<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; Gaya Hidup</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/category/lifestyle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Pelayan cinta yang ketinggalan zaman</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/050512-pelayan-cinta/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/050512-pelayan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 22:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Lim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bidan]]></category>
		<category><![CDATA[midwifery]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini terlalu romantis dan ketinggalan zaman. Teknologi tidak menjawab sepenuhnya persoalan kematian ibu dan bayi.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mungkin ini terlalu romantis dan ketinggalan zaman. Teknologi tidak menjawab sepenuhnya persoalan kematian ibu dan bayi.</strong></p>
<p>Perserikatan Bangsa Bangsa menargetkan <a href="http://www.un.org/millenniumgoals/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Tujuan Pembangunan Millenium</span></a> (Millenium Development Goals/MDG’s) tercapai tahun 2015. Kurang dari tiga tahun lagi. Tiga dari tujuan ini berkaitan dengan <a href="http://akarumput.com/featured/a-message-of-love-from-robin-lim/"><span style="color: #008000;">kegiatan kami di Yayasan Bumi Sehat</span></a>, klinik bersalin dimana saya berpraktek sebagai bidan. Tujuan ke-4 sampai 6 dalam MDG’s adalah mengurangi kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lain.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Robin_midwives.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1904" title="Philippines Midwifery League" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Robin_midwives.jpg" alt="" width="600" height="308" /></a></p>
<p>Sayangnya, dunia kami belum bisa mencapai tujuan-tujuan ini yang mengadvokasi hak dasar manusia untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Tanggal 5 Mei adalah <a href="http://www.internationalmidwives.org/Whatwedo/InternationalDayoftheMidwife/tabid/327/Default.aspx" target="_blank"><span style="color: #008000;">Hari Kebidanan Internasional</span> </a>dan saya berada di kota General Santos, Mindanao, Filipina. Pada pertemuan Philippine League of Midwives National Congress, lebih dari 800 bidan bersemangat mencapai solusi nyata untuk masalah tingkat kematian ibu dan bayi.</p>
<p>Menurut World Health Organization (WHO), 981 wanita meninggal setiap hari akibat komplikasi terkait dengan kehamilan dan melahirkan. Angka itu lebih besar dengan korban yang jatuh bila setiap hari dua pesawat Boeing 747 jatuh dari langit. Jika pesawat terbang jatuh pasti akan menjadi berita utama di media massa. Dan pastinya, kebanyakan orang tidak akan berani terbang hingga masalah ini diatasi. Namun, hampir 1.000 wanita meninggal setiap hari, mereka belum tua dan tidak sakit, mereka adalah wanita hamil dan melahirkan.</p>
<p>Kematian ini didorong oleh kemiskinan, yang menyebabkan kekurangan gizi, dan kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Padahal kebanyakan kematian ini bisa dicegah. Yang lebih menyedihkan lagi, menurut Amnesty International, jumlah<span style="color: #008000;"> <a href="http://www.amnesty.org/en/news-and-updates/usa-urged-confront-shocking-maternal-mortality-rate-2010-03-12 " target="_blank"><span style="color: #008000;">kematian ibu dan anak yang tercatat adalah jauh di bawah yang nyata </span></a></span>karena kurangnya data yang akurat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Bumi_new_fam.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1907" title="Bumi Sehat family" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Bumi_new_fam-300x224.jpg" alt="" width="286" height="213" /></a>Wanita yang paling berisiko adalah minoritas asal Afrika dan Asia yang tinggal dalam kemiskinan, masyarakat suku, transmigran, atau terlantar, dan memiliki sedikit akses terhadap informasi. Banyak dari wanita yang pergi ke bidan untuk pelayanan kesehatan reproduksi termasuk dalam kategori ini.</p>
<p>Sebagai bidan, saya mendedikasikan kehidupan saya untuk berusaha membantu masalah ini, sambil memikirkan mengapa tragedi ini terjadi. Kita perlu terus bertanya, bagaimana kami bisa mencapai solusi nyata untuk masalah ini.</p>
<p>Pada <a href="http://www.huffingtonpost.com/robin-lim-cpm/birth-on-the-edge_b_1412505.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">blog saya di Huffington Post</span></a> ada yang berkomentar: &#8220;Karena inilah ada rumah sakit, walaupun kebidanan itu romantis, sudah ketinggalan zaman dan harusnya dilarang.”</p>
<p>Saat dibutuhkan, rumah sakit dan ahli khusus adalah keajaiban. Namun, saya yakin bahwa metode layanan kesehatan bidan-ke-ibu adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah Ibu dan bayi menghadapi risiko. Saat dirawat oleh bidan, Ibu memiliki kesempatan lebih untuk hasil kelahiran yang terbaik, dengan lebih sedikit kebutuhan teknologi dan jauh lebih sedikit biaya. Dari pengalaman kami dengan pasien di klinik Bumi Sehat di Bali dan Aceh, dimana lebih dari 4,000 bayi telah lahir, bidan menjadi penyedia yang peduli untuk mencegah tragedi.</p>
<p>Komentar di atas mungkin wajar dari orang yang datang dari negara maju seperti Amerika Serikat atau negara-negara Eropa. Mungkin puluhan ribuan orang lain di Indonesia, tempat saya tinggal, berpikir serupa. Saya bersyukur pemerintah Indonesia, lewat Kementerian Kesehatan tidak punya pikiran serupa.</p>
<p>Kementerian Kesehatan semakin banyak menginisiasi program yang meningkatkan peran bidan, terutama di desa terpencil yang mungkin penduduknya belum pernah melihat mobil. Tidak bisa dipungkiri, bidan adalah garda depan kesehatan masyarakat desa.</p>
<p>Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak menghabiskan dana pada riset teknologi kelahiran. Statistik dari PBB bulan September 2010 menunjukkan AS jauh tertinggal dari banyak negara berkembang untuk tingkat kematian ibu saat melahirkan. Ibu yang melahirkan di AS lebih berisiko untuk meninggal akibat komplikasi kehamilan daripada wanita di 40 negara lain.</p>
<p>Dasar dari cara kami melayani Ibu, bayi dan keluarga adalah kepedulian pada mereka yang kurang mampu dan tidak memiliki suara. Sambil saya membuat tulisan ini, mungkin seorang ibu dari angka rata-rata 981 tadi baru meninggal dalam proses melahirkan. Ini tidak bisa diterima. Anda bisa bertepuk tangan dan mengatakan, “Saya percaya pada teknologi.” Tetapi ini tidak akan mengubah kenyataan. Jika ingin melihat tingkat kematian ibu dan bayi menurun, tepuklah tanganmu dan katakan, “Saya percaya pada bidan!”</p>
<p>Hari ini saya merayakan Hari Kebidanan Internasional di Filipina, tanah asal ibu saya. Sebelum ada banyak rumah sakit di sini, <em>Lola</em> (nenek) saya adalah seorang <em>hilot</em>, dukun tradisional. Dia menghargai alam dan budaya wanita. Kini, bidan punya pelatihan ilmu kesehatan yang bagus sekali.</p>
<p>Para bidan bisa berdiri kuat pada tiga kaki: menghargai alam, menghargai budaya dan tradisi, dan punya pemahaman pengetahuan yang kuat. Untuk saudari-saudariku terkasih, para bidan di luar sana: mungkin kita terlalu romantis dan ketinggalan zaman, mari jangan berhenti menyelamatkan nyawa dengan sentuhan cinta terhadap Ibu. Selamat Hari Bidan.<strong></strong></p>
<p><iframe width="600" height="305" src="http://www.youtube.com/embed/yIDQyoUPvLw" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><strong></strong><em>Foto utama oleh <a href="http://www.virginienoel.be/" target="_blank">Verginie Noel. </a> </em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/050512-pelayan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nafka talks and responsible products presentation</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/170412-nafka-talks/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/170412-nafka-talks/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 04:02:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Little Tree]]></category>
		<category><![CDATA[nafka]]></category>
		<category><![CDATA[Patungan.net]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1894</guid>
		<description><![CDATA[Talks and responsible lifestyle products presentation by Nafka, Patungan.net and Wisnu Open Space. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Nafka-5X5-Talks.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1895" style="border: 1px solid black;" title="Nafka_talks" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Nafka-5X5-Talks-1024x425.jpg" alt="" width="600" height="249" /></a><strong></strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Nafka – 2nd chance to be Better</strong><br />
