" frameborder="no" src="http://w.soundcloud.com/player?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F20798689&auto_play=false&show_artwork=true&color=ff7700"></iframe>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Anda berkesempatan untuk ikut bersenang-senang sekaligus menjadi bagian dalam kegiatan mulia ini dengan menghadiri acaranya. Tiket terbatas.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a><img class="aligncenter size-full wp-image-1717" title="sounds of life poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/e-blast-for-charity.jpg" alt="" width="600" height="841" /></a></p>
<p><strong>Sounds of Life | Konser Amal untuk Yayasan Bumi Sehat </strong><br />
<strong>Tempat:</strong> Waterbom Bali, Jl. Kartika, Kuta, Bali<br />
<strong>Tanggal/Waktu:</strong> 26 February 2012, 7 pm onwards</p>
<p><strong>Tickets:</strong> Rp. 250.000,- per orang<br />
<strong>VIP seats:</strong> Rp. 1.000.000,- per orang<br />
<strong>Corporate table:</strong> Rp. 3.500.000,- untuk 10 orang (termasuk 1 botol anggur dan liquor)</p>
<p><strong>Untuk reservasi tiket, silakan hubungi: </strong><br />
Jessica: (0361) 755676 (ext 110) | 085935301002<br />
Nova: (0361) 755676 (ext 110) | 08111772727<br />
Tiket pre-sale juga dijual di Kuta: Surfer Girl (Jl. Legian) dan Quicksilver (Sunset Road).</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/0224cut-chemist-will-spin-for-robin-lim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagu cinta untuk Robin Lim</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/lagu-cinta-untuk-robin-lim/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/lagu-cinta-untuk-robin-lim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 08:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Unduh]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>
		<category><![CDATA[thank you for mine]]></category>
		<category><![CDATA[Wil Hammer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1208</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tersimpan dua puluh tahun, akhirnya Wil berkesempatan merekam lagu “Thank you for mine”.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/cDI91xHgBkE" frameborder="0" width="600" height="335"></iframe></p>
<p>Kamis lalu, 24 November, hari Thanksgiving jatuh pada hari yang sama dengan ulang tahun Robin Lim. Sebagai tanda terima kasih, dua puluh tahun lalu, Wil Hammer, suami Robin, menulis sebuah komposisi kisah cintanya.</p>
<p>Setelah tersimpan dua puluh tahun, akhirnya Wil berkesempatan merekam lagu “Thank you for mine”. Lagu dengan lirik sederhana ini menjadi peringatan baru  tanda terima kasih bagi Robin untuk mendukung dia sebagai nominator CNN Hero 2011. Wil mendistribusikan lagu ini secara cuma-cuma di Internet juga sebagai tanda terima kasih bagi pendukung Robin yang telah meluangkan waktu untuk memilih Robin secara online.</p>
<p>Bagi Wil, “Thank you for mine” bukan lagi lagu personalnya, seperti dua puluh tahun lalu saat dia ciptakan. Karena itu dalam proses rekaman lagu ini, Wil mengajak beberapa musisi lain untuk terlibat. Kartika Jahja dan Robi Navicula ikut menyanyi, Yoyok Harness bermain sitar, Angelo Berardi menggesek biola, Mamo memetik bass, Vigneswaren Rajaendra mengetuk tabla.</p>
<p>Kolaborasi ini menghasilkan komposisi yang syahdu, terutama ketika suara Tika mengalun bersama tabla dan biola. Wil sempat ingin menarik track rekaman vokalnya untuk di-mix bersama suara Tika. Dia tidak ingin mengurangi derajat artistik suara Tika akibat kehadiran suaranya.</p>
<p>Wil ingin lagu ini untuk siapa saja yang percaya pada kekuatan cinta bisa mengubah dunia. Silakan <a href="http://soundcloud.com/akarumput/thank-you-for-mine" target="_blank">unduh “Thank you for mine” di sini</a>:<br />
<iframe src="http://w.soundcloud.com/player/?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F28880053&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;color=ff7700" frameborder="no" scrolling="no" width="100%" height="166"></iframe></p>
<p>Anda bisa vote <a href="http://heroes.cnn.com/vote_en.aspx" target="_blank"><span style="color: #008000;">Robin Lim 10 kali sehari untuk CNN Hero 2011</span></a>, hingga tanggal 8 Desember, 2011.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/lagu-cinta-untuk-robin-lim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak sesat: vote Robin Lim</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/anak-sesat-vote-robin-lim/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/anak-sesat-vote-robin-lim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 21:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Errick Irwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1153</guid>
