<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; Seni &amp; Budaya</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/category/inspiration/arts-culture/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Bali Anti-Corruption Fest</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/bali-anti-corruption-fest/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/bali-anti-corruption-fest/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2013 04:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Anti-Corruption]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[ICW]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Morfem]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=2012</guid>
		<description><![CDATA[Bali Anti-corruption Fest, 13 April 2013, Jam 16:00-23:00 di Gd. Sawaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Bali. Free entry.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Anti-corruption Fest: Tur album kompilasi Frekuensi Perangkap Tikus (unduh gratis di <a href="http://beranijujur.net/" target="_blank">Beranijujur.net</a>)<br />
13 April 2013, Jam 16:00-23:00<br />
di Gd. Sawaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Bali</p>
<p>Bands: Navicula, Geekssmile, Scared of Bums, Ripper Clown (Denpasar), Morfem (JKT), Iksan Skuter (JKT)</p>
<p>Teater Kini Berseri, Mural Komunitas Djamur – ISI Denpasar, Painting exhibition Made Bayak.</p>
<p>Free Entry!</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2013/04/x2_113f8083.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2013" alt="Bali Anti Corruption Fest" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2013/04/x2_113f8083.jpg" width="600" height="848" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/bali-anti-corruption-fest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Navicula membuka Borneo Tour di Medan</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/navicula-membuka-borneo-tour-di-medan/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/navicula-membuka-borneo-tour-di-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2012 15:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1981</guid>
		<description><![CDATA[Grup musik asal Bali, Navicula membuka rangkaian tur ke Kalimantan (Borneo Tour) untuk kampanye perlindungan orangutan dengan konser musik di Medan, 24 Juli mendatang<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1983" class="wp-caption aligncenter" style="width: 611px"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/Gembull_NVCL_orangutan-1_web.jpg"><img class="size-full wp-image-1983" title="Gembull_NVCL_orangutan-1_web" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/Gembull_NVCL_orangutan-1_web.jpg" alt="" width="601" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">Gembull Navicula meets an orangutan</p></div>
<p>Grup musik asal Bali, Navicula membuka rangkaian tur ke Kalimantan (Borneo Tour) untuk kampanye perlindungan orangutan dengan konser musik di Medan, 24 Juli mendatang. Pertunjukan bertajuk “Road to Borneo Tour” itu digelar untuk menggemakan persoalan deforestasi yang mengancam habitat satwa langka di Sumatera, khususnya Hutan Rawa Tripa, Aceh.</p>
<p>“Konser di Medan adalah pemanasan sebelum kami tur ke Kalimantan, bulan September nanti. Di tengah persiapan menuju Borneo Tour mencuat banyak persoalan di Sumatera, seperti masalah hutan Rawa Tripa yang merupakan habitat orangutan. Didukung oleh beberapa lembaga yang concern pada konservasi lingkungan, kami pun hadir di Sumatera, pilihannya di kota Medan,” kata Gede Robi Supriyanto, vokalis Navicula di Bukit Lawang, Sumatra Utara, Jumat (20/7).</p>
<p>Robi berada di Bukit Lawang dalam rangka perjalanan menyusuri hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Perjalanan ini menjadi asupan pengalaman bagi Robi untuk mengampanyekan persoalan lingkungan lewat musik. Road to Borneo Tour di Medan didukung oleh <a href="http://www.yelweb.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)</span></a>, <a href="http://www.sumatranorangutan.org/content-n31-sE.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">Sumateran Orangutan Conservation Programe (SOCP)</span></a>, <a href="http://www.paneco.ch/aktuelles-n111-sD.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">PanEco</span></a>, <a href="http://sawitwatch.or.id/" target="_blank">Sawit Watch</a>, dan <a href="http://www.walhi.or.id/id/home/eksekutif-daerah/114-walhi-sumatera-utara.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut.</span></a></p>
<p>Pada acara yang akan digelar di Rama Gardenia Café, 24 Juli itu Navicula yang berdiri sejak tahun 1996 akan tampil dalam format akustik. Acara juga diisi dengan diskusi tentang penyelamatan hutan rawa Tripa, serta pameran foto orangutan dan harimau Sumatera dari Komunitas Mata Kamera, Medan.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/poster_NVCL_medan-web.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1985" title="Navicula_Medan_24Juli" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/poster_NVCL_medan-web.jpg" alt="" width="600" height="437" /></a></p>
<p>Navicula yang konsisten menyuarakan isu lingkungan akan menggelar Borneo Tour di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, pertengahan September mendatang. Tur ini mengangkat tema persoalan orangutan sebagai dampak dari deforestasi dan ekspansi perkebunan kelapa sawit.</p>