<em><strong>Talks and responsible lifestyle products presentation</strong></em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Minggu 22 April 2012 | 2-4pm</strong><br />
di Little Tree Green Building Center<br />
Jl. Sunset Road No. 112x, Kuta &#8211; Bali</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Presentation and discussion sessions:</strong><br />
1. Responsible lifestyle product ideas by <a title="Kejutan visual Nafka" href="http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/"><span style="color: #008000;">NAFKA</span></a> | Ayip<br />
2. Financing creative and good projects by <a href="http://patungan.net" target="_blank"><span style="color: #008000;">Patungan.net</span></a> | Enrico Halim<br />
3. The making of Wisnu Open Space | Made Suarnatha</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/170412-nafka-talks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejutan visual Nafka</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 08:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah & Polusi]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[nafka]]></category>
		<category><![CDATA[upcycle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1876</guid>
		<description><![CDATA[Produk upcycle sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Produk upcycle sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.</strong></p>
<p>Pekerjaan seorang desainer adalah memastikan sebuah model harus bisa dikonversi menjadi prototype kerja –cetak biru untuk manufaktur. Namun, sudah kodrat manusia untuk mengukir individualitas. Sejak tahun 1980an desainer mulai menyuntikkan “kromosom” identitas unik kepada produk berskala industri.</p>
<p>Masyarakat berpendapatan tinggi -yang merupakan target industri- mengisi lubang besar kebosanan hidup kesehariannya dengan membeli. Namun menjadi kebosanan baru apabila mereka memakai benda yang persis dengan orang lain. Era konsumsi seragam telah berlalu. Produksi massal terus dikonter oleh sesuatu yang benar-benar individual. Pseudo individual memang.</p>
<p>Pada periode 1980an juga, pertanyaan tentang kerusakan alam tidak lagi ekslusif dari para pejuang lingkungan. Seruan untuk menghentikan kehancuran hutan, polusi lingkungan, dan efek rumah kaca menjadi gerakan populer. Terminologi Eco, Green, dan Global Warming terus digemakan seiring pembicaraan pentingnya Penggunaan Ulang, Pengurangan dan Daur Ulang (Reuse – Reduce – Recycle).</p>
<p>Recycle dinilai terlalu mahal dan butuh energi besar. Maka merebak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Upcycling" target="_blank"><span style="color: #339966;"><em>upcycle</em></span></a>, memanfaatkan barang tak terpakai menjadi memiliki kegunaan baru, seperti yang dilakukan <a title="Freitag (1): Sukses dengan terpal bekas" href="http://akarumput.com/featured/freitag-1-success-with-used-tarps/" target="_blank"><span style="color: #339966;">Freitag</span></a>. Di Bali digagas <a href="http://www.nafka.asia/" target="_blank"><span style="color: #339966;">Nafka</span></a>, sebuah laboratorium kreatif para desainer yang mengusung semangat menciptakan responsible lifestyle product. Pada Juni 2011, di Denpasar Nafka menggelar pameran perdana bertajuk Wonderground. Nafka kembali memamerkan kreasi para desainernya pada<a href="http://akarumput.com/environment/1889-sus-solutions-week/"> <span style="color: #339966;">Ecologically Sustainable Solutions Week 16 &#8211; 22 April 2012</span> </a>di Little Tree, Kuta Bali.</p>
<p>Penggunaan materi bekas membuat pekerjaan desainer Nafka terlokasi pada perancangan bentuk. Lalu sisanya, materi bekas memainkan perannya sebagai kejutan visual. Kita seperti melihat unsur karya montage atau kolase foto dari seniman Dadaisme pada aksesori seperti tas, sofa, partisi dan kap lampu dari bahan limbah reklame atau kemasan plastik bekas. Potongan gambar, nomor atau huruf terpotong, warna menumpuk.<br />
<a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu.jpg"><img class="aligncenter" title="Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu.jpg" alt="" width="600" height="379" /></a></p>
<p>Produk Nafka terlihat melebur batasan antara seni dan kerajinan dan mewujud sebagai aksesori kehidupan sehari-hari. Mereka atraktif bagi mata yang terlatih secara visual. Produk Nafka adalah kejutan menyenangkan di tengah dunia keseharian yang dipenuhi produk massal yang standar. Karena sumber daya bahan limbah terbatas, maka jumlah produksi pun tidak massal. Produk Nafka sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/5856923660_810a016e44.jpg"><img class="alignleft" title="Nafka design" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/5856923660_810a016e44.jpg" alt="" width="218" height="256" /></a>Produknya untuk ekspresi individualitas. Tapi produksinya dijalankan dengan semangat pengembangan komunitas. Nafka menjanjikan pengerjaan produknya kepada mitra kelompok-kelompok perajin. Perajin, seperti juga produsen tradisional lainnya kerap dimarjinalkan dalam belantara ekonomi distribusi.</p>
<p>Pada sistem perdagangan modern, tidak bisa dipungkiri kehadiran perantara atau pemasar. Ketika produsen dan konsumen terlalu berjarak hingga sulit mengakses satu sama lain, peran pemasar kian besar. Namun pihak perantara dagang kerap mendikte harga untuk memaksimalkan keuntungan. Produsen tidak punya daya tawar lebih untuk menjual dengan harga yang lebih menguntungkannya.</p>
<p>Ketidakadilan pemasaran ini hanya menguntungkan perantara dagang dan eksploitatif terhadap produsen. Di Bali, gejala ini telah berlangsung lama misalnya pada perdagangan barang seni atau kerajinan. Art shop menetapkan marjin keuntungan yang sangat tinggi, bisa mencapai 60 persen, atas produk perajin. Sampai ke tangan konsumen, kerajinan bisa menjadi mahal, namun nilai yang dinikmati produsen tak sebanding.<br />
Kemitraan Nafka dengan perajin dijalankan dengan semangat perdagangan yang adil (fair trade). Ini menjadi saluran cita-cita keberlanjutan (sustainability) yang tidak semata-mata untuk memurnikan lingkungan, tapi demi manusia.</p>
<p>Butuh kerja keras untuk memelihara prinsip fair trade sebagai aktivitas ekonomi murni. Sehingga tidak menjadi “asal fair trade.” Dibeli karena kualitas bukan karena dikasihani.</p>
<p>Bila upcycling menjadi kegemaran yang mewabah, apakah benda-benda upcycle akan memiliki nilai ekonomi yang spesial? Setiap orang pasti bisa melihat benda-benda tidak terpakai di sekitarnya dan mentransformasinya ke bentuk dan kegunaan lain. Lantas akan adakah pasar bagi produk Nafka?</p>
<p>Di sini lah sebuah sistem bernama brand –yang kerap misterus- bekerja. Benda tidak sekadar diukur dalam perspektif utilitarian atau manfaat semata. Masyarakat urban tetap ingin berkomunikasi meski membutuhkan deklarasi individualitas di tengah perasaan disorientasi kesendirian hidupnya. Brand adalah tawarannya.</p>
<p>Brand menjadi alat interaksi, sebuah perayaan kebersamaan meski tanpa komunikasi. Tanpa bertukar pesan. Sebab brand adalah pesan itu sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Nafka-5X5.jpg"><img class="size-full wp-image-1880 aligncenter" style="border: 0.1px solid black;" title="Nafka-poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Nafka-5X5.jpg" alt="" width="600" height="852" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BaliSpirit 2012 – menjadi baik, bukan belajar aerobik</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/090412-balispirit-2012/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/090412-balispirit-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 09:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Virginie Noël</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Responsible Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Spirit Festival]]></category>
		<category><![CDATA[BaliSpirit Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<category><![CDATA[yoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1856</guid>
		<description><![CDATA[Guru menjadi murid, murid menjadi guru. Lebih dari 1.000 orang berkumpul, meski partisipan pribumi masih kecil.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/BSF-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1857" title="BSF2012" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/BSF-1.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><strong></strong></p>