		<description><![CDATA[Vote Robin Lim untuk CNN Hero 2011<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/11/Komik_Vote-Robin-Lim-For-CNN-Hero-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1155" title="Komik Anak Sesat 2" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/11/Komik_Vote-Robin-Lim-For-CNN-Hero-2011.jpg" alt="" width="600" height="849" /></a></p>
<p><em><em>_____________</em></em></p>
<p><em><em>Luangkan sejenak waktu untuk <span style="color: #008000;"><a href="http://bit.ly/oXcjkp" target="_blank"><span style="color: #008000;">memilih Robin Lim untuk CNN Heroes 2011.</span></a></span> Anda hanya perlu memasukkan alamat email atau akun facebook. Satu alamat email (berapa email yang Anda punya?) atau akun facebook bisa melakukan <em>vote</em> maksimal 10 kali sehari. Voting ditutup pada 7 Desember 2011.</em><br />
</em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/anak-sesat-vote-robin-lim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obral Oktober bersama Ibu Robin Lim</title>
		<link>http://akarumput.com/lifestyle/in-discussion-with-ibu-robin-lim/</link>
		<comments>http://akarumput.com/lifestyle/in-discussion-with-ibu-robin-lim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 07:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[danes art veranda]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[OBRAL Edisi Oktober 2011 (Obrolan Rabu Malam) - A Message of Love from Ibu Robin Lim <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OBRAL Edisi Oktober 2011 (Obrolan Rabu Malam) &#8211; A Message of Love from Ibu Robin Lim</strong><br />
Rabu 26 Oktober 2011 pukul 19:00 WITA di Danes Art Veranda, Jalan Hayam Wuruk 159, Denpasar.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Obral-Oktober.jpg"><img class="aligncenter" title="A message of love" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Obral-Oktober.jpg" alt="" width="600" height="454" /></a><strong></strong></p>
<p>Pada setiap proses kehamilan dan persalinan yang akan memberi bumi penghuni baru, bumi juga sedang bersiap untuk kehilangan: nyawa seorang ibu. Di Indonesia, Angka Kematian Ibu dan Bayi tergolong masih sangat tinggi untuk tingkat Asia Tenggara.</p>
<p>Bidan adalah ujung tombak dari perjuangan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, serta upaya menurunkan angka kematian. Di perdesaan para bidan yang pertama didatangi masyarakat manakala terjadi kesakitan atau komplikasi persalinan. Salah satunya bidan Robin Lim. Melalui Klinik Bumi Sehat di Ubud, Bali, bidan Robin Lim telah membantu proses persalinan secara cuma-cuma sejak 2003. ”Selama 8 bulan pertama tahun 2011, Bumi Sehat telah menolong 20.500 pasien dan menolong persalinan hampir 400 bayi secara cuma-cuma,” kata bidan Robin Lim.</p>
<p>Pengabdiannya akhirnya diapresiasi, bidan Robin Lim terpilih sebagai nominator CNN Hero 2011 pada Maret lalu. Perlu sembilan bulan, sebelum CNN Heroes of The Year diumumkan, tepatnya 11 Desember 2011. Sembilan bulan yang seperti menunggu proses sebuah kelahiran.</p>
<p><strong>Untuk mengetahui cara voting dan profil Robin Lim lebih dalam, kunjungi:</strong><a href="akarumput.com/ID/robinlim/"><span style="color: #008000;"><span style="color: #000000;"><br />
</span></span></a><span style="color: #008000;"><span style="color: #000000;">Kunjungi </span></span><span style="color: #008000;"><a href="http://heroes.cnn.com/vote_en.aspx" target="_blank"><span style="color: #008000;">situs</span></a><a href="http://heroes.cnn.com/vote_en.aspx" target="_blank"><span style="color: #008000;"> CNN dan Vote Robin Lim</span></a></span><span style="color: #008000;"> <span style="color: #000000;">untuk CNN Hero 2011</span></span> <span style="color: #008000;"><br />
</span><span style="color: #008000;"><a href="http://akarumput.com/ID/robinlim/"><span style="color: #008000;">akarumput.com/robinlim</span></a></span> atau <span style="color: #008000;"><a href="http://bumisehatbali.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">bumisehatbali.org</span></a></span><br />
Facebook:<a href="http://www.facebook.com/robinlimbali" target="_blank"><span style="color: #008000;"> Ibu Robin Lim</span></a><br />