<p>Tur Navicula dibiayai dengan proyek pendanaan oleh khalayak (crowdfunding) lewat portal <a href="http://www.kickstarter.com/projects/1637792006/golden-green-grunge-for-rare-red-apes-navicula-bor" target="_blank"><span style="color: #008000;">kickstarter.com</span></a> dan <a href="http://mari.patungan.net/project/navicula-borneo-tour" target="_blank"><span style="color: #008000;">patungan.net.</span></a> Di kicstarter.com Navicula memasang proyek dengan target AS$3.000, sementara di patungan.net target sebesar Rp5 juta. Proyek pada kedua portal tersebut sudah melebihi target, dan proyek di kickstarter.com masih berjalan hingga 29 Juli 2012. Sebagai kompensasi untuk pendukung proyek, Navicula menjanjikan unduh lagu gratis, kaos, CD, kerajinan tangan, show di rumah donatur, sampai ikut tur ke Kalimantan.</p>
<p>“Kami sangat senang proyek crowdfunding untuk <em>Borneo Tour</em> berhasil mengajak orang mendukung gerakan kami membawa musik sebagai media kampanye lingkungan. Ini juga menjadi pembuktian kami sebagai band independen tapi dapat menggelar tur mandiri yang panjang tanpa dibiayai oleh sponsor atau promotor,” kata Robi.</p>
<p>Pada Desember 2011, <a href="http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula" target="_blank"><span style="color: #008000;">Navicula merilis lagu <em>Orangutan</em></span></a> yang disebarkan secara gratis dengan lisensi creative common. Vokalis Navicula, Gede Robi Supriyanto menulis lagu Orangutan pada April 2011. Lagu ini akan menjadi materi album ke-7 Navicula. Album ini juga akan memuat nomor Harimau! Harimau! yang didedikasikan untuk penyelamatan harimau Sumatra yang tersisa 400 ekor karena hutan rumahnya menipis.</p>
<p>Navicula telah memainkan <em>Orangutan</em> dari panggung ke panggung, bahkan di program musik siaran langsung di stasiun televisi nasional. Sejak saat itu banyak penggemar yang meminta Navicula untuk tampil di kota mereka, terutama di Kalimantan. “Sebagai musisi dari Bali, yang bukan pusat industri musik, ini kebanggaan buat kami bisa hadir di Kalimantan, hutan hujan tropis terakhir di muka bumi dan habitat orangutan yang terancam, membawakan langsung lagu Orangutan,” kata Robi.</p>
<div id="attachment_1988" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/NVCL_bukit_lawang_web.jpg"><img class="size-full wp-image-1988" title="Navicula in Bukit Lawang" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/NVCL_bukit_lawang_web.jpg" alt="" width="600" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">Navicula visit the orangutan of Bukit Lawang, Sumatera</p></div>
<p><strong>Kampanye Internasional</strong></p>
<p>Lagu Orangutan pula yang membawa <a href="https://www.envoletmacadam.com/en/planetrox/indonesia/semi-finalists-videos/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Navicula memenangkan kompetisi band internasional Planetrox.</span> </a>Pemenang nasional kompetisi ini diongkosi untuk tampil di festival musik Envol et Macadam di Quebec, Kanada, 7-8 September mendatang. “Ini salah satu cara kami untuk membawa isu orangutan menjadi perhatian publik internasional. Masalah lingkungan entah itu di Kalimantan, Sumatera, atau Antartika adalah kepentingan seluruh penghuni bumi,” kata Robi.</p>
<p>Untuk berpartisipasi pada Planetrox, Navicula mengikutkan video musik Orangutan yang kemudian terpilih sebagai semi finalis. Ke-10 semi finalis Planetrox bertarung dalam voting online untuk diambil 5 finalis. Finalis lalu tampil dalam babak final penjurian di Bandung 7 Juli lalu. Juri pun memutuskan Navicula sebagai pemenang untuk dikirim mewakili Indonesia ke Kanada.</p>
<p>Selain tampil di Kanada, Navicula juga berpeluang untuk rekaman di Hollywood, Amerika Serikat. Navicula masuk sebagai salah satu dari <a href="http://www.rodemic.com/roderocks/navicula" target="_blank"><span style="color: #008000;">10 finalis kompetisi RØDE Rocks</span> </a>yang berhadiah rekaman tiga lagu di Record Plant Studio, Los Angeles. Finalis dipilih dari 500 video yang berasal dari 43 negara. Pemenang ditentukan lewat voting online, dan saat berita ini diturunkan Navicula memimpin perolehan vote.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/navicula-membuka-borneo-tour-di-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Bali untuk Borneo</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/140612-dari-bali-untuk-borneo/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/140612-dari-bali-untuk-borneo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2012 13:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Borneo]]></category>
		<category><![CDATA[deforestation]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1949</guid>
		<description><![CDATA[Navicula tak berhenti sampai membuat lagu tentang orangutan. Tanpa sponsor dan promotor, Navicula membuat proyek tur ke hutan hujan tropis yang terus terkikis, Kalimantan.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Navicula tak berhenti sampai <a href="http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula/" target="_blank"><span style="color: #008000;">membuat lagu tentang orangutan.</span></a> Tanpa sponsor dan promotor, Navicula membuat proyek tur ke hutan hujan tropis yang terus terkikis, Kalimantan.</strong></p>
<p>Coba sebutkan karya lagu dengan pesan tentang lingkungan. Banyak. Bahkan sebuah majalah (berbahan kertas yang berasal dari pohon) musik nasional pada bulan Hari Bumi merilis cerita sampul tentang 100 lagu bertema bumi.</p>
<p>Tapi apa yang sebenarnya dibutuhkan bumi yang tengah dirundung rusak parah ini? Segerombolan orang yang mengaku seniman dan berlagu tentang alam seperti suara-suara yang berseru di padang gurun?</p>
<p>Kerja praksis kesenian musik yang ingin mengetuk hati dan menggedor akal membutuhkan upaya ekstra dari sekadar mencipta-memproduksi lagu-membawakannya di panggung.  Terutama dalam konteks perjuangan bagi lingkungan. Apalagi di tengah demam media jejaring sosial saat ini, ketika orang sudah merasa puas sebagai aktivis tagar (hashtag): ulang-ulang kicauan (tweet) tentang satu isu dan selesai. Sementara degradasi bahkan perusakan lingkungan secara sistematis terus terjadi.</p>