<p><strong>Guru menjadi murid, murid menjadi guru. Lebih dari 1.000 orang berkumpul, meski partisipan pribumi masih kecil.</strong></p>
<p>BaliSpirit Festival telah berakhir hari Minggu pekan lalu. Selama lima hari penuh beragam kegiatan, dari yoga dan tari, hingga musik dan workshop pengobatan holistik. Festival ini pada tahun ke-5 berhasil menarik jumlah penonton terbanyak dalam sejarahnya.</p>
<p>Selama festival ada workshop mengenai beragam gaya yoga, seperti Hatha, Anusara, Yin, Vinyasa Flow, Ashtanga, Acro dan Kundalini. Juga banyak workshop tarian dinamis, termasuk Nia, 5 Rhythms, dan Tarian Afrika Barat yang sangat populer. Ada banyak kesempatan untuk refleksi diri dan pengembangan diri, juga kesempatan untuk bisa menggerakkan tubuh secara asyik.</p>
<p>Festival tahun ini menyatukan guru yoga yang ahli, namun tetap terbuka untuk penganut yoga baru atau orang awam yang hanya penasaran. Susan, pelaku yoga dari America Serikat, menyimpulkan pengalamannya selama festival. “Ada banyak workshop dan hal-hal luar biasa yang bisa dicoba. Tetapi untuk saya sendiri, yang paling penting adalah bisa bertemu dengan banyak orang yang pikirannya sepaham dengan saya dan membangun koneksi dalam komunitas,” kata dia</p>
<p>Tahun ini BaliSpirit festival menarik lebih dari 1.000 orang yogi (penganut yoga), musisi, dan penari dari Amerika Serikat, India, Amerika Selatan, Australia, China, Jepang, Eropa, dan Afrika. John Ogilvie, presenter yoga, sponsor festival dan pendiri Byron Yoga Center di Australia, sadar dengan daya tarik festival ini. “Ada komunitas internasional yang bertemu di festival ini. Semua orang yang hadir akan membawa pulang ide dan inspirasi dari festival ini ke komunitasnya masing-masing,” kata Ogilvie.</p>
<p>Dengan cara ini, kesadaran global mengenai kesehatan dan isu lingkungan akan terus berkembang. Spiritualitas, menurut Ogilvie, haruslah praktis. Dengan membangun komunitas internasional, slogan ‘Berpikir Global, Bertindak Lokal’ bisa menjadi kenyataan.</p>
<p>Suasana selama festival mendorong saling berbagi, antara presenter dan penonton dapat menikmati hubungan dan pengalaman baru. John Ogilvie mengatakan sangat menikmati pengalaman bertukar tempat dari guru menjadi murid saat ia berpartisipasi dalam workshop oleh guru lain.</p>
<p>“Bagi saya, festival rasanya seperti tempat bermain bebas dan kami saling mengikuti kelas-kelasnya,” kata Michael Hallock, seorang guru Watsu (terapi pijat dalam air). “Biasanya, sebagai presenter, saya menjadi orang yang ‘istimewa’ dalam acara, tetapi di sini saya seperti satu dari banyak. Ini membuat saya merasa biasa saja karena melihat banyak hal yang luar biasa di sekitar, banyak bakat dan kreativitas. Saya melihat banyak orang sepenuhnya berekspresi. Ini sangan menginspirasi dan membuat saya membumi.”</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/533023_10150651981295197_248186520196_9145228_1085053963_n.jpg"><img title="BSF2012-2" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/533023_10150651981295197_248186520196_9145228_1085053963_n.jpg" alt="" width="601" height="317" /></a></p>
<p>Bali adalah lokasi ideal untuk festival yoga. “Kami, warga Bali melakukan yoga selama kehidupan. Kami melakukan yoga setiap kali membuat banten dan setiap kali sembahyang di pura. Kami selalu berusaha untuk meningkatkan kesadaran,” kata Kadek Gunarta, salah satu pendiri festival.</p>
<p>Perlu usaha besar untuk terus menjaga hubungan dengan dunia di bawah kesadaran. Ini juga yang membuat Bali sangat magis dan menjadi inspirasi untuk orang dari luar negeri. Suasana ini teramplifikasi selama festival dengan banyak workshop yang mendorong partisipan untuk melihat ke dalam, menjadi lebih sadar, dan membuka hati. Seperti yang dikatakan instruktur dari Peace and Love Yoga di Los Angeles: “Kamu melakukan yoga untuk menjadi manusia yang lebih baik. Jika bukan karena itu – keluarlah dari kelasku dan belajar arobik saja!”</p>
<p>Tahun ini festival berusaha memberi perhatian lebih pada penonton lokal dengan mengundang beberapa presenter lokal. Jane Chen, Indrawati Widjanarko dan Dewi Asmarani menjadi warna baru dalam <em>line-up </em>yang mayoritas bekulit putih. Tetapi festival ini masih perlu usaha lebih untuk benar-benar melibatkan semua pihak, terutama memberi akses untuk penonton pribumi. Festival membuka satu hari gratis untuk semua orang, terutama keluarga Bali, dengan workshop khusus bagi anak-anak, kelas yoga untuk ketua-ketua desa Bali. Tetapi harga tiket festival tidak berbeda untuk peserta lokal, sehingga jumlah penonton Indonesia di empat hari pertama festival masih kecil.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/548500_10150650240445197_248186520196_9139060_1244114597_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1859" title="BSF2012-3" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/548500_10150650240445197_248186520196_9139060_1244114597_n-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Memberi balik ke komunitas, sebagai prinsip yoga, adalah tema utama selama festival. Ini menjadi menarik di tengah arus kehidupan yang materialistis dan individualistis. BaliSpirit Festival mungin hanya bagian kecil dari gerakan yang sedang berkembang di seluruh dunia yang diikuti oleh orang yang mencari komunitas dan gaya hidup holistik. Namun pengaruhnya bisa meluas lebih jauh daripada festivalnya sendiri. “Jika lebih banyak orang di seluruh dunia mempraktekkan yoga, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik,” kata Ogilvie.</p>
<p>Salah satu pengaruh festival adalah menginspirasikan festival bertema yoga dan kesehatan holistik di tempat lain, misalnya Namaste Spirit Festival di Jakarta, Byron Bay Spirit Festival di Australia dan Hawaii Spirit Festival. “Yoga bukan tentang kompetisi, tetapi tentang bersatu dan bekerja sama. Kami ingin kerja lebih dekat dengan BaliSpirit Festival,” kata Pendiri Namaste Festival di Jakarta, Anita Boentarman.</p>
<p>Salah satu aspek penting dari misi festival berhubungan dengan lingkungan. BaliSpirit menjalankan kemitraan dengan beberapa organisasi yang bergerak di bidang lingkungan hidup di Bali, seperti Bali Cantik Tanpa Plastik, Bali ReGreen, dan the Environmental Bamboo Foundation. Festival tahun ini juga bekerja sama dengan East Bali Poverty Project dan seluruh sumbangan yang terkumpul pada hari Cinta Keluarga disalurkan untuk program Ayo! Kita Bicara HIV/AIDS, yang dibentuk oleh BaliSpirit untuk melibatkan masyarakat setempat dalam dialog dan pendidikan mengenai HIV &amp; AIDS.</p>
<p>Pau Castellsague, presenter yoga dan pendiri Barcelona Yoga Conference, menyinggung pentingnya aksi positif. “Saya merasa di Bali hubungan orang dengan alam sangat menginspirasi. Yang telah kita lakukan pada alam sangat menyedihkan, sangat jelek. Sudah waktunya berubah. Dan bukan tentang saat untuk ingin berubah. Sudah terlambat untuk keinginan. Kita harus membuat perubahan, sekarang.”</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/526777_10150650240285197_248186520196_9139058_588817674_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1860" title="BSF-2012-4" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/526777_10150650240285197_248186520196_9139058_588817674_n.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a></p>
<p>Walaupun festival menganggap kesadaran lingkungan penting, pada praktiknya tidaklah sempurna. Di lokasi festival masih terlihat sendok atau cangkir plastik yang bisa menodai citra festival yang ramah lingkungan. Namun, ada kesadaran dan keinginan untuk mengurangi pengaruh negatif festival pada lingkungan hidup. Dan cara festival menangani sampah dan pengaruh lainnya menjadi semakin baik sejak awal festival lima tahun yang lalu.</p>
<p>Selain aspirasi besarnya, festival ini sangat menyenangkan, seperti yang dikatakan Cheri Rae: “Yoga harusnya membuat kita merasa baik.” Dan festivalnya memang tentang ini, merasa baik, dan melakukan hal baik.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/090412-balispirit-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bali Spirit Festival in photos</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/310311_bsf_photos/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/310311_bsf_photos/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 03:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Virginie Noël</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Responsible Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Spirit Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Purnati]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<category><![CDATA[yoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1796</guid>