Twitter: <a href="http://twitter.com/iburobin" target="_blank"><span style="color: #008000;">@iburobin</span></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/lifestyle/in-discussion-with-ibu-robin-lim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#Obsat bersama @IbuRobin</title>
		<link>http://akarumput.com/lifestyle/obsat-with-iburobin/</link>
		<comments>http://akarumput.com/lifestyle/obsat-with-iburobin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 10:35:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1004</guid>
		<description><![CDATA[Jumat, 21 Oktober di Jakarta, mari gabung di acara Obrolan Langsat: Ibu Robin Menyelamatkan Ibu-Ibu Indonesia dan konser akustik bersama Adrian Adiotomo &#038; Wil Hammer.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Obrolan Langsat: Ibu Robin Menyelamatkan Ibu-Ibu Indonesia</strong><br />
Konser akustik bersama Adrian Adiotomo &amp; Wil Hammer</p>
<p><strong>Jumat, 21 Oktober 2011</strong> |<strong> Jam:</strong> 19:00-21:30<strong><br />
Tempat:</strong> Jln. Langsat I No. 3A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan</p>
<p>Kegiatan Robin Lim, dari Aceh sampai Bali, menolong dan menyosialisasikan persalinan yang sehat, untuk menyelamatkan ibu-ibu Indonesia. Dan karenanya menjadi salah seorang kandidat CNN Hero 2011.</p>
<p><a href="http://obrolanlangsat.com" target="_blank"><em><strong>obrolanlangsat.com</strong></em></a><em><strong></strong></em></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Obsat_poster_WEB2.jpg"><img class="aligncenter" title="Obsat Robin Lim" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Obsat_poster_WEB2.jpg" alt="" width="600" height="817" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/lifestyle/obsat-with-iburobin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan cinta dari Robin Lim</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/a-message-of-love-from-robin-lim/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/a-message-of-love-from-robin-lim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 15:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah gurita industri medis, Robin Lim hadir dengan klinik bersalin yang berpihak pada orang miskin. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-6.jpg"><img title="Bumi Sehat Clinic" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-6.jpg" alt="" width="602" height="206" /></a><br />
Sri berjalan agak gontai. Dia baru melahirkan bayi laki-laki di <span style="color: #008000;"><a href="http://www.bumisehatbali.org/"><span style="color: #008000;">Klinik Bumi Sehat</span></a></span>, dua hari lewat. Wajah ibu muda itu masih terlihat lelah. Siang itu dia akan pulang ke rumah.</p>
<p><span style="color: #008000;"><a href="http://robinlimsupport.org/"><span style="color: #008000;">Robin Lim</span></a></span> meminta maaf untuk meninggalkan kami sebentar, mendekati Sri dan memeluknya. Dia mencium pipi Sri, kanan dan kiri. Lalu mencium sang bayi yang masih merah. “Oh my baby,” kata Robin.</p>
<p>Kembali ke wajah Sri, Robin menatap lekat. Saya menatap dari dekat. Berkaca-kaca mata Robin.</p>
<p>Dia merangkul Sri, dan menciuminya lagi berkali-kali. “Kalau ASI-nya tidak lancar, hubungi ke sini ya. Naik apa pulang? Ada mobil?” “Ada Bu,” kata Jaya Sandi yang kemudian menuntun istrinya meninggalkan klinik.</p>
<p>Robin melepas kepergian pasangan itu. “Melahirkan adalah peristiwa yang sangat beresiko bagi seorang perempuan. Sakit. Mereka bertaruh nyawa. Saya selalu menganggap pasien yang melahirkan di sini sebagai anak saya. Sentuhan kecil saja sangat berarti bagi mereka. Dengan begitu kesakitan mereka berkurang,” kata Robin.</p>
<p>Saya mengunjungi klinik Yayasan Bumi Sehat sebagai fasilitator mendampingi peserta pelatihan penulisan untuk bidan dan kader kesehatan yang dilaksanakan oleh Balicitta Indonesia. Pelatihan yang dilaksanakan di Kerobokan, Kuta, 23-27 Mei 2011 itu diikuti oleh lima peserta. Dua peserta dari Kutai Timur, dua dari Bireun, Aceh dan seorang dari MCHIP (Maternal and Child Health Integrated Program) USAid, Jakarta.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Robin_Lim_profile.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 4px 12px;" title="Ibu Robin" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Robin_Lim_profile.jpg" alt="" width="263" height="393" /></a>Rambutnya dikepang, sepanjang pinggang. Robin tampak seperti wanita Indian. Memang ada darah masyarakat asli Amerika yang diwarisi Robin dari ayahnya yang juga berdarah Jerman. Bentuk matanya cenderung seperti orang Mongoloid. Ibunya memang keturunan Filipina dan Cina. Kerut di sekitar matanya semakin nyata ketika menyimak ucapan lawan bicara.</p>