<p>Sempat terjadi demam isu penyelamatan orangutan pada penghujung tahun lalu. Tagar #SaveOrangutans gencar di jagat twitter. Pemicunya karena merebak kabar sayembara yang digelar perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Mereka menjanjikan ganjaran sejumlah uang bagi warga yang menyetorkan jasad orangutan yang dianggap musuh tanaman sawit. Keji. Namun minyak kelapa sawit lebih dianggap sebagai kebutuhan global, daripada keberlangsungan hidup primata merah yang berbagi 97% DNA dengan manusia.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/06/Green-042.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1957" title="Green-042" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/06/Green-042.jpg" alt="" width="600" height="337" /></a></p>
<p>Pada Desember 2011, Navicula merilis lagu Orangutan yang bisa diunduh secara gratis. Sejumlah musisi lain seperti Shaggydog pun membuat lagu tentang Orangutan yang terancam punah. Robi Navicula – yang memiliki akun twitter namun sangat jarang menggunakannya – menulis lagu Orangutan pada April 2011. Lagu ini akan menjadi materi album ke-7 Navicula yang sedang dalam negosiasi kontrak untuk dirilis di Amerika Serikat. Selain Orangutan, album ini juga akan memuat nomor <em>Harimau! Harimau!</em> yang didedikasikan untuk penyelamatan harimau Sumatra yang tersisa 400 ekor karena hutan rumahnya menipis.</p>
<p>Navicula telah memainkan <em>Orangutan</em> dari panggung ke panggung, bahkan di program musik siaran langsung di stasiun televisi nasional. Sejak saat itu banyak pendengar yang meminta Navicula untuk tampil di kota mereka, terutama di Kalimantan. Hadir di Kalimantan, hutan hujan tropis terakhir di muka bumi dan habitat orangutan yang terancam, membawakan langsung lagu <em>Orangutan</em> adalah harapan yang menyalakan api di dada Navicula.</p>
<p>Namun sebagai band yang sering dituduh <em>legend</em> namun masih rindu order panggung, punya basis fans menyebar-mengakar namun masih pra-sejahtera, tur mandiri ke Kalimantan bagi Navicula jauh lebih sulit daripada memproduksi lagu pembuat hits. Berharap pada sponsor atau promotor membawa tur ke Kalimantan, jelas Navicula bukan band ideal bagi brand rokok yang bisa mengguyur duit ke konser musik.</p>
<p>Kendala dana tak menghalangi rencana Navicula ke Kalimantan. Ada peluang pendanaan khalayak (<em>crowdfunding</em>) untuk proyek-proyek kreatif lewat Kickstarter.com. Pendanaan khalayak menjadi fenomena bisnis yang memukau di tengah resesi ekonomi Amerika yang belum selesai dan bangkrutnya ekonomi sebuah negara seperti Yunani. Massalution, firma riset khusus <em>crowdfunding </em>dan <em>crowdsourcing</em> awal bulan ini merilis laporan Crowdfunding Industry Report. Firma ini mengumpulkan data dari lebih 170 (38 persen dari total) platform pendanaan khalayak.</p>
<p>Massalution menemukan, selama tahun 2011 portal-portal pendanaan khalayak mengumpulkan dana 1,5 miliar dollar AS dan mendanai sekitar 1 juta proyek. Angka itu memang memukau. Tapi sebelum berpikir tentang menembus target dana proyek, tidak semua orang bisa membuat proyek yang menarik minat orang banyak untuk ikut mendanai. Pengaju proyek juga harus melewati seleksi awal, persetujuan dari pengelola portal. Navicula telah melewati ini, <a href="http://www.kickstarter.com/projects/1637792006/golden-green-grunge-for-rare-red-apes-navicula-bor" target="_blank"><span style="color: #008000;">proyek tur Borneo Orangutan</span> </a>sudah diluluskan oleh Kickstarter.com.</p>
<p>Proyek tur Navicula ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah ini menargetkan dana 3000 dollar AS, dengan masa pendanaan 45 hari. Sebagai kompensasi untuk donatur, Navicula menjanjikan download lagu gratis, kaos, CD, kerajinan tangan, show di rumah donatur, sampai ikut tur ke Kalimantan.</p>
<p><iframe src="http://www.kickstarter.com/projects/1637792006/golden-green-grunge-for-rare-red-apes-navicula-bor/widget/video.html" frameborder="0" width="480px" height="360px"></iframe></p>
<p>Navicula adalah musisi atau band pertama dari Indonesia yang menjalankan proyek di Kickstarter. Sudah ada beberapa proyek tentang musisi Indonesia di kickstarter, tapi itu dilakukan oleh orang dari luar (negeri), bukan oleh musisi langsung. Misalnya <a href="http://www.kickstarter.com/projects/157803924/jakarta-punk-the-marjinal-story" target="_blank"><span style="color: #008000;">proyek film dokumenter tentang kolektif punk</span></a> paling berwibawa di Indonesia, Marjinal. Proyek dengan target 16.000 dollar AS, massa penggalangan dana 45 hari ini berhasil mengumpulkan 16.450 dollar AS. Proyek ini diajukan oleh 3 filmaker dari AS, Cina dan Malaysia.</p>
<p>Donatur proyek di Kickstarter adalah orang yang memilik kartu kredit di Amerika Serikat. Jelas dengan begitu, partisipasi donatur dari Indonesia sangat kecil di Kickstarter. Untuk itu Navicula juga meluncurkan proyek pendukung lewat patungan.net, dengan target dana Rp5 juta.</p>
<p>Seakan tak berhenti meresonansi suara primata merah, Navicula juga membawa lagu Orangutan untuk kompetisi band internasional Planetrox. Pemenang nasional kompetisi ini akan diongkosi untuk tampil di festival musik Envol et Macadam di Quebec, Kanada. <span style="color: #008000;"><a href="http://www.envoletmacadam.com/en/planetrox/indonesia/semi-finalists-videos/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Tahap voting online berlangsung</span></a></span> hingga 24 Juni, dan akan diambil 5 finalis yang akan berlaga di depan juri pada final di Bandung 8 Juli.</p>
