<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; upcycle</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/tag/upcycle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Kejutan visual Nafka</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 08:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah & Polusi]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[nafka]]></category>
		<category><![CDATA[upcycle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1876</guid>
		<description><![CDATA[Produk upcycle sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Produk upcycle sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.</strong></p>
<p>Pekerjaan seorang desainer adalah memastikan sebuah model harus bisa dikonversi menjadi prototype kerja –cetak biru untuk manufaktur. Namun, sudah kodrat manusia untuk mengukir individualitas. Sejak tahun 1980an desainer mulai menyuntikkan “kromosom” identitas unik kepada produk berskala industri.</p>
<p>Masyarakat berpendapatan tinggi -yang merupakan target industri- mengisi lubang besar kebosanan hidup kesehariannya dengan membeli. Namun menjadi kebosanan baru apabila mereka memakai benda yang persis dengan orang lain. Era konsumsi seragam telah berlalu. Produksi massal terus dikonter oleh sesuatu yang benar-benar individual. Pseudo individual memang.</p>
<p>Pada periode 1980an juga, pertanyaan tentang kerusakan alam tidak lagi ekslusif dari para pejuang lingkungan. Seruan untuk menghentikan kehancuran hutan, polusi lingkungan, dan efek rumah kaca menjadi gerakan populer. Terminologi Eco, Green, dan Global Warming terus digemakan seiring pembicaraan pentingnya Penggunaan Ulang, Pengurangan dan Daur Ulang (Reuse – Reduce – Recycle).</p>
<p>Recycle dinilai terlalu mahal dan butuh energi besar. Maka merebak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Upcycling" target="_blank"><span style="color: #339966;"><em>upcycle</em></span></a>, memanfaatkan barang tak terpakai menjadi memiliki kegunaan baru, seperti yang dilakukan <a title="Freitag (1): Sukses dengan terpal bekas" href="http://akarumput.com/featured/freitag-1-success-with-used-tarps/" target="_blank"><span style="color: #339966;">Freitag</span></a>. Di Bali digagas <a href="http://www.nafka.asia/" target="_blank"><span style="color: #339966;">Nafka</span></a>, sebuah laboratorium kreatif para desainer yang mengusung semangat menciptakan responsible lifestyle product. Pada Juni 2011, di Denpasar Nafka menggelar pameran perdana bertajuk Wonderground. Nafka kembali memamerkan kreasi para desainernya pada<a href="http://akarumput.com/environment/1889-sus-solutions-week/"> <span style="color: #339966;">Ecologically Sustainable Solutions Week 16 &#8211; 22 April 2012</span> </a>di Little Tree, Kuta Bali.</p>
<p>Penggunaan materi bekas membuat pekerjaan desainer Nafka terlokasi pada perancangan bentuk. Lalu sisanya, materi bekas memainkan perannya sebagai kejutan visual. Kita seperti melihat unsur karya montage atau kolase foto dari seniman Dadaisme pada aksesori seperti tas, sofa, partisi dan kap lampu dari bahan limbah reklame atau kemasan plastik bekas. Potongan gambar, nomor atau huruf terpotong, warna menumpuk.<br />
<a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu.jpg"><img class="aligncenter" title="Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu.jpg" alt="" width="600" height="379" /></a></p>
<p>Produk Nafka terlihat melebur batasan antara seni dan kerajinan dan mewujud sebagai aksesori kehidupan sehari-hari. Mereka atraktif bagi mata yang terlatih secara visual. Produk Nafka adalah kejutan menyenangkan di tengah dunia keseharian yang dipenuhi produk massal yang standar. Karena sumber daya bahan limbah terbatas, maka jumlah produksi pun tidak massal. Produk Nafka sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/5856923660_810a016e44.jpg"><img class="alignleft" title="Nafka design" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/5856923660_810a016e44.jpg" alt="" width="218" height="256" /></a>Produknya untuk ekspresi individualitas. Tapi produksinya dijalankan dengan semangat pengembangan komunitas. Nafka menjanjikan pengerjaan produknya kepada mitra kelompok-kelompok perajin. Perajin, seperti juga produsen tradisional lainnya kerap dimarjinalkan dalam belantara ekonomi distribusi.</p>
<p>Pada sistem perdagangan modern, tidak bisa dipungkiri kehadiran perantara atau pemasar. Ketika produsen dan konsumen terlalu berjarak hingga sulit mengakses satu sama lain, peran pemasar kian besar. Namun pihak perantara dagang kerap mendikte harga untuk memaksimalkan keuntungan. Produsen tidak punya daya tawar lebih untuk menjual dengan harga yang lebih menguntungkannya.</p>
<p>Ketidakadilan pemasaran ini hanya menguntungkan perantara dagang dan eksploitatif terhadap produsen. Di Bali, gejala ini telah berlangsung lama misalnya pada perdagangan barang seni atau kerajinan. Art shop menetapkan marjin keuntungan yang sangat tinggi, bisa mencapai 60 persen, atas produk perajin. Sampai ke tangan konsumen, kerajinan bisa menjadi mahal, namun nilai yang dinikmati produsen tak sebanding.<br />