<p>Dia jarang tertawa. Bila sedang mengeluarkan kalimat berlelucon, senyumnya tipis saja. Menarik memerhatikan kalung yang dipakai Robin. Untaian manik-manik itu digantungi kayu berbentuk burung hantu. Hewan berperan menentukan jalan hidup Robin.</p>
<p>Suatu ketika di awal tahun 90an, dua bayi burung hantu jatuh dari pohon kelapa tak jauh ke dekat Robin. Dia pun merawat kedua burung malang itu. Penduduk desa menganggap peristiwa itu sebagai suatu tanda bahwa Robin  harus merawat mereka. Masyarakat desa cukup percaya kepada Robin, karena sebelumnya proses persalinan anak ke-limanya Hanoman, dilakukan di rumahnya sendiri, 19 tahun silam.</p>
<p>Saya berbisik kepada Arisandi Wahyuni, bidan dari Kutai Timur. “Bu Yuni anak berapa?” “Dua mas,” “Mereka lahir dimana?” “Yang pertama dengan bidan, yang kedua di rumah sakit,” Yuni tersenyum malu.</p>
<p>“Ya, kami yang bidan saja sering maunya melahirkan harus sama dokter. Kok sama teman sendiri nggak percaya,” kata Yuni.</p>
<p>Robin mendedikasikan dirinya untuk melayani masyarakat setelah ia kehilangan sahabatnya, adiknya dan salah satu bidan yang melahirkan anak-anaknya sendiri. Semua dalam waktu satu tahun. Niat itu didukung oleh pengalaman kehadiran neneknya, Vicenta Munar Lim, lewat mimpi. Itu tak lama setelah Robin melahirkan Hanoman.</p>
<p>Vicenta seorang dukun beranak di wilayah pegunungan Baguio, Luzon, di kepulauan Filipina. Selama dan setelah Perang Dunia II, Vicenta banyak menolong persalinan ibu di wilayahnya.</p>
<p>Dalam mimpi itu, sang nenek memberikan hadiah kepada Robin. “Dia memberikan seorang bayi Cina dengan baju kuning yang cantik. Saya menafsirkan itu sebagai permintaan agar saya meneruskan keahliannya. Saya merasa nenek telah menurunkan ilmunya pada saya. Setiap ada kesulitan dalam melayani pasien, saya selalu mendapat solusi,” kata Robin.</p>
<p>Sang nenek hadir di dalam mimpinya untuk kedua kalinya, Robin pun memutuskan untuk belajar kebidanan. Wanita kelahiran Arizona, 24 November 1956 ini berangkat ke tanah kelahirannya untuk belajar kebidanan dan mengantongi sertifikasi dari North American Registry of Midwives. Dia juga memiliki sertifikasi dari Asosiasi Perbidanan Indonesia.</p>
<p>Robin memiliki delapan anak –lima anak biologisnya. Anak sulungnnya berusia 35 tahun. Belum lama ini dia mengangkat seorang anak dari ibu yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. “Anak ibu lima, kenapa tidak ikut Family Planning?” tanya Mia Pesik, senior program manager MCHIP. “Itu lima-limanya di-planning kok,” kata Robin tersenyum.</p>
<p>Saya berusaha menahan tawa mendengar pernyataan tersebut. Family Planning bisa berarti Keluarga Berencana, program rezim orde baru untuk menekan angka pertumbuhan penduduk. Tapi bagi Robin, family planning adalah kehadiran anak direncanakan oleh orang tua.</p>
<p>Bumi Sehat memiliki 40 karyawan, sebagian relawan (volunteer) berkebangsaan asing, dan 9 bidan. “Proses persalinan tidak mengenal waktu, kadang jam 3 pagi. Tapi hampir selalu saya harus menemani persalinan. Saya tidak menangani langsung, hanya berada di dekat ibu, memegang tangan mereka atau mengusap wajah mereka. Meyakinkan kalau mereka pasti bisa melawati masa sulit itu,” kata Robin.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-7.jpg"><img title="Pesan_cinta-7" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-7.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Bumi Sehat tidak menerapkan tarif untuk pelayanannya. Semua gratis, bahkan untuk obat, kecuali pasien ingin memberikan donasi. Dari mana dana operasionalnya? “Sampai sekarang saya tidak berhenti mengirim permohonan dana, ke luar negeri,” kata dia.</p>
<p>Bumi sehat tidak hanya melayani pasien masyarakat lokal. Banyak juga orang berada dari luar kota datang untuk bersalin ke klinik Bumi Sehat. “Teman saya dari New York datang melahirkan di sini. Dia bilang anjingnya saja tidak akan dia bawa untuk melahirkan di rumah sakit di New York. Dia tidak ingin melahirkan di sana,” kata Robin.</p>