<p>Navicula satu-satunya dari 10 semifinalis pada kompetisi ini dengan lagu berbahasa Indonesia. Ketika band Indonesia lain menghadapi kompetisi internasional Planetrox dengan lagu berbahasa Inggris, Navicula percaya diri dengan lagu berbahasa sendiri: Orangutan. Sebab ini tentang pesan, bukan tentang bahasa.</p>
<p><strong>Navicula mengundang Anda pada show akustik sekaligus launching Orangutan Borneo Tour:</strong><br />
Sabtu, 16 Juni<br />
Pukul 18.00 WIB<br />
Di Café Tjikini Jl Cikini Raya no 17 Jakarta Pusat<br />
Penampil: Navicula, Adrian Aditeotomo, Balian</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/06/Navicula_e_poster.jpg"><img class="size-full wp-image-1950 aligncenter" title="Navicula_e_poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/06/Navicula_e_poster.jpg" alt="" width="389" height="750" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/140612-dari-bali-untuk-borneo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eceran Kaimsasikun tiap tanggal 11</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/110612-kaimsasikun-tiap-tanggal-11/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/110612-kaimsasikun-tiap-tanggal-11/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2012 13:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Unduh]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kaimsasikun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1935</guid>
		<description><![CDATA[Pernah bersinar dari Bali, nama Kaimsasikun sempat meredup. Kini, tanpa banyak basa-basi mereka berkomitmen merilis satu lagu tanggal 11 tiap bulan.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pernah bersinar dari Bali, nama Kaimsasikun sempat meredup. Kini, tanpa banyak basa-basi mereka berkomitmen merilis satu lagu tanggal 11 tiap bulan.</strong></p>
<p>Bagi yang rajin membedah band-band cutting edge Indonesia, pasti sudah tak asing lagi mendengar nama Kaimsasikun. Band pop alternatif asal Bali yang berdiri di tahun 1999 ini, pernah meluncurkan single perdana yang video klipnya sempat nangkring di TV-TV nasional. Single yang berjudul “Pria Dijajah Wanita” dari album perdana mereka ini sering menjadi link ke memori seseorang yang lupa-lupa ingat. Lagu-lagu mereka yang menurut saya jauh lebih memikat sangat banyak, cuma tetap saja, yang lebih nge-pop yang dijadikan single.</p>
<p>Sempat menetap di Jakarta, dalam format satu band utuh, tapi jenuh karena harapan mereka belum tercapai. Promosi kurang begitu lancar dan publik kebanyakan saat itu masih belum terbiasa untuk menerima musik dan gaya mereka yang cenderung geeky. Sayang sekali untuk band rekaman dan live sebaik mereka.</p>
<p>Band ini pun vakum beberapa tahun. Sebagian personilnya mudik ke Bali dan sebagian menetap di Jakarta. Tapi, mereka tidak berhenti bermusik. Ian (vokalis, gitaris) membangun sebuah studio rekaman dan aktif sebagai pencipta beberapa hits lagu pop nasional dengan bermacam nama samaran. Sani (Bassis) juga laris mencipta berbagai hits pop lagu nasional yang dinyanyikan oleh sederet artis pop. Begitu pula Pandu (gitaris) yang kesana-kemari mengiring beberapa selebritas dan aktif sebagai session guitarist di Palu Studio, Jakarta, salah satu pabrik hits tanah air.</p>
<p>Drummer awal mereka, Rendra, sempat hengkang dari band dan membentuk band lain, tapi tetap sering ngumpul sebagai seorang sahabat. Posisi Rendra sempat diganti oleh Mark, yang akhirnya dua tahun lalu juga hijrah ke Australia untuk mengantungi sertifikat pilot. Ah, kebetulan saja, logo band ini adalah gambar pesawat, Mark akhirnya terobsesi terbang sesungguhnya. Mengisi kekosongan di sektor drum, Rendra balik lagi.</p>
<p>Hanya satu personil, Aldino, yang sempat minggat dari dunia musik. Saat ini dia menjadi surfer dan pewaris bisnis keluarga yang sukses. Tapi belakangan dia punya hobi baru yaitu membuat video. Hal ini berbuah sebuah video klip baru Kaimsaikun, sebagai pelampiasan hobinya. Tidak ada yang namanya mantan musisi karena pasti akan gatal untuk bermain nada lagi. Dan Aldino berkomitmen untuk terlibat lagi di proyek Kaimsasikun yang unik.</p>
<p style="text-align: center;"><iframe src="http://player.vimeo.com/video/25453741" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><em><a href="http://vimeo.com/25453741"><span style="color: #008000;">Euforia, ku hampa &#8211; Zat Kimia</span></a> from <a href="http://vimeo.com/user5364071"><span style="color: #008000;">Aldino Tayeb</span></a> on <a href="http://vimeo.com"><span style="color: #008000;">Vimeo</span></a>.</em></span></p>
<p>Mereka terus berkarya. Ya…sebagai Kaimsasikun, dengan karya-karya yang inovatif, yang mengeksplorasi selera, skill, dan fasilitas yang dimiliki oleh tiap-tiap personilnya.</p>
<p>Kaimsasikun sepakat merilis lagu baru setiap tanggal 11 tiap bulannya. Lagu-lagu Kaimsasikun bisa <a href="http://soundcloud.com/kaimsasikun" target="_blank"><span style="color: #008000;">didengar secara gratis di sini</span></a>.</p>
<p>Setengah di Jakarta setengah di Bali, jarak bukanlah masalah bagi sebuah band yang mampu memberdayakan internet dan teknologi rekaman digital untuk berkomunikasi. Produksi lagu, kreativitas, dan kecintaan mereka terhadap musik tidak akan bisa dibendung oleh situasi industri musik tanah air yang terombang-ambing.</p>
<p>Saat ini, industri musik Indonesia kehabisan ide apa lagi yang bisa dijual setelah bisnis RBT merosot. Tapi, musisi idealis yang cerdas dan melek industri akan tetap bertahan, dan akan lebih bersinar jika ditopang oleh kemampuan penampilan panggung yang mumpuni. Ini adalah spekulasi sederhana yang selalu menghiasi meja kopi sesama musisi non mainstream, yang anehnya tak pernah bosan dibahas. Mungkin karena ada ‘harapan’ yang menghibur di situ.</p>