		<description><![CDATA[Bali Spirit Festival daytime workshops feature yoga, dance, and healing with teachers from across the globe.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.balispiritfestival.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Bali Spirit Festival</span></a> is the most popular yoga festival in the region. Set in the spectacular grounds of the Purnati Center for the Arts in Batuan, just 10 minutes south of Ubud, the daytime workshops feature yoga, dance, and healing with teachers from across the globe. This years Bali Spirit Festival will continue until April 1st, 2012.<br />
<div><p>SimpleViewer Gallery Id 17 has been deleted.</p></div></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/310311_bsf_photos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OBRAL: illustrations around the world</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/140312-illustrations-around-the-world/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/140312-illustrations-around-the-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 04:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Responsible Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[motion graphic design]]></category>
		<category><![CDATA[Obral]]></category>
		<category><![CDATA[Pablo Ientile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1771</guid>
		<description><![CDATA[Proyek "Illustration around the world" adalah misi Pablo Ientile untuk melakukan perjalanan, merekam lewat gambar dan sketsa.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Unknown.jpeg"><img class="size-full wp-image-1773 aligncenter" title="Unknown" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Unknown.jpeg" alt="" width="600" height="454" /></a></p>
<p><a href="http://www.pabloientile.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Pablo Ientile</span></a>, adalah seorang Illustrator dan motion graphic designer yang tinggal dan bekerja di Madrid dan berlin. Dia studi Graphic Design di the FH, Trier, Jerman. Secara spesifik ia mendalami ilustrasi dan animasi dan saat ini bekerja sebagai freelance designer untuk perusahaan periklanan dan majalah.</p>
<p>Proyek<a href="http://illustrationaroundtheworld.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;"> &#8220;Illustration around the world&#8221;</span> </a>adalah misi Pablo Ientile untuk melakukan perjalanan, merekam lewat gambar dan sketsa dan berjumpa artis serta desainer di negara-negara atau tempat yang disinggahinya. Pablo berencana akan membukukan perjalanannya ini pada pertengahan tahun ini.</p>
<p>Proyek ini membuatnya sangat bersemangat dan Bali adalah salah satu tempat yang menjadi favorit dalam perjalanannya. Sebelum kembali ke Jerman akhir pekan ini Pablo ingin berbagi dan berjumpa dengan insan kreatif di Bali sekaligus bertukar pengalaman dan cerita.</p>
<p><strong>Obral 15 Maret 2012</strong><br />
<strong>Tempat: Danes Art Veranda, Jl Hayam Wuruk no 159 Denpasar</strong><br />
<strong>Waktu: 19.00 WITA</strong></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/140312-illustrations-around-the-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi pelancong yang bertanggung jawab</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/080311-responsible-travel-tibet/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/080311-responsible-travel-tibet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 08:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Responsible Travel]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Lhasa]]></category>
		<category><![CDATA[responsible travel]]></category>
		<category><![CDATA[Tibet]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1748</guid>
		<description><![CDATA[Berwisata tidak selamanya baik, apalagi membagikan ceritanya.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Tibet_Alfred1.jpg"><img class="size-full wp-image-1756 aligncenter" title="Tibet_Alfred" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Tibet_Alfred1.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a>Manusia punya hasrat alami untuk menguasai informasi atau pengetahuan lebih cepat daripada manusia lainnya. Hasrat ini yang dikelola oleh industri informasi seperti media massa. Sehingga medan perang teknologi informasi media adalah berlomba cepat mengabarkan.</p>
<p>Kenapa manusia ingin lebih tahu atau lebih cepat tahu daripada sesamanya? Karena dengan begitu dia merasa berkuasa atas orang yang belum tahu. Berbagi pengetahuan menjadi sebentuk penundukan. Kekuasaan bukan lagi bagian inheren dan didominasi subjek yang otoritatif seperti negara. Kekuasaan bisa ada dimana-mana, tidak selamanya bersifat represif. Pengetahuan adalah kuasa.</p>
<p>Salah satu bentuk klaim kuasa pengetahuan adalah penjelajahan atau minimal pelancongan, ke tempat-tempat asing. Di Indonesia akhir-akhir ini, tulisan perjalanan (<em>travel writing</em>) berkembang pesat. Begitu banyak buku bertema kisah perjalanan diterbitkan dan menjadi kategori baru di toko buku.</p>
<p>Pesawat terbang bukan lagi moda transportasi yang mahal untuk diakses. Seperti slogan sebuah maskapai penerbangan murah, sekarang semua orang bisa terbang. Turisme juga terus didongkrak sebagai industri. Saat ini 8 persen produk domestik bruto dunia berasal dari industri pelancongan. Tempat mana di dunia ini yang belum dijelajahi manusia. Pelosok dunia yang citra-citranya mengisi halaman media massa sewaktu-waktu bisa menjadi destinasi wisata paling diincar.</p>
<p>Komodifikasi petualangan sebagai gaya hidup menghadirkan hiperealitas tentang tempat-tempat baru yang menantang untuk ditundukkan. Sementara itu dampak degradasi ekologi, budaya dan pergeseran sikap sosial masyarakat setempat, menjadi konsekwensi logis dari kehadiran turisme.</p>
<p>Belakangan ini sedang gencar dipromosikan pemahaman <em>responsible travel</em>. Setiap pelancong harus menyadari apa dampak kehadirannya pada tempat yang ia datangi, baik secara kultural maupun ekologi. Bentuk perjalanan yang paling bertanggung jawab adalah dengan tidak melakukan perjalanan. Karena kehadiran manusia baru di suatu tempat selain bisa menguntungkan, juga bisa menjadi racun.</p>
<p>Hasrat melancong dan membagikan kisah perjalanan menemukan saluran yang tepat dengan adanya media jaringan sosial seperti facebook atau twitter. Seperti dua hari lalu, seorang warga negara Indonesia membagikan foto-foto dan kisahnya melancong ke Tibet<a href="http://twitter.com/debmaha" target="_blank"> <span style="color: #008000;">lewat akun twitternya</span></a>.</p>
<p>Ada kepingan cerita maksimal 140 karakter yang umum tentang Tibet itu memuat kekeliruan informasi. Dia menyebut Dalai Lama sudah tidak tinggal di Tibet sejak tahun 1995. Padahal tahun sebenarnya 1959, dan pemimpin spiritual itu bukan sekadar “tidak tinggal” tapi mengungsi ke Dharmsala, India.</p>
<p>Dia juga bercerita tentang istana Potala dan Norbulingka, juga foto-foto panoramanya yang memikat secara visual. Tapi dia lupa bercerita tentang kondisi para rahib di Potala yang jumlahnya tinggal segelintir dan posisi mereka seperti petugas kebersihan dengan seragam (bukan berjubah khas rahib). Dia juga mengingatkan waktu terbaik ke Tibet pada bulan Agustus, September, April dan Mei, saat dia sedang berada di Tibet pada bulan Januari.</p>
<p>Lalu <span style="color: #008000;"><a href="https://twitter.com/tibettruth" target="_blank"><span style="color: #008000;">@tibettruth</span></a></span> menyebutkan akun itu sebagai turis yang menyebarkan ilusi propaganda China tentang Tibet yang terjajah. @tibettruth adalah akun gerakan internasional yang menghimpun simpat bagi perjuangan kemerdekaan Tibet. Warga Indonesia pelancong itu membalas kalau dia tidak sedang menyebarkan propaganda, intensinya hanya membagikan apa yang dia lihat dan rasakan ke teman-temannya. Respons itu menunjukkan kegagalan menangkap realitas yang telanjang tentang Tibet sebagai tanah terjajah. Padahal di Lhasa setiap 100 meter ada pos tentara China dan mereka tidak berhenti patroli.</p>
<p>Sekitar setahun silam, fotografer <a href="http://www.timurangin.com/home/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Timur Angin</span></a> melakukan hal serupa lewat twitter. Beberapa saat setelah dari Tibet, Timur mempromosikan rencananya membentuk kelompok tur bersama sebuah majalah fotografi ke Tibet pada bulan terbaik melancong ke Tibet. Rencana ini kandas, karena selama 2011 China tidak mengeluarkan izin masuk [<em>permit</em>] bagi warga asing untuk melancong ke wilayah aneksasi yang disebut Tibet Autonomous Region.</p>