<p>Belakangan ini seiring kian melambungnya reputasi Robin, semakin banyak orang asing melahirkan di klinik sederhana itu. “Mereka memberi donasi, sering jauh lebih besar dari yang mereka butuhkan untuk melahirkan di negaranya sendiri. Orang Rusia banyak datang. Mereka kan banyak uang. Tapi mereka tidak ingin melahirkan di negerinya.”</p>
<p>Di Rusia, menurut beberapa pasien yang pernah bersalin di Bumi Sehat, bayi baru lahir langsung dimasukkan ke ruang bayi dan tidak dipertemukan dengan ibunya selama lima hari. “Siapa yang mengatur begitu kalau bukan produsen susu. Supaya bayi diberikan susu formula,” kata Robin.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-5.jpg"><img title="Pesan_cinta-5" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-5.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><br />
Di dunia kesehatan intervensi produsen susu formula begitu menggurita. Untung saja, akhir-akhir ini gerakan masyarakat untuk mengimbangi  semakin kencang, seperti yang dilakukan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Robin aktif mendorong inisiasi menyusui dini (IMD). Dia selalu meyakinkan ibu-ibu untuk tetap memberikan air susunya paling tidak sampai bayinya berusia 6 bulan.</p>
<p>Di Bumi Sehat tidak ada celah masuk bagi konsumsi susu formula. Namun produsen susu selalu saja mengendap-endap, mencuri kesempatan.</p>
<p>Pernah ketika Robin tidak sedang berada di klinik, seorang bidan menghubungi dia lewat telepon. “Ibu ini ada orang dari Nestle datang bawa sepeda motor mau dikasih untuk bidan,” tiru Robin. “Saya bilang bidan untuk meminta mereka pergi. Kita tidak butuh motor. Sekarang mereka kasih motor gratis, besok mereka akan datang lagi untuk paksa kami memberi susu formula kepada bayi.”</p>
<p>Untuk donasi, Robin pun pilih-pilih. Dia menolak berapa pun sumbangan bila berasal dari perusahaan pertambangan. “Mereka merusak hutan, merampas hak masyarakat. Kita tidak perlu uang mereka,” Robin menyebut nama perusahaan multinasional tambang emas di Papua.</p>
<p>Dengan sikap tegasnya, Robin sering terengah-engah mengongkosi operasional yayasan. “Klinik di Ubud ini lumayan bisa hidup. Tapi kalau ada uang pasti semua lari ke klinik di Aceh,” kata dia.</p>
<p>Bumi Sehat membuka klinik di Meulaboh, Aceh, pasca tsunami, tahun 2005 “Sudah banyak LSM asing keluar dari Aceh, tapi kami masih bertahan di sana,” kata dia.</p>
<p>Bumi Sehat sudah memiliki ambulans. Sebenarnya bukan mobil yang benar-benar dirancang untuk ambulans, tetapi mini van. Warnanya pun tidak putih. Sumbangan dari Rotary Club. “Kami berusaha selama empat tahun untuk bisa punya ambulans. Akhirnya ada yang memberikan. Lebih mudah memasukkan seekor kuda ke lubang jarum, daripada memasukkan orang kaya ke surga,” kata Robin getir.</p>
<p>Menurut Robin, ambulans itu tidak hanya digunakan untuk membawa pasien bersalin. Sering Bumi Sehat mendapat panggilan masyarakat ketika ada kecelakaan lalu lintas. “Kalau tidak ada orang di jalan yang membantu mereka? Kami tidak bisa biarkan,” kata dia.</p>
<p>Dia bercerita di Ubud ada tiga ambulans lain, milik dua lembaga yang mengurusi anjing liar. “Mereka mudah sekali mencari dana untuk bisa punya ambulans. Orang lebih menghargai anjing daripada nyawa manusia.”</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><strong></strong>Angka kesehatan ibu, bayi, dan anak baru lahir (KIBBLA) di Provinsi Bali sangat baik. Bali masuk tiga besar dalam catatan angka kematian ibu terendah secara nasional, di atas target nasional yang ditentukan Kementerian Kesehatan. Tahun 2010, angka kematian ibu di Bali tercatat 107. Bali urutan ketiga setelah DKI Jakarta (64) dan Bengkulu (104).</p>
<p>Angka kematian ibu secara nasional tahun 2010 sebanyak 11.534 kematian. Jawa Barat mencatat angka tertinggi, 2280 kematian, lalu disusul Jawa Timur (1766) dan Nusa Tenggara Timur (642).</p>
<p>Sudah banyak usaha dan program pemerintah dijalankan untuk menekan angkat kematian ibu, bayi baru lahir dan anak. Pelatihan menulis yang digelar BaliCitta Indonesia ditujukan untuk mengumpulkan pengalaman lapangan para bidan dan kader kesehatan. Mereka ujung tombak dari upaya meningkatkan derajat KIBBLA. Sayangnya, peran mereka jarang diapresiasi.</p>
<p>Pembelajaran dari pengetahuan yang diekstraksi dari pengalaman para bidan dan kader kesehatan dapat menjadi modal untuk membangun kesadaran dan dukungan publik bagi KIBBLA. Kunjungan ke Klinik Bumi Sehat selain untuk latihan penggalian informasi penulisan juga untuk menginspirasi peserta dengan kisah kekaryaan Robin Lim.</p>