<p>Kaimsasikun telah memiliki semua itu; bakat, waktu, dan fasilitas. Tunggu apa lagi? Mereka sadar bahwa karya-karya mereka harus dirilis. Tak peduli akrab di telinga pasar atau tidak, toh tujuannya untuk menikmati proses berkarya dan mengeluarkan sesuatu yang sudah mendesak, seperti sperma yang sudah memenuhi kantungnya.</p>
<p>Belum jelas apa target Kaimsasikun dengan merilis satu lagu tiap bulan. Dalam setahun tentu bisa jadi materi satu album. Namun pilihan ini cukup cerdas, daripada terburu-buru mengumumkan niat untuk aktif nge-band lagi dengan memoles nama lama, mereka melatih saja intuisi mereka memproduksi karya lagu. Ini sembari memelihara fans lama seperti saya yang merasa bergairah.</p>
<p>Ada kejutan unik yang pantas dinikmati setiap tanggal 11, sesuai dengan arti nama band ini. Kaimsasikun berarti 11.<br />
<iframe src="http://w.soundcloud.com/player/?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F49328062&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=true&amp;color=ff7700" frameborder="no" scrolling="no" width="100%" height="166"></iframe></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/110612-kaimsasikun-tiap-tanggal-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imajinasi kota dalam taman</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/120505-imajinasi-kota-dalam-taman/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/120505-imajinasi-kota-dalam-taman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 23:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Errik Irwan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1916</guid>
		<description><![CDATA[Berkumpul, bermain, memanfaatkan barang bekas di taman. Mewujudkan imajinasi tentang sebuah kota.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Imaginasi_kota.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1918" title="Imaginasi_kota" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/Imaginasi_kota.jpg" alt="" width="600" height="424" /></a></p>
<p><strong>Berkumpul, bermain, memanfaatkan barang bekas di taman. Mewujudkan imajinasi tentang sebuah kota.</strong></p>
<p>Kardus-kardus dan kotak-kotak bekas makanan bisa ikut tampil dalam sebuah panggung taman hijau. Mereka memperkenalkan diri sebagai sebuah kota yang padat. Kota dalam taman.</p>
<p>Lalu bagaimana jika robot, monster, dan berbagai mainan ikut hadir? Entahlah.<br />
Tapi yang pasti sebuah cerita dan peristiwa bisa terjadi.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/taman_1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1920" title="taman_1" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/taman_1.jpg" alt="" width="300" height="399" /></a>Kegiatan ini bertolak dari ide yang sederhana. Errik Irwan Wibowo, seorang arsitek muda, saat sedang bercengkerama di Lapangan Puputan Renon melihat kardus-kardus dan kotak makanan yang mau dibuang. “Rasanya sayang betul. Lalu tiba-tiba saja muncul imajinasi seolah yang saya pandangi bukanlah dus-dus dan kotak-kotak tak berguna, tapi tumpukan bangunan,” kata Errik.</p>
<p>Errik mengatakan ada banyak benda terbuang lain yang masih bisa diberi kesempatan tampil di taman. Mereka didandani layaknya bangunan yang gemar bersolek. “Menarik juga kalau orang-orang tak dikenal, yang malu-malu tapi ikut terlibat mendandani dus-dus dan kotak itu,” kata Errik.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan pengembangan dari apa yang terjadi pada Minggu (29/4) sore lalu di Lapangan Renon. Errik dan kawan-kawannya mengumpulkan sejumlah barang bekas dan semua orang diajak merespons barang-barang yang disajikan: tusuk sate, robot, piring kertas. Beberapa orang menggunakan cat air di atas lembaran kertas.</p>
<p>Semuanya terjadi tanpa penulis cerita dan sutradara. Entah apa skenarionya, tak jadi soal. Tanpa komando, orang merayakan ruang (dan waktu) terbuka. Merasakan jadi manusia yang manusiawi di kota. “Pasti sesuatu akan terjadi dan kita tinggal mengikuti,” kata Errik.</p>
<p>Errik dan kawan-kawan merencanakan aktivitas kedua, Minggu sore berikutnya di Lapangan Renon. Bagi partisipan diharapkan membawa bahan-bahan yang bisa digunakan untuk meramaikan suasana. “Bisa bawa dus-dus, boleh cat air, kertas lipat, alat musik, camilan, kamera, mainan, apa saja. Bagus juga kalau barang-barang tak terduga yang baru ditemukan di sekitar itu bisa ikut digunakan” kata ia.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/taman_2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1919" title="taman_2" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/05/taman_2.jpg" alt="" width="300" height="401" /></a>Menurut Errik dalam kegiatan ini setiap orang akan merespons dengan caranya masing-masing. Mungkin akan ada yang bermusik, menari, bermain, atau membuat instalasi. “Silakan untuk menggambar atau menggunakan cat air di media kotak, lalu menata atau menempatkan. Ini seperti bermain dalam arsitektur atau susun massa,” kata Errik yang komik-komiknya sering menghiasi halaman akarumput.</p>
<p>Kota-kotaan dari kardus ini adalah sebuah peristiwa yang dibangun. “Harapannya akan ada orang-orang penasaran yang akhirnya kenalan, terlibat dan ikut berkreasi. Untuk yang sudah kenal bisa lebih akrab lagi. Selama proses itu bisa terjadi diskusi-diskusi menarik pula. Setidaknya ada hal aneh baru yang terjadi di lapangan itu. Kira-kira selesai ketika matahari menghilang,” kata Errik.</p>
<p><strong>Sebuah ajakan yang menggoda. Mari rayakan kota dalam taman.</strong><br />
<strong>Waktu:</strong> Minggu, 6 Mei 2012 mulai pukul 15 WITA<br />
<strong>Tempat:</strong> Lapangan Puputan Niti Mandala Renon. Berkumpul di Circle K depan Museum.<br />