<p>Saya pernah ke Tibet selama 15 hari. Saya menyaksikan Tibet menjadi halaman belakang bagi China yang membutuhkan lokasi piknik bagi warganya yang sedang menikmati lonjakan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. Saya menyaksikan raut wajah kusam para rahib di kuil atau istana yang dibatasi geraknya pasca aksi perlawanan tahun 2008 yang berujung represi tentara China.</p>
<p>Saya menyaksikan, sektor ekonomi di wilayah Tibet yang dikuasi warga dari daratan China. Hampir seluruh toko souvenir dan kebutuhan turis di Lhasa milik orang China. Orang Tibet yang bahasa Inggrisnya lebih mudah dipahami daripada orang China cukup puas berjualan souvenir di kaki lima Barkhor. Pedagang kaki lima di sana selalu jujur menunjukkan mana barang otentik buatan orang Tibet dan mana souvenir buatan China yang sebenarnya kentara seperti barang China pada umumnya.</p>
<p>Saya menyaksikan jalur kereta ke yang diklaim China sebagai infrastruktur untuk kemajuan Tibet, sebagai moda untuk memobilisasi orang China ke Tibet. Dari penguasaan ekonomi, ruang gerak orang Tibet asli akan kian dikekang. Upaya menancapkan kuku dengan memobilisasi warga di wilayah aneksasi merupakan pengulangan dari yang dilakukan China di Uyghur. Bahkan di Uyghur yang pribuminya mayoritas muslim terjadi upaya pembersihan etnis (ethnic cleansing).</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Lonely-Planet-Tibet1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1758" title="Lonely-Planet-Tibet" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Lonely-Planet-Tibet1.jpg" alt="" width="200" height="309" /></a>Saya menyaksikan tentara China menahan buku <em>Lonely Planet</em> Tibet yang digeledah dari ransel seorang turis di pos perbatasan dengan Nepal. China mengharamkan Lonely Planet masuk Tibet karena buku panduan itu memuat peta wilayah Tibet dengan warna terpisah dari China dan foto Dalai Lama yang eksil di India.</p>
<p>Saya menyadari perjalanan saya ke Tibet sebuah kekeliruan. Berwisata ke sebuah wilayah yang terjajah berarti menyalurkan devisa bagi penjajah. Meski di awal perjalanan saya sudah berusaha menekan dampak itu dengan memakai biro perjalanan milik orang Tibet asli, bukan perusahaan China.</p>
<p>Satu-satunya kebanggaan tentang Tibet yang saya simpan adalah kaos dengan bendera dan teks “Free Tibet”. Itupun saya dapatkan di Kathmandu, Nepal, setelah membujuk pedagang kaos untuk membordir simbol legendaris itu. Bendera “Free Tibet” memang populer di Nepal, tapi tidak satu pun pedagang yang berani menyimpan stoknya di toko mereka. Mereka membuat bila ada yang memesan, untuk terhindar dari resiko razia aparat pemerintah Nepal yang sesekali ingin menunjukkan persahabatannya ke China.</p>
<p>Saya menulis beberapa kisah, membuat ribuan foto dan dan puluhan gambar video di Tibet. Tapi saya tidak menyebarkan kisah dan dokumentasi itu sebagai portofolio kebanggaan. Saya tidak ingin menyebarkan pengalaman ke Tibet secara luas sehingga membuat orang lain jadi ingin ke Tibet. Salah satu tulisan saya tentang Tibet saya sematkan menjadi sub judul tulisan ini.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Tibet_Lockdown_Dec2008_by_RyanGauvin.jpg"><img class="size-full wp-image-1751 aligncenter" title="Tibet_Lockdown_Dec-2008" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Tibet_Lockdown_Dec2008_by_RyanGauvin.jpg" alt="" width="608" height="224" /></a></p>
<p><strong>Penjara di Atap Dunia</strong></p>
<p>Di dalam pesawat yang menjelang mendarat, sambutan bentangan alam Tibet membuat mata tak kuasa berkedip. Everest dan puncak-puncak satelitnya seperti pulau di laut awan, menjulang ke langit biru kobal. Salju bertiup seperti bendera yang berkibar dari kejauhan.</p>
<p>Pemandangan yang tak mungkin ditemui di negeri lain. Negeri ini memang atap dunia. Negeri yang sangat istimewa, dengan sejarahnya berselimut tebal spiritualitas, devosi pada Buddha, invasi, penundukan dan penindasan. Negeri yang menjadi mimpi para petualang. Namun mereka harus menghadapi syarat masuk yang cukup ketat, tapi sangat mudah bagi ribuan turis China yang datang setiap musim panas. Tibet ibarat “taman bermain di pekarangan rumah” China.</p>
<p>Dengan pemandu wisata yang menjelaskan dengan perspektif penguasa Tibet, para turis China memenuhi kuil dan biara. Mereka terpesona, dan seharusnya mereka akan lebih terpesona kalau saja tentara China tidak <a href="http://www.freetibet.org/about/10-facts-about-tibet" target="_blank"><span style="color: #008000;">menghancurkan sekitar 6000 biara ketika mengokupasi Tibet tahun 1951</span></a>. Identitas religius Tibet dilucuti secara brutal ketika itu, dan ribuan orang sipil terbunuh.</p>
<p>Tahun 1959, Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14, “sang Buddha yang hidup”, meninggalkan Lhasa dan mengungsi ke India untuk meneruskan perjuangan pembebasan tanah airnya.</p>
<p>Di sejumlah kuil dan biara terpajang lengkap lukisan atau foto semua Dalai Lama, kecuali yang ke-14. Sosok itu sangat diharamkan untuk dibicarakan atau terpajang fotonya di Tibet. Pemandu wisata pun dilarang bicara tentangnya. Turis juga dilarang membawa Lonely Planet masuk atau keluar dari Tibet. Sebab “buku suci” para petualang itu memuat foto Dalai Lama dan peta Tibet sebagai negara yang terpisah dari China. China mewajibkan pemakaian istilah Tibet Autonomous Region (TAR) atau agar lebih eksotis: Tibetan Plateau.</p>
<p>Di Potala Palace, istana Dalai Lama, para biarawan tidak diperbolehkan memakai jubah merah khas mereka. Mereka memakai seragam seperti pekerja, dan bertugas seperti di museum. Sejak aksi protes para biarawan tahun 2008 yang berujung pada kekerasan tentara, menjadi biarawan semakin sulit. Jumlah biara pun berkurang drastis. Populasi biarawan di Potala Palace yang sebelumnya sekitar 600 orang, kini tak sampai 200 orang.</p>
<p>Tiket masuk yang cukup mahal ke biara atau kuil semua masuk ke pemerintah China. Kuil dan biara hidup dari derma warga. Karena itu tidak heran di dalam biara, ada peraturan memotret harus bayar, sebagai pemasukan untuk biara. Di Jokhang Temple, biarawan membuka toko dengan plakat “blessed souvernir” Sementara di luar kuil, di Bakhor Square, turis bisa mendapatkan barang yang hampir mirip dengan harga jauh lebih murah.</p>
<p>Di Lhasa, turis bisa didamprat oleh tentara atau polisi China bila memotret pengemis. China khawatir imaji tentang orang miskin akan merusak upaya pencitraan mereka mengenai kemajuan yang terjadi di Tibet. Jalur kereta tertinggi di dunia Qinghai – Lhasa yang beroperasi sejak 2007 diklaim membawa banyak kemajuan bagi Tibet. Padahal jalur kereta api ini justru untuk memudahkan arus barang dari China, juga mobilisasi militer karena China memiliki 3 situs misil nuklir dan penambangan uranium di Tibet.</p>
<p>Seperti juga di Uyghur, China mencengkeram daerah pendudukannya dengan mengontrol komposisi populasi. Semakin banyak suku Han (orang China) di Tibet dan banyak di antara mereka menguasai basis bisnis. Untuk memuluskan asimilasi, orang Tibet dipaksa untuk berbahasa Mandarin lewat sekolah. Sementara tidak ada satupun orang Han yang mau belajar bahasa Tibet.</p>
<p>Saat ini, orang Tibet tidak bisa ke luar negeri karena tidak bisa memiliki paspor. Sampai tiga tahun lalu, masih banyak orang Tibet yang lari ke Nepal melalui pegunungan Himalaya. Namun kini, penjagaan polisi dan tentara China di pegunungan kian ketat.<span style="color: #008000;"> <a href="http://www.freetibet.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Orang Tibet pun terpenjara di tanahnya sendiri.</span></a></span></p>
<p><iframe src="http://w.soundcloud.com/player/?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F39084493&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=true&amp;color=ff7700" frameborder="no" scrolling="no" width="100%" height="166"></iframe></p>
<p><em>&#8220;Tibet under lockdown&#8221; photo by <a href="http://www.ryangauvin.com">Ryan Gauvin</a> via <a href="http://www.freetibet.org/" target="_blank">Freetibet.org</a></em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/080311-responsible-travel-tibet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memadu butuh tanggung jawab</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/beekeeping-bali-010311/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/beekeeping-bali-010311/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 18:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Dua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali honey]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[bee]]></category>