<p>Robin tergerak mendirikan klinik nirlaba karena prihatin dengan tingginya data statistik tentang angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kala itu dia meyakini, salah satu faktor penyebab tingginya angka tersebut adalah mahalnya biaya persalinan.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-4.jpg"><img title="At the Aceh Bumi Sehat Clinic" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-4.jpg" alt="" width="600" height="394" /></a>Sejak 1994, Robin membuka klinik dengan fasilitas yang serba terbatas. Yayasan Bumi Sehat didirikan tahun 2006 melalui akta notaris. Yayasan inilah yang menaungi Klinik Bumi Sehat. Kini rata-rata setiap bulan, Bumi Sehat di Nyuh Kuning menangani 40-60 persalinan.</p>
<p>“Saya ingin sekali masuk ke daerah lain. Bahkan kalau bisa saya ingin kaki saya satu di sini, satu di Filipina. Di sana angka kematian ibu juga masih tinggi. Tapi, dengan kemampuan dana yang ada inilah yang bisa saya lakukan,” kata Robin.</p>
<p>Salah satu upaya upaya dalam KIBBLA adalah menekan peran dukun dalam persalinan. Di banyak wilayah, masyarakat masih sangat mengandalkan dukun beranak. Padahal umumnya mereka bekerja tanpa standar medis, faktor higienis urusan belakang. Tapi di Meulaboh, Bumi Sehat menjalin kemitraan dengan 13 dukun beranak.</p>
<p>Para dukun tidak harus berada di klinik, tapi tetap tetap tinggal di kampung mereka. Peran mereka dimanfaatkan sebagai simpul informasi. “Kita tidak bisa bilang kepada masyarakat jangan pakai dukun, tapi mereka harus diajak untuk kerja sama. Mereka juga punya teknik bagus yang bisa menolong nyawa ibu, yang tidak dipelajari di sekolah bidan. Mereka belajar dari alam.”</p>
<p>Di Aceh, Bumi Sehat memberikan perangkat kerja kepada dukun seperti partus set. Bahkan telepon seluler. Agar ketika mengetahui ada pasien butuh pertolongan, dukun bisa langsung menghubungi bidan. “Tapi kami tidak memberikan gunting. Kami tidak ingin mereka setelah memakai gunting lalu…,” Robin membentuk jari telunjuk dan jari tengahnya seperti gunting, lalu mengusapkannnya ke celana. “Mereka harus menunggu bidan untuk pemotongan tali pusat.”</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-1.jpg"><img title="Robin, Oppie, Budi at Bumi Sehat" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Pesan_cinta-1.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Bumi Sehat membayar dukun 50.000 rupiah setiap kali menolong persalinan. Di kampung, dukun biasanya bertindak sebagai pendamping ibu yang melahirkan. Pendampingan menyeluruh itu yang membuat masih banyak masyarakat tradisional percaya kepada jasa dukun beranak.</p>
<p>“Mereka melakukan apa saja kebutuhan ibu bersalin, mencuci kain, memasak air. Di klinik kami yang mencucikan kain yang digunakan setelah bersalin. Dukun sering bilang, ‘jangan, itu tugas saya.’ Mungkin mereka takut kalau mata pencahariannya terganggu dengan kehadiran klinik dan bidan,” kata Robin.</p>
<p>Kami diajak untuk melihat kamar persalinan. Ada bak mandi (bath tub) berbentuk seperempat lingkaran di dalam ruangan itu untuk menangani kelahiran dalam air (water birth). Berendam di air hangat yang steril, diyakini dapat mengurangi stress dan rasa sakit yang dialami ibu saat proses persalinan. Robin memakai metode ini ketika melahirkan anak keempatnya di Hawaii. Penyanyi Oppie Andaresta melahirkan anak pertamanya di Bumi Sehat dengan metode water birth.</p>
<p>Seorang bidan peserta bertanya kenapa ranjang untuk bersalin rendah, ranjang tidur biasa. Bukan tempat tidur tinggi seperti layaknya pada fasilitas kesehatan modern. Secara ergonomis, ranjang rendah itu tidak nyaman bagi bidan, karena harus agak membungkuk. “Kita (manusia) adalah mamalia yang secara naluri kalau melahirkan harus dekat ke bumi. Jadi, kenyamanan bidan bukan tujuan, yang terpenting adalah ibu,” jawab Robin.</p>
<p>Saya menggelengkan kepala takjub mendengar argumentasi itu.</p>
<p>Layanan Bumi Sehat dibangun di atas tiga pedoman: respect for nature, respect for culture, and the wise implementation of the Science of Medicine (Menghormati Alam, Menghormati Budaya, dan implementasi bijak dari Ilmu Kedokteran). Robin menghindari sebisa mungkin penggunaan obat kimiawi, hampir  semua obat yang digunakan di Bumi Sehat bahan herbal.</p>
<p>Untuk kasus resiko ibu bersalin seperti tekanan darah tinggi, Robin memaksimalkan manfaat bawang putih dan mentimun. “Kalau ASI ibu tidak keluar atau kurang lancar, kami berikan nasi merah. Itu sudah terbukti ratusan tahun kan,” kata dia.</p>