<em>*Bawalah kardus bekas yang bisa diolah</em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/120505-imajinasi-kota-dalam-taman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>52 Wednesdays &#8211; pameran foto</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/040412-52-wednesdays/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/040412-52-wednesdays/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 04:23:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OliviaKS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[52 Wednesdays]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Dini Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Lioni Beatrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1820</guid>
		<description><![CDATA[Pameran foto yang dikirimkan kepada seseorang selama 52 rabu. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kamu duduk bersebelahan dengan orang yang tidak kamu kenal dalam suatu perjalanan panjang di dalam pesawat, lalu mengobrol bersama mereka? Mungkin kamu akan menceritakan hal-hal yang tidak kamu beritahukan pada orang terdekat sekalipun, karena kemungkinan kamu tidak akan bertemu mereka lagi. Ini juga karena mereka mungkin bisa memberi pencerahan yang lebih obyektif. Orang asing tidak akan peduli jika mereka melukai perasaan kamu. Kamu lebih mungkin tidak tersinggung dengan apa yang kamu bahas karena kalian tidak saling kenal. Hanya kebetulan duduk bersebelahan.</p>
<p>Lioni Beatrik jatuh cinta dengan seseorang yang dia kenal dalam sebuah pekerjaan. Namanya Alex. Dia menceritakan padanya mengenai perasaannya. Namun, Alex menolaknya. Setelah pertemuan singkat mereka, Alex terbang ke negaranya. Lioni, merindukannya, lalu dia mulai mengirimkan foto pada Alex. Suatu hari Rabu, dan Rabu berikutnya. Setelah beberapa Rabu, dia memutuskan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sebuah proyek. Selama satu tahun dia mengirim foto ke Alex setiap hari Rabu lewat email. Proyek 52 Rabu, atau 52 Wednesdays.</p>
<p>Pameran foto Lioni Beatrik, 52wednesdays, telah dipamerkan di dua kota. Pameran pertama tanggal 14 Januari di Bandung, kota di mana Lioni berasal. Malam itu, orang berkumpul di Common Room, Jalan Kyai Gede Utama, tempat pameran diadakan. Di acara ini juga diadakan Stand Up Tragedy, kebalikan Stand Up Comedy yang sedang tren. Alih-alih menyampaikan lelucon pada penonton, di sini siapa pun bisa berbagi ceritanya, menyanyi, memberi pertunjukkan, atau hanya menangis di depan penonton.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/52W-BDG.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1827" title="52W-BDG" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/52W-BDG.jpg" alt="" width="600" height="403" /></a></p>
<p>Pameran berikutnya diadakan sebulan kemudian di Teaspoon, cafe baru di Jalan Benda 54J, Kemang, Jakarta. Pameran kali ini tidak terbuka seperti pameran yang di Bandung. Puncak acaranya adalah pada hari penutupan, pas di hari Valentine.</p>
<p>52wednesdays adalah pameran cinta dalam bentuknya sendiri. Kamu mungkin berpikir ini terdengar klise. Cinta itu untuk dibagi, jika bukan dengan seorang bisa dengan orang lain bahkan orang yang tidak dikenal.</p>
<p>Keinginan untuk berbagi perasaan kadang lebih sulit jika dibagi dengan teman. Teman yang sudah terlalu dekat dengan kita cenderung ingin melindungi dan menjaga agar kamu tidak disakiti, atau mungkin sebenarnya kamu tidak ingin dihakimi oleh mereka. Jadi pilihan terakhirnya, yang sering tidak dipikirkan, adalah membagi bersama orang yang tidak dikenal. Lioni memulai Artist Talk, tempat diskusi di mana dia berbagi cerita, dan memberi kesempatan untuk penonton bertanya mengenai 52Wednesdays. Manusia adalah makhluk sosial. Tempatkan mereka bersama dan kemungkinan besar mereka akan berkomunikasi. Orang suka ngobrol. Orang suka saat diberi perhatian. Dan suka mendengar cerita. Stand Up Tragedy sekali lagi diadakan. Orang-orang yang hadir dalam penutupan pameran ini ikut serta, berbagi cerita, membaca puisi, dan bermain musik.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/52W-JKT.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1828" title="52W-JKT" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/52W-JKT.jpg" alt="" width="331" height="442" /></a>Karena inilah 52wednesdays menyegarkan. Isu pribadimu mungkin membebani diri kamu, bahkan berapa pun banyaknya teman yang kamu milliki terkadang kamu merasa tidak bisa berbagi dengan mereka. Pameran ini memberi wadah untuk berbagi di depan penonton. Artist talk memberi kesempatan bagi Lioni untuk berkomunikasi dengan orang yang beragam, dari teman hingga orang yang tidak dikenali.</p>
<p>Banyak orang tidak tahu sebenarnya pameran 52wednesdays itu bentuknya seperti apa. Tetapi berkumpul bersama di sebuah tempat yang tidak terlalu besar dengan beberapa orang yang datang pada penutupan pameran, membuat acara ini menjadi lebih dekat, hangat dan menyenangkan mengingat itu diadakan tepat di hari Valentine dan pameran ini bisa menjadi alternatif terutama bagi yang tidak berencana untuk kencan romantis.</p>
<p>Sebuah kota terkadang terlalu besar dan terbagi menjadi banyak ruang publik yang cenderung eksklusif atau terlihat eksklusif untuk orang-orang yang merasa tempat itu tidak cocok dirinya. Banyak acara untuk orang kreatif, blogger, dll. 52wednesdays menyediakan ruang yang lebih besar untuk tema universal yang pernah dialami dalam hidup semua orang. Cinta, patah hati, melepaskan.</p>
<p>Berbeda dengan pameran foto kebanyakan yang menunjukkan keterampilan fotografer dan kesempurnaan gambar yang diambil, foto-foto Lioni terlihat lebih berwarna dan ringan, seperti bermain. Tetapi urutan 52 foto yang dikirim selama 52 rabu, selama satu tahun, juga menyentuh hal-hal religi dan hari raya nasional. Sekilas, foto-foto ini memberikan kesan lucu dan jahil, tetapi jika kamu melihat lebih lama tersembunyi perasaan sedih, putus asa, dan rindu.</p>