		<category><![CDATA[beekeeping]]></category>
		<category><![CDATA[honey bee]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Tri Hita Karana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1729</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan ini cukup berbahaya, tapi hasilnya manis.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini cukup sulit menemukan populasi lebah Bali yang diternakkan untuk tujuan produksi madu. Padahal peternakan lebah madu adalah satu bentuk kontribusi positif dalam pelestarian ekosistem unik di pulau ini.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/A-limpa-bee-one-of-Balis-native-bees.-Limpa-means-kidney-and-refers-to-the-bees-shape..jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1733" title="A native Bali limpa bee" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/A-limpa-bee-one-of-Balis-native-bees.-Limpa-means-kidney-and-refers-to-the-bees-shape..jpg" alt="" width="214" height="307" /></a>Menurut Chakra Widia, pendiri Yayasan Tri Hita Karana (THK), peternakan lebih madu membantu pertumbuhan sayuran, buah-buahan dan bunga. “Lebah adalah salah satu pollinator (penyerbuk) alam yang paling produktif dan membawa manfaat positif yang luar biasa, bahkan dapat meningkatkan tingkat panen banyak jenis benih dan buah,” kata Chakra. “Dan yang lebih baik lagi Anda mendapatkan madu.”</p>
<p>THK menerapkan prinsip-prinsip Permakultur untuk pendidikan, advokasi dan mendorong penerapan praktek yang lebih ramah lingkungan dan ekonomi berkelanjutan di Bali. Pada 24-25 Maret mendatang THK adalah menggelar pelatihan peternakan lebah madu di pusat pelatihan Yayasan THK di Pengosekan, Ubud. Tema pelatihan ini “BEE the change” disitir dari kutipan Gandhi “<em>Be the change you want to see in the world</em>”.</p>
<p>Menurut Chakra, peternakan lebih madu tidak bisa dilakukan iseng-iseng saja. “Anda perlu tanggung jawab untuk menerapkannya secara tepat, dan perlu pemahaman dasar tentang lebah, khususnya lebah liar yang ada di Bali,” kata Chakra.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Pak-Panca-gave-us-a-taste-of-the-divine-honey-from-the-tiny-black-bees-that-live-in-the-hive-behind-him.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1734" title="Pak Panca" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Pak-Panca-gave-us-a-taste-of-the-divine-honey-from-the-tiny-black-bees-that-live-in-the-hive-behind-him-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Peserta pelatihan akan belajar dari I Gede Panca, salah satu ahli peternak lebah madu di Bali. Panca seumur hidupnya sudah terlibat dalam peternakan lebah madu. Dia bukan hanya ahli, tetapi juga berdedikasi sebagai advokat untuk populasi lebah liar Bali.</p>
<p>Panca juga menerima penghargaan sebagai peternak lebah madu terbaik di Indonesia tahun 1998. Panca telah mendirikan tiga organisasi lokal peternak lebah di Payangan, Tegalalang dan Petak. Organisasi ini bertemu dua kali setahun.</p>
<p>Materi pelatihan akan disampaikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dan dirancang untuk orang yang baru belajar peternakan lebah dan mau memulai koloni lebah sendiri. Selama pelatihan, partisipan akan belajar tentang lebah asli Bali, dan tentang satu spesies lebih baru yang agresif dan berpotensi mengganggu biodiversitas lebah di pulau ini.</p>
<p>Partisipan juga akan mendapatkan pengetahuan mengenai jenis bunga dan pengaruhnya pada rasa madu yang dihasilkan, lengkap dengan sesi mencicipi berbagai jenis madu.</p>
<p>Setiap partisipan akan membuat rumah lebah madu sederhana yang cocok dengan lebah madu Bali. Rumah lebah ini dapat dibawa pulang atau bisa disumbangkan ke Yayasan THK untuk digunakan dalam kebun percontohan Permakultur milik THK.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Yayasan-Tri-Hita-Karana-Bali-Learning-Centre.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1735" title="Yayasan Tri Hita Karana Bali Learning Centre" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Yayasan-Tri-Hita-Karana-Bali-Learning-Centre-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Kebanyakan waktu pelatihan akan diadakan di pusat pelatihan Yayasan THK – yang terbuat dari bambu dengan desain yang ringan dan sejuk. Juga akan ada kegiatan mengunjung pura tetangga yang dihuni lebah madu, sesuatu yang cukup umum terjadi di Bali.</p>
<p>Panca akan memperlihatkan cara menemukan ratu lebih madu dan memindahkan lebah dari pura tersebut ke dalam kotak rumah lebah.</p>
<p>Partisipan juga akan belajar teknik penempatan kotak lebah madu untuk memancing lebah datang, cara memindahkan lebah ke tempat sumber makanan baru, dan cara mengetahui dan mengatasi masalah predator lebah. Panca juga akan mengajarkan cara memanen madu dan jumlah madu yang bisa diambil dari koloni lebah untuk menjaga lebah tetap punya cukup makanan untuk mereka dan larva lebah. Panca juga akan mengajarkan pengobatan gigitan lebih untuk mengurangi risiko pembekuan darah.</p>
<p>Selama pelatihan, Panca akan didampingi oleh Tri Suda Pala, seorang ahli tanaman obat. Tri akan menyampaikan sifat obat dari madu dan pentingnya penyerbukan untuk tanaman obat. Peserta pelatihan bisa memesan lebah, madu, atau kotak rumah lebah dari Panca.</p>
<p>Chakra berharap pelatihan ini dapat menjadi batu loncatan untuk membantu memperluas pengetahuan mengenai peternakan lebah di Bali dan membentuk jaringan peternak lebah yang bisa turut menjaga populasi lebah Bali. “Kami berharap ini dapat berkembang menjadi organisasi untuk peternak lebah madu Bali yang akan bekerja sama dengan peternak lebah lokal untuk memastikan bahwa koloni lebah asli Bali dapat tetap berkembang,” kata Chakra.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Pak-Panca-and-Pak-Tri-chat-with-visiting-beekeeper-Steve-Black-Peel-from-the-Isle-of-Man-between-England-and-Ireland..jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1736" title="Panca, Tri and Steve Black" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Pak-Panca-and-Pak-Tri-chat-with-visiting-beekeeper-Steve-Black-Peel-from-the-Isle-of-Man-between-England-and-Ireland.-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Steve Black, peternak lebah asal Isle of Man (di antara Inggris dan Irlandia) yang sedang berkunjung di Bali, mengatakan dukungan bagi peternak lebah baru sangat penting. Ia menganjurkan pembentukan kelompok peternak lebah yang terus-menerus bertemu untuk saling belajar.</p>
<p>&#8220;Seseorang tidak bisa mempejari semuanya tentang peternakan lebih dalam satu pelatihan selama dua hari,” kata Steve. “Saat sesuatu terjadi dengan lebah Anda, penting untuk memiliki jaringan orang lain yang lebih berpengalaman dan bisa membagi pengetahuan.”</p>
<p>Pendaftaran peserta akan ditutup tanggal 19 Maret. Untuk mendaftar lewat email ke <span style="color: #008000;"><a href="mailto:thkbalicommunications@gmail.com"><span style="color: #008000;">thkbalicommunications@gmail.com</span></a></span> atau menghubungi 087861463406 atau 081338794571 (Chakra).</p>
<p>Partisipan dianjurkan membawa makan siang sendiri, atau membayar Rp. 15.000 untuk makan siang. Partisipan sebaiknya mengenakan topi, sunscreen, dan jika alergi terhadap gigitan lebah harus membawa EpiPen.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/beekeeping-bali-010311/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat yoga di tempat tidur</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/manfaat-yoga-di-tempat-tidur/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/manfaat-yoga-di-tempat-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 13:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Virginie Noël</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[kama sutra]]></category>
		<category><![CDATA[orgasm]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<category><![CDATA[yoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1521</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh yoga meningkatkan kepuasan seksual lebih besar daripada mengonsumsi obat-obatan.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_1.jpg"><img title="yoga_sex_1" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_1.jpg" alt="" width="600" height="332" /></a></p>
<p><strong>Pengaruh yoga meningkatkan kepuasan seksual lebih besar daripada mengonsumsi obat-obatan.</strong></p>
<p><strong></strong>Saat ini komunitas yoga terutama di Bali berkembang pesat. Yoga semakin banyak menarik perhatian orang lokal dan asing di Pulau Dewata. Para penganut yoga memuji betapa besar manfaat yoga bagi fisik, mental, dan spiritual. Namun, apakah ada manfaat lainnya yang jarang dibicarakan?</p>