<p>Bumi Sehat tidak memakai banyak teknologi dalam operasionalnya. Ini sesuai dengan misi operasional persalinan gentle birth. Penanganan persalinan dilakukan secara alami dengan memperhatikan semua aspek tubuh manusia secara holistis. Menurut Robin persalinan adalah proses yang sakral dan harus dijalankan dengan cinta kasih. “Kami punya mesin USG. Itu saja. Buat apa menghabiskan uang banyak untuk teknologi? Secanggih apapun alat teknologi, kalau penanganan tidak dilakukan dengan kelembutan dan cinta kasih, tidak akan membuat Ibu merasa nyaman,” kata dia.</p>
<p>Di dekat ranjang bersalin ada tangga bambu yang diikat di jendela. Seutas kain yang ujungnya disimpul mati, terikat pada salah satu anak tangga. Tangga dan kain itu merupakan fasilitas persalinan juga, metode tradisional yang banyak dijalankan dukun beranak seperti di Kalimantan.</p>
<p>Ibu bersalin akan memegang ujung kain tersebut dengan kedua tangannya, menekuk lutut seperti sedang bergantung menghadap dinding. Persalinan dilakukan dengan posisi antara setengah berdiri dan jongkok. Ini membantu ibu mengeden atau merejan ketika proses persalinan. Tidak percaya? Saya pun begitu pada awalnya.</p>
<p>Robin memegang kain biru muda yang terikat pada tangga itu, terlihat dekil. “Kami ingin mencuci atau mengganti kainnya. Tapi ini kami anggap jimat. Sudah banyak ibu yang berhasil melahirkan dengan memegang kain ini. Banyak success story-nya,” Robin tertawa.</p>
<p>Selain water birth, Bumi Sehat juga menjalankan metode lotus birth, menunda pemotongan tali pusar. Metode tradisonal ini meyakini plasenta dan ari-ari memberikan nutrisi, batang sel dan antibodi kepada bayi beberapa saat setelah persalinan. Setelah dilahirkan, plasenta dibungkus, diberi bunga-bungaan dan pewangi alami, diletakkan hati-hati di badan ibu.</p>
<p>Ada pelaku metode lotus birth membiarkan bayi masih terhubung dengan plasenta beberapa hari sampai plasenta mengering. Robin cukup berhati-hati menjalankan metode ini. Karena di beberapa kepercayaan lokal Nusantara, seperti Bali, ari-ari harus segera dikuburkan di rumah orang tua bayi.</p>
<p>Dalam bukunya “Placenta, The Forgotten Chakra” (Plasenta, Cakra yang Terlupakan), Robin melukiskan teknik ini secara indah. Robin juga menulis buku lain seperti “After The Baby Birth”, “Panduan Post Partum”, “Eating for Two, Buku Masak untuk Wanita Hamil dan Menyusui”, “Butterfly People”, “ASI Ekslusif Dong”, dan “Anak Alami”.</p>
<p>Robin mengajak kami keluar. “Bisa bantu saya, siapkan karpet?” kata Robin kepada Made Suastini, seorang bidan Bumi Sehat. “Saya kenal dia dari kecil sekali,” kata Robin menunjuk Suastini. “Kalau kerja di luar, pasti mereka mendapat gaji lebih besar. Tapi mereka lebih memilih di sini. Karena cinta,” kata dia.</p>
<p>Menurut Robin, bidan adalah profesi yang bisa membuat orang bahagia dan senang. “Senang?“ tanya saya. “Ya, kalau di Bali dengan menjadi bidan adalah dharma.” Dharma. Kebajikan.</p>
<p>Robin mengajak kami duduk di karpet. Dia meletakkan kepala di atas bantal dan tidur menyamping. Suastini mengeluarkan benda serupa lilin, namun lembut, dari sebuah kotak berlabelkan huruf Cina. Suastini membakar sebatang, menunggu baranya rata. Lalu dia pun mendekatkan ujung bara ke telapak kaki Robin. Bumi Sehat menyebut ini terapi moksa.</p>
<p>“Ini membuat rileks, mengurangi kesakitan saat kontraksi. Kalau Ibu merasa panas, tinggal bilang ke bidan dan akan dipindahkan ke kaki yang lain.” Dia menuturkan, bahan itu mudah didapatkan di toko obat Cina. Harganya tak terlalu mahal. Bahan itu juga bisa membantu laki-laki yang mengalami sulit tidur. “Buuu… panaaasss…,” kata Robin setengah bercanda. Suastini tersenyum dan memindahkan moksa ke kaki Robin yang lain.</p>
<p>Salah satu kasus kehamilan yang beresiko pada nyawa ibu dan bayi adalah posisi bayi sungsang. Bagaimana teknik Robin mengatasi itu? “Sujud. Seperti sholat,” katanya singkat.</p>
<p>Robin mengambil sebuah boneka bayi. Dia menempelkan boneka itu di perutnya dengan posisi bayi membelakangi dirinya dan menutupi boneka itu dengan kain. “Ini cara tradisional untuk memperbaiki posisi bayi yang terbalik,” Robin mengambil posisi bersujud. Suastini dan rekannya berdiri di sisi kiri dan kanan Robin, memegang masing-masing ujung tali. Keduanya melakukan sentakan lembut.</p>
<p>Dalam beberapa kali sentakan boneka itu pun berubah posisi, berbalik menghadap perut Robin. “Teknik ini sering dipakai dukun kampung. Di sekolah bidan tak pernah diajarkan ini,” kata dia.</p>