<p>Pada hari Valentine tanpa bunga, coklat, atau warna merah muda; 52wednesdays membuat banyak orang yang hadir merasa berada di rumah. Mereka merasa boleh membagi putus hati bersama orang yang tidak mereka kenal. Merasa boleh membagi apa yang mereka rasakan, walaupun hanya untuk satu malam. Malam itu tidak memalukan untuk ditolak. Bacalah ceritamu, bagi pengalamanmu, bernyanyilah, main musik, baca puisi, apa sajalah. Jika kamu hanya ingin berdiri dan menangis di depan penonton, tidak akan ada yang menghakimimu.</p>
<p>Rasanya mirip dengan membagi perasaanmu dengan orang yang kamu taksir, menakutkan untuk berdiri dan bicara di depan banyak orang. Namun, seperti membagi cerita hidupmu dengan orang yang kamu tidak kenal di pesawat, rasanya juga melegakan.</p>
<p>Bagi kita yang terlalu biasa berkomunikasi melalui jejaring sosial, dialog tatap muka adalah sesuatu yang langka dan berharga. Melihat orang menghabiskan waktu bersama di sebuah kafe atau restoran dan tidak terpaku pada perangkat mobile merupakan hal yang tak ternilai harganya sekarang.</p>
<p>Seni milik semua orang. Bisa diaplikasikan dalam bentuk apapun, termasuk fotografi. Seringkali orang tidak memperhatikan seni karena mereka merasa itu di luar pemahamannya atau terlalu mahal untuk diakses. 52wednesdays menunjukkan bahwa seni bisa menyentuh orang melalui tema universal, cinta, melalui visual yang bisa dinikmati semua orang, fotografi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/52W.jpg"><img class="size-full wp-image-1822 alignright" title="52W Bali" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/52W.jpg" alt="" width="364" height="374" /></a><strong>52 Wednesdays is coming to Bali!</strong></p>
<p>Featuring artist talk, stand up tragedy, dan live musik oleh <a href="http://dialogdinihari.com/" target="_blank">Dialog Dini Hari</a>.</p>
<p><strong>Rabu, 4 April 2012</strong><br />
pk. 19.00 &#8211; selesai<br />
di Art Cafe Seminyak Bali<br />
jalan saridewi 17 seminyak 80361<br />
email: info@iloveartcafecom<br />
phone: +62 361 736750</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/040412-52-wednesdays/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bali Spirit Festival in photos</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/310311_bsf_photos/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/310311_bsf_photos/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 03:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Virginie Noël</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Responsible Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Spirit Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Purnati]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<category><![CDATA[yoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1796</guid>
		<description><![CDATA[Bali Spirit Festival daytime workshops feature yoga, dance, and healing with teachers from across the globe.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.balispiritfestival.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Bali Spirit Festival</span></a> is the most popular yoga festival in the region. Set in the spectacular grounds of the Purnati Center for the Arts in Batuan, just 10 minutes south of Ubud, the daytime workshops feature yoga, dance, and healing with teachers from across the globe. This years Bali Spirit Festival will continue until April 1st, 2012.<br />
<div><p>SimpleViewer Gallery Id 17 has been deleted.</p></div></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/310311_bsf_photos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak sesat: Bali Urban Farming air strike</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/240312-anak-sesat-buf/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/240312-anak-sesat-buf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 10:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Errick Irwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[comic]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1791</guid>
		<description><![CDATA[Anak sesat: Bali Urban Farming air strike <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Bali-Urban-Farming-Air-Strike_web.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1792" title="Bali Urban Farming - Air Strike" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Bali-Urban-Farming-Air-Strike_web.jpg" alt="" width="600" height="825" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/240312-anak-sesat-buf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OBRAL: illustrations around the world</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/140312-illustrations-around-the-world/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/140312-illustrations-around-the-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 04:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Responsible Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[motion graphic design]]></category>
		<category><![CDATA[Obral]]></category>
		<category><![CDATA[Pablo Ientile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1771</guid>
		<description><![CDATA[Proyek "Illustration around the world" adalah misi Pablo Ientile untuk melakukan perjalanan, merekam lewat gambar dan sketsa.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Unknown.jpeg"><img class="size-full wp-image-1773 aligncenter" title="Unknown" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Unknown.jpeg" alt="" width="600" height="454" /></a></p>