<p>Tujuan yoga adalah menjalin kembali hubungan harmonis antara tubuh fisik, pikiran, dan jiwa. Tapi apakah yoga juga bisa meningkatkan hubungan antarinsan? Apakah yoga bisa meningkatkan kehidupan seksual anda?</p>
<p>Teruslah membaca… karena jawabanya “Ya!”</p>
<p>Latihan yoga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan fisik, kebugaran, dan penampilan. Selain membentuk “bokong-yoga” yang seksi, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dalam kehidupan seksual Anda. Manfaat ini lebih daripada yang dibayangkan.</p>
<p>Hal ini telah terbukti secara ilmiah. Penelitian baru yang diterbitkan dalam <em>Journal of Sexual Medicine </em>menunjukkan yoga dapat meningkatkan kehidupan seksual wanita secara signifikan. Bahkan, pengaruh ini lebih tinggi pada wanita di atas 45 tahun. Dalam penelitian ini, wanita berumur 22-55 tahun mengikuti sebuah kursus yoga selama 12 minggu. Setelah kursus, semuanya melaporkan adanya peningkatan kualitas seksual, termasuk meningkatnya gairah, pelumasan, orgasme, kepuasan, dan berkurangnya rasa sakit.</p>
<p>Untuk pria, hasilnya juga positif. Tim peneliti menemukan yoga meningkatkan gairah, kepuasan bersetubuh, gaya, kepercayaan diri, sinkronisasi pasangan, dan orgasme pada peserta yang umurnya berkisar antara 24-60 tahun.</p>
<p><em>Kok </em>bisa? Cara yoga mempengaruhi kehidupan seksual tidak selalu jelas. Namun berikut ada beberapa hal yang menjelaskan pengaruh yoga untuk seks.</p>
<p><strong><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_2.jpg"><img class="alignright" title="yoga_sex_2" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_2.jpg" alt="" width="250" height="375" /></a>Bugar, kuat dan fleksibel</strong><br />
Pada fisik, latihan yoga secara teratur dapat meningkatkan kebugaran, kekuatan otot dan ketahanan. Meningkatnya energi, kekuatan dan kesehatan ikut meningkatkan kepuasan seksual. Mencintai tubuh Anda dapat membuat perasaan seksi terhadap diri saat menikmati aktivitas di tempat tidur bersama pasangan. Kebugaran juga dapat membuat Anda merasa lebih menarik dan percaya diri saat berhubungan dengan pasangan.</p>
<p>Meningkatnya fleksibilitas tubuh dan otot yang lebih panjang dapat memberi keluasaan gerak, yang mengundang eksperimen kreatif saat berakrobatik di kamar tidur. Anda bahkan bisa mempraktekkan gaya-gaya heboh yang ada dalam kitab cinta kuno asal India, Kama-Sutra.</p>
<p>Praktek yang disebut <em>mula bandha</em> dan <em>uddhiyana bandha </em>dalam yoga – yaitu mengencangkan otot perut dan dasar panggul – meningkatkan kekuatan perut dan panggul. Dasar panggul yang kuat meningkatkan sensasi orgasme bagi pria dan wanita karena otot ini berkontraksi dan berperan saat orgasme. Dasar panggul yang kuat juga akan meningkatkan kekuatan dan ketahanan pria dan wanita di semua aspek kehidupan, dan bagi wanita ada keuntungan tambahan, yaitu mempertahankan kebugaran seksualnya di usia lanjut.</p>
<p>Otot panggul yang kuat juga dapat membuat pria tahan lebih lama ejakulasi. Aspek ini vital dalam bercinta, karena wanita biasanya memerlukan lebih banyak waktu dari pada pria untuk terangsang hingga mencapai orgasme. “Yoga sangat mempengaruhi kehidupan seksualku,” kata Sascha, pengikut yoga dari Kanada. “Aku telah meningkatkan kesadaran tentang tubuhku dan pasanganku, serta ketahanan, stamina dan kontrol. Perubahan yang paling berpengaruh bagi saya adalah kesadaran dan kontrol pada daerah <em>mula bandha</em> (dasar panggul), serta meningkatnya kepekaan mengenai energi wanita.”</p>
<p>Penelitian yang dilakukan di All India Institute of Medical Sciences di New Delhi, India, menyimpulkan yoga dapat membantu mengatasi ejakulasi dini dan meningkatkan kepuasan seksual, bahkan pengaruhnya bisa lebih berhasil daripada obat-obatan biasa. Seratus persen dari pelaku yoga menunjukkan perbaikan dalam masalah ejakulasi dini dan kepuasan seksual, dibanding hanya 82 persen dalam kelompok yang mengandalkan obat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1614" title="yoga_sex_4" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_4.jpg" alt="" width="275" height="412" /></a><strong>Lebih hadir, lebih sensasi</strong><br />
Bagian relaksasi yang diterapkan dalam yoga memudahkan Anda untuk mencapai kondisi tenang. Ketenangan yang mendalam memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke organ seksual, sehingga meningkatkan sensitivitas dan respon terhadap rangsangan.</p>
<p>Dengan waktu, yoga dapat meningkatkan kesadaran diri mengenai fisik serta sensitivitas. “Fisiologi menjadi optimal, sistem saraf menjadi lebih baik sehingga anda akan bisa merasakan lebih banyak sensasi dalam tubuh. Yoga akan mendorong kemampuan Anda untuk menerapkan perasaan yang kuat dalam setiap aspek kehidupan,” kata <a href="http://www.yogawithuma.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Uma Inder</span></a>, Yogini dan guru yoga yang telah berpraktek lebih dari 20 tahun. “Yoga mengembalikan Anda pada tubuh.”</p>
<p>Kembali ke tubuh menghasilkan pikiran yang lebih fokus dan sadar. Pikiran yang kurang fokus tidak berguna saat bercinta – jika Anda menginginkan hubungan yang berarti. Peneliti dari Universitas British Columbia menemukan bahwa meditasi dan kesadaran dalam yoga dapat membantu mengatasi masalah seksual pada wanita. Penelitian mereka menunjukkan bahwa latihan kesadaran meningkatkan gairah dan respon seksual pada wanita secara signifikan.</p>
<p>Pikiran yang tenang akan lebih terbuka dan penuh totalitas dalam menikmati saat-saat intim bersama pasangan Anda.<strong></strong></p>
<p><strong> <a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1613" title="yoga_sex_3" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_3.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a></strong></p>
<p><strong>Melampaui fisik</strong><br />
Pengaruh yoga dapat melampaui fisik. Meningkatnya kepercayaan dan pemahaman diri adalah hasil alami dari yoga. Dalam praktek yoga, Anda belajar untuk merasakan sensasi dan emosi yang muncul dalam berbagai postur daripada menghindarinya. Belajar untuk tetap hadir di mana Anda berada, misalnya dalam posisi berdiri terbalik yang kurang nyaman, membantu mengembangkan pengetahuan mengenai diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Anda belajar, misalnya, bahwa rasa takut hanyalah emosi, dan Anda tidak harus menyerah padanya. Jadi, perlahan-lahan Anda akan merasa lebih nyaman dalam posisi yang rentan, baik saat latihan berdiri terbalik dalam kelas yoga maupun saat mengutarakan keinginan pada pasangan di tempat tidur.</p>
<p>Hubungan Anda akan secara alami membaik akibat meningkatnya kesadaran diri dan kemampuan untuk menghormati diri dan orang lain. Menurut Uma, “pada dasarnya, yoga meningkatkan kebebasan fisik dan kedewasaan emosi. Kesadaran untuk menerima keadaan diri dapat meningkatkan kemampuan Anda dalam membina hubungan yang jujur dengan sesama.” Dengan terbinanya hubungan yang baik, maka seks pun ikut membaik.</p>
<p>Lagipula, yoga seiring waktu, mungkin dapat membantu memperbaiki pendapat budaya dan sosial yang memandang bahwa seks itu jahat dan menempatkan wanita untuk tidak bisa ikut menikmatinya. Menurut Margot Anand, guru besar Tantra Yoga dan pendiri Skydancing Tantra, “Jika ingin menjadi pencinta yang ulung, baik pada tingkat fisik maupun spiritual, kita harus meninjau kembali kepercayaan mana yang menemani pertumbuhan kita dan menentukan apakah kita setuju dengan kepercayaan tersebut. Anda harus sadar bahwa kepercayaan hanyalah sesuatu yang diberikan padamu dari luar – itu bukan kejujuranmu atau pengalamanmu.”</p>
<p>Mengenai seks, kata Anand, kepercayaan pertama yang harus dilepaskan adalah bahwa seks itu “tabu”. Seks adalah sesuatu yang sakral. Kepercayaan kedua yang harus dilepas adalah bahwa wanita tidak dibolehkan mendapat kenikmatan yang sama, atau jumlah pasangan yang sama, dengan pria. “Kepercayaan ketiga yang perlu dilepas adalah bahwa Sang Dewi hanyalah sebuah patung untuk dipuja di kuil, sementara di rumah, wanita hanyalah pekerja dan seorang ibu rumah tangga. Bukanlah demikian.  Jika anda bisa melihat sesuatu yang suci dalam pasangan dan bercinta di tingkat tersebut – sambil anda berdoa, anda memberi cinta – saat itulah anda mengalami anugerah kenikmatan tertinggi karena anda telah melampaui ego.”</p>
<p><strong>Dari daerah terbawah</strong><br />