<p>Robin juga mempraktekkan teknik lain untuk melepas ketegangan saat proses kontraksi. Dia meminta seorang bidan peserta duduk membelakanginya. Robin pun menekan satu titik di bahu kanan dan kiri dengan kedua ibu jarinya. “Bapak-bapak selalu saya ajarkan ini,” kata dia.</p>
<p>Tak lama, Robin meminta seorang staf mencarikan helm untuknya. “Maaf saya harus pergi, karena saya harus mendatangi pasien yang kemarin lahir di sini. Bayinya menangis terus.” Bayi menangis lama wajar dalam masa nifas (post partum). Masih kewajiban bidan untuk mendampingi ibu dan bayi pada masa nifas. Ada bidan lain di klinik yang ketika itu sedang tidak ada kegiatan persalinan. Tapi Robin memilih untuk berangkat.</p>
<p>Robin berpamitan. Dia memeluk empat peserta pelatihan dan mencium mereka penuh keakraban. “Terima kasih sudah datang ke sini. Mampir ke klinik Bumi Sehat kalau sedang di Meulaboh. I love you,” kata Robin kepada Desita, bidan dari Bireuen.</p>
<p>Keluar dari pintu kantor klinik, mata Desita tampak berkaca-kaca. “Saya yang bukan pasien saja diciumnya begitu tulus. Besok saya akan mencium semua pasien saya.”</p>
<p><em>Luangkan sejenak waktu untuk <span style="color: #008000;"><a href="http://bit.ly/oXcjkp" target="_blank"><span style="color: #008000;">memilih Robin Lim untuk CNN Heroes 2011.</span></a></span> Anda hanya perlu memasukkan alamat email atau akun facebook. Satu alamat email (berapa email yang Anda punya?) atau akun facebook bisa melakukan <em>vote</em> maksimal 10 kali sehari. Voting ditutup pada 7 Desember 2011.</em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/a-message-of-love-from-robin-lim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu dan bayi membutuhkan kamu</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/membutuhkan-kamu/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/membutuhkan-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 08:02:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Lim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=861</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya, saya berharap menjadi CNN Hero akan menggiring perhatian kepada kebutuhan global untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pada dasarnya, saya berharap menjadi CNN Hero akan menggiring perhatian kepada kebutuhan global untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi.</strong></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/RobinLim_5.jpg"><img class="aligncenter" title="Robin Lim" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/RobinLim_5.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Bumi sehat punya tanggung jawab besar untuk menjaga dua klinik kebidanan dan kesehatan (di Aceh dan Ubud) tetap berjalan. Selain itu ada program beasiswa Bumi Youth Education Center, daur ulang sampah di desa dan merawat lingkungan.</p>
<p>Kami melakukan pengembangan kapasitas untuk bidan Indonesia dari beberapa pulau dan negara lain. Bumi Sehat menyediakan ambulans gratis dan layanan kesehatan darurat, pendampingan dan pemeriksaan HIV/AIDS, perawatan kesehatan bayi dan anak, layanan klinik gratis khusus untuk pengobatan penyakit kronis. Kami juga memiliki program latihan orang jompo dan ibu hamil. Bumi Sehat buka 24 jam setiap hari, sepanjang tahun. Bumi Sehat telah menolong 20.500 pasien dan menolong persalinan hampir 400 bayi secara cuma-cuma.</p>
<p>Dekat dengan episentrum bencana tsunami Samudera Hindia 2004, Bumi Sehat menjalankan klinik yang juga mensponsori pengembangan kapasitas untuk pendidikan kaum muda dan pelestarian lingkungan hidup. Masih banyak lagi yang ingin kami lakukan… Bumi Sehat membutuhkan penghargaan CNN #1, dan akan memanfaatkannya untuk menyediakan layanan kesehatan yang sejalan dengan kebudayaan dan berkelanjutan.</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><em></em><em>Luangkan sejenak waktu untuk <span style="color: #008000;"><a href="http://bit.ly/oXcjkp" target="_blank"><span style="color: #008000;">memilih Robin Lim untuk CNN Heroes 2011.</span></a></span> Anda hanya perlu memasukkan alamat email atau akun facebook. Satu alamat email (berapa email yang Anda punya?) atau akun facebook bisa melakukan <em>vote</em> maksimal 10 kali sehari. Voting ditutup pada 7 Desember 2011.</em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/membutuhkan-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