<p><a href="http://www.pabloientile.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Pablo Ientile</span></a>, adalah seorang Illustrator dan motion graphic designer yang tinggal dan bekerja di Madrid dan berlin. Dia studi Graphic Design di the FH, Trier, Jerman. Secara spesifik ia mendalami ilustrasi dan animasi dan saat ini bekerja sebagai freelance designer untuk perusahaan periklanan dan majalah.</p>
<p>Proyek<a href="http://illustrationaroundtheworld.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;"> &#8220;Illustration around the world&#8221;</span> </a>adalah misi Pablo Ientile untuk melakukan perjalanan, merekam lewat gambar dan sketsa dan berjumpa artis serta desainer di negara-negara atau tempat yang disinggahinya. Pablo berencana akan membukukan perjalanannya ini pada pertengahan tahun ini.</p>
<p>Proyek ini membuatnya sangat bersemangat dan Bali adalah salah satu tempat yang menjadi favorit dalam perjalanannya. Sebelum kembali ke Jerman akhir pekan ini Pablo ingin berbagi dan berjumpa dengan insan kreatif di Bali sekaligus bertukar pengalaman dan cerita.</p>
<p><strong>Obral 15 Maret 2012</strong><br />
<strong>Tempat: Danes Art Veranda, Jl Hayam Wuruk no 159 Denpasar</strong><br />
<strong>Waktu: 19.00 WITA</strong></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/140312-illustrations-around-the-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cut Chemist beraksi untuk Robin Lim</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/0224cut-chemist-will-spin-for-robin-lim/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/0224cut-chemist-will-spin-for-robin-lim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 17:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Cut Chemist]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>
		<category><![CDATA[Waterbom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1710</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu, 26 Februari, DJ Cut Chemist asal AS akan menjadi bintang acara konser amal untuk Yayasan Bumi Sehat di Bali. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Minggu, tanggal 26 Februari 2012, <span style="color: #008000;"><a href="http://www.waterbom-bali.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Waterbom Bali</span></a></span> akan mengadakan konser amal &#8220;Sounds of Life&#8221;, sebuah acara penggalian dana bagi <a href="http://bumisehatbali.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Yayasan Bumi Sehat</span></a>, sebagai dukungan terhadap <a href="http://akarumput.com/featured/a-message-of-love-from-robin-lim/" target="_blank"><span style="color: #008000;">misi Ibu Robin Lim</span></a> dalam menyediakan layanan medis gratis bagi wanita dan bayi di Bali dan Aceh. Desember tahun lalu, Robin Lim menerima penghargaan CNN Hero 2011 atas dedikasinya sebagai bidan yang telah menyelamatkan ratusan nyawa dan membantu kelahiran ribuan bayi. Setelah 13 tahun beramal dan sering menghadapi kesulitan pendanaan program mereka, Ibu Robin dan organisasinya tetap berkomitmen untuk mengubah dunia, one gentle birth at a time.</p>
<p>Acara konser akan dimulai jam 7 malam dengan penampilan berturut-turut: DJ David J, Soldiers of Sound, Stephanie Bovill, dan Devdan. Acara puncaknya akan diisi oleh DJ<a href="http://www.cutchemist.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;"> Cut Chemist</span></a>, seorang figur terkenal asal AS yang melambungkan namanya ke dunia internasional sebagai salah satu pendiri grup Hip-Hop <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jurassic_5" target="_blank"><span style="color: #008000;">Jurassic 5</span></a> dan mantan anggota band Latin-funk<br />
<a href="http://www.ozomatli.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Ozomatli</span></a>. Kehadiran sang Turntablist kondang ini di Bali merupakan persinggahannya setelah mengakhiri tur &#8220;Sound of the Police&#8221; di Australia. ABC News (AS) sempat memuji pementasannya sebagai<a href="http://abcnews.go.com/blogs/entertainment/2010/08/review-cut-chemists-sound-of-the-police/" target="_blank"><span style="color: #008000;"> &#8220;a whirling, groovy, funkified collection of African beats, horns, melt-your-face-off bass lines and some good old hip-hop ingenuity.&#8221;</span></a> Silakan mencicipi karya Cut Chemist di sini:</p>
<iframe width="100%" height="90" scrolling="no" frameborder="no" src="http://w.soundcloud.com/player?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F20798689&auto_play=false&show_artwork=true&color=ff7700"></iframe>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Anda berkesempatan untuk ikut bersenang-senang sekaligus menjadi bagian dalam kegiatan mulia ini dengan menghadiri acaranya. Tiket terbatas.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a><img class="aligncenter size-full wp-image-1717" title="sounds of life poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/e-blast-for-charity.jpg" alt="" width="600" height="841" /></a></p>
<p><strong>Sounds of Life | Konser Amal untuk Yayasan Bumi Sehat </strong><br />
<strong>Tempat:</strong> Waterbom Bali, Jl. Kartika, Kuta, Bali<br />
<strong>Tanggal/Waktu:</strong> 26 February 2012, 7 pm onwards</p>
<p><strong>Tickets:</strong> Rp. 250.000,- per orang<br />
<strong>VIP seats:</strong> Rp. 1.000.000,- per orang<br />
<strong>Corporate table:</strong> Rp. 3.500.000,- untuk 10 orang (termasuk 1 botol anggur dan liquor)</p>
<p><strong>Untuk reservasi tiket, silakan hubungi: </strong><br />
Jessica: (0361) 755676 (ext 110) | 085935301002<br />
Nova: (0361) 755676 (ext 110) | 08111772727<br />
Tiket pre-sale juga dijual di Kuta: Surfer Girl (Jl. Legian) dan Quicksilver (Sunset Road).</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/0224cut-chemist-will-spin-for-robin-lim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