Dengan mengintegrasikan setiap lapisan pengalaman manusia – fisik, mental dan spiritual – yoga tidak hanya meningkatkan kualitas orgasme Anda. Yoga bahkan dapat mengarahkan Anda pada orgasme yang ‘tercerahkan’. “Dalam sistem Kundalini Tantra, pusat seksual, yaitu cakra kedua (<em>swadisthana</em>), bisa dialami sebagai pusat seseorang menemukan kestabilan dan dukungan,” kata Uma Inder. “Dalam tradisi, pusat seksual dapat menjadi dasar untuk menciptakan pengalaman spiritual dan mengembangkan pengalaman tersebut.”</p>
<p>Yoga Kundalini dan Tantra mengembangkan kesadaran pada pusat-pusat cakra bawah, dan membukanya. “Ini adalah gerbang awal dari perjalanan spiritual, dasar dari eksistensi kita,” kata Uma Inder. “Semua pengalaman spiritual berawal di cakra bawah, dan ini telah terbukti secara ilmiah.”</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_5.jpg"><img class="alignright" title="yoga_sex_5" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/yoga_sex_5.jpg" alt="" width="265" height="398" /></a>Tantangannya adalah mengembangkan cakra bawah tersebut, tanpa menjadi terjebak di dalamnya, karena “ada tujuan yang lebih tinggi dari hubungan seksual, yaitu menciptakan manusia baru atau kesadaran baru yang lebih tinggi. Tingkat seksual tertinggi adalah penyatuan energi dan kesadaran dalam setiap aspek tubuh dan kehidupan kita.”</p>
<p>Di tingkat yang lebih tinggi, seorang yogi dapat mencapai kemampuan mengalami orgasme seluruh tubuh, tanpa perlu melakukan tindakan seksual. Seperti yang dikatakan Margot Anand, “Saat anda mencapai kenikmatan tersebut, anda bahkan tidak memikirkan seks lagi, karena anugerah ini jauh lebih nikmat dari seks!”</p>
<p>Apakah anda masih membaca, atau sudah berada di atas yoga mat?</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/manfaat-yoga-di-tempat-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koperasi petani gaya baru ala Swiss</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/koperasi-petani-gaya-baru-ala-swiss/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/koperasi-petani-gaya-baru-ala-swiss/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 12:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mohammed Ikhwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Kebunmu]]></category>
		<category><![CDATA[consumer supported agriculture]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Petani Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[spi]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1472</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah koperasi di Swiss mengembangkan sistem produksi pertanian yang didukung konsumen dengan membayar di muka. Konsumen juga diwajibkan bekerja di atas lahan beberapa jam per tahun.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/herbs_farming.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1481" title="Seedlings" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/herbs_farming.jpg" alt="" width="600" height="362" /></a>Sebuah koperasi di Swiss mengembangkan sistem produksi pertanian yang didukung konsumen dengan membayar di muka. Konsumen juga diwajibkan bekerja di atas lahan beberapa jam per tahun.</strong></p>
<p>Tanah seluas dua setengah hektar di kawasan Ziplo, Jenewa itu sepi. Hanya ada selada-selada kecil dan beberapa tanaman herbal. Karena masih transisi dari musim dingin ke musim semi di Swiss, aktivitas di koperasi Jardin du Chorroton pun masih lengang.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/05.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1477" title="Chicken coop" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/05-300x225.jpg" alt="" width="317" height="237" /></a>“Ini bukan tanah milik petani dan konsumen di sini,” ujar Irene (29) enteng. “Empat tahun lalu, kami mengambilnya karena ditelantarkan,” kata dia lagi. Alkisah, tanah ini dulunya ditanami ala pertanian konvensional lengkap dengan pupuk dan racun kimia. “Pertanian di sebelah pun masih konvensional, ini (menunjuk batas tanah antara kedua lahan) adalah perbedaan antara kematian dan kehidupan.”</p>
<p>Tanah pertanian di sebelah Jardin du Chorroton dimiliki pekerja imigran dari Portugal. Berbeda dari tanah yang dikelola Irene, tanahnya kelihatan sangat kering dan gersang.</p>
<p>Ada 140 keluarga yang menjadi anggota koperasi di bawah Uniterre, organisasi petani anggota La Via Campesina ini. Pada tahun 2007, mereka sepakat membuat koperasi dengan petani yang bekerja di lahan tersebut dengan model pertanian yang didukung konsumen (<em>consumer supported agriculture</em>).</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/06.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1478" title="Eating from the farm" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/06.jpg" alt="" width="247" height="328" /></a>Uniknya dari sistem ini adalah konsumen membayar di muka sebesar 1.400 Franc Swiss (sekitar Rp13,2 juta) per tahun. Semua itu untuk produk yang disetujui antara anggota koperasi untuk ditanam di tanah tersebut. Dengan sistem ini, petani yang bekerja—sekitar enam orang, Irene salah satunya—mendapatkan kepastian gaji per bulan.</p>
<p>Produk pangan yang dihasilkan resikonya ditanggung bersama. Jika produksi berlimpah, konsumen mendapat banyak. Jika produksi susut seperti musim dingin, konsumen juga mendapat sedikit. Seluruh produk dikemas dalam keranjang dan didistribusikan koperasi dalam setiap minggu ke titik-titik pengambilan (<em>drop points</em>) di kota Jenewa.</p>
<p>Konsumen secara mandiri mengambil keranjang bagian mereka. Konsumen juga diwajibkan bekerja di atas lahan selama 16 jam per tahun. “Perlu konsumen yang tercerahkan untuk menjadi bagian sistem ini,” ujar Irene.</p>
<p>Dia juga menyatakan saat ini banyak keluarga di Jenewa yang ingin menjadi bagian koperasi gaya baru ini. Namun untuk kendali mutu dan keterbatasan produksi di tanah sempit tersebut, mereka dengan terpaksa menolak. Saat ini ada puluhan koperasi yang mengadopsi sistem <em>consumer supported agriculture</em> di Swiss.</p>
<p>Di <em>Jardin du Chorroton</em>, hampir seluruh tata kelola sudah termekanisasi. Mereka punya hampir sepuluh rumah kaca dengan konstruksi yang cukup baik, lengkap dengan sistem irigasi. Mereka punya bermacam alat mulai dari traktor tangan hingga traktor besar, mesin-mesin untuk membajak, menggemburkan tanah, membentuk bedeng untuk penanaman benih, dan sebagainya.</p>
<p>Karena bertani dengan sistem pertanian berkelanjutan, proses mengangkat kompos (dan juga proses limbah) juga cukup termekanisasi. “Salah satu teman saya yang bekerja di sini agak tergila-gila dengan mesin,” kata Irene sambil terkekeh.</p>
<p>Salah satu budaya tradisional yang mereka pertahankan adalah kereta yang ditarik kuda. Mereka punya beberapa ekor kuda yang mereka pelihara untuk bekerja di lahan. Mereka bisa membajak, mengangkat hasil pertanian, bahkan untuk demonstrasi. Dari situ nama <em>Chorroton</em> (kereta kuda) berasal.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/03.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1475" title="The Farm" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/03.jpg" alt="" width="601" height="450" /></a>Siang itu tampak satu orang konsumen sedang memetik daun <em>saige</em> (sejenis tanaman herbal) dan bekerja di sebidang tanah. Biasanya di akhir minggu, para konsumen mengajak keluarga mereka, terutama anak-anak untuk belajar dan bermain di Jardin du Chorroton.</p>
<p>Pola koperasi produksi dan konsumsi pangan seperti ini memang sedang berkembang di seluruh dunia. Jika kita lihat selain Swiss, Jepang, Amerika Serikat dan Spanyol adalah beberapa negara dimana <em>Community Supported Agriculture</em> sedang naik daun. Jika dirata-rata, harga yang didapat tak berbeda jauh dengan pasar konvensional. Nilai lebihnya adalah penekanan pada produk lokal, konsumen tahu kendali mutu, dan pendeknya rantai dagang.</p>
<p>Di sisi petani, selain harga yang terjamin mereka juga meraih pendapatan yang cukup dari sistem tersebut. Petani juga aman dari resiko gagal panen atau turun-naiknya harga.</p>
<p>Bisakah sistem seperti ini dikembangkan di organisasi petani lokal? Dan di Indonesia secara luas?</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><em>Penulis adalah Ketua Departemen Luar Negeri <a href="http://www.spi.or.id" target="_blank"><span style="color: #008000;">Serikat Petani Indonesia.</span></a> Tulisan ini dibuat di sela-sela aktivitas mengusung hak asasi petani di tengah sidang ke-16 Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, di Swiss, Maret 2011.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/koperasi-petani-gaya-baru-ala-swiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