Kemitraan Nafka dengan perajin dijalankan dengan semangat perdagangan yang adil (fair trade). Ini menjadi saluran cita-cita keberlanjutan (sustainability) yang tidak semata-mata untuk memurnikan lingkungan, tapi demi manusia.</p>
<p>Butuh kerja keras untuk memelihara prinsip fair trade sebagai aktivitas ekonomi murni. Sehingga tidak menjadi “asal fair trade.” Dibeli karena kualitas bukan karena dikasihani.</p>
<p>Bila upcycling menjadi kegemaran yang mewabah, apakah benda-benda upcycle akan memiliki nilai ekonomi yang spesial? Setiap orang pasti bisa melihat benda-benda tidak terpakai di sekitarnya dan mentransformasinya ke bentuk dan kegunaan lain. Lantas akan adakah pasar bagi produk Nafka?</p>
<p>Di sini lah sebuah sistem bernama brand –yang kerap misterus- bekerja. Benda tidak sekadar diukur dalam perspektif utilitarian atau manfaat semata. Masyarakat urban tetap ingin berkomunikasi meski membutuhkan deklarasi individualitas di tengah perasaan disorientasi kesendirian hidupnya. Brand adalah tawarannya.</p>
<p>Brand menjadi alat interaksi, sebuah perayaan kebersamaan meski tanpa komunikasi. Tanpa bertukar pesan. Sebab brand adalah pesan itu sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Nafka-5X5.jpg"><img class="size-full wp-image-1880 aligncenter" style="border: 0.1px solid black;" title="Nafka-poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Nafka-5X5.jpg" alt="" width="600" height="852" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freitag (2): Deklarasi individualitas ratusan euro</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/freitag-2-declaring-individuality-with-hundreds-of-euro/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/freitag-2-declaring-individuality-with-hundreds-of-euro/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 10:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Freitag]]></category>
		<category><![CDATA[upcycle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Freitag adalah sebuah pernyataan yang membuat pemakainya merasa berbeda. Kuat, unik dan otentik adalah tiga kata yang pantas mewakili tas Freitag.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/freitag2-shop.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-573" title="Freitag shop" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/freitag2-shop.jpg" alt="" width="600" height="272" /></a></p>
<p><strong>Freitag adalah sebuah pernyataan yang membuat pemakainya merasa berbeda.</strong></p>
<p>Kuat, unik dan otentik adalah tiga kata yang pantas mewakili tas Freitag. “Sangat atraktif bagi mata yang terlatih secara visual. Freitag adalah kejutan menyenangkan di tengah dunia keseharian yang dipenuhi produk massal dan terstandarisasi,” kata Windelin Hess (33), seorang desainer yang pertama kali membeli Freitag tahun 1994.</p>
<p>Freitag menjauhkan dirinya dari trend imitatif hasil produksi massal. Semboyan &#8220;Each bag is unique&#8221; bukan sekadar tagline Freitag. Freitag adalah deklarasi individualitas kaum urban dengan “perasaan disorientasi dan ingin berkomunikasi di tengah keterputusan dan kesendirian hidup di perkotaan,” sebut buku Freitag: Individual Recycled Freeway Bags.</p>
<p>Buku itu dicetak dengan semangat yang sama: 10.000 eksemplarnya dicetak unik dengan bahan sampul yang berbeda-beda. Dalam buku setebal 500 halaman yang miskin tulisan itu ditampilkan konteks ekologi, ekonomi dan sosiokultural kelahiran Freitag, serta 3.000 tas Freitag dan pemiliknya. Mereka adalah anggota generasi metropolis neurotik, yang dikepung konsumerisme namun ingin tampil beda.</p>
<p>Untuk memahami konteks kesuksesan Freitag, harus disadari Swiss adalah sebuah negara kecil yang kaya. Negara yang sering digambarkan dalam kartu pos dengan danau berwarna biru dan angsa itu berpopulasi hanya 360.000 jiwa dengan pendapatan per kapita 58.7000 dolar AS. Dalam buku tadi disebutkan, “Orang Swiss siap, bersedia dan mampu mengisi lubang besar kebosanan di tengah hidup kesehariannya dengan membeli.”</p>
<p>Kesuksesan Freitag didukung oleh kehadirannya yang mulus dalam kancah underground di Swiss. Freitag juga menjadi sebuah aksesori wajib bagi sebagian kaum muda di Eropa ke club atau rave party.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/F-shop-night.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 4px 12px;" title="Freitag shop at night" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/F-shop-night.jpg" alt="" width="266" height="359" /></a>Pada tahun 1999 Freitag membuka outlet utama di Davos, sebuah kota kecil di jantung Swiss. Dua tahun kemudian toko utama lain dibuka di Hamburg. Tahun 2006, Freitag membuka toko lagi di Zurich yang sangat menarik perhatian. Toko ini dibangun dari tumpukan 17 kontainer yang berkarat. Dengan tinggi 26 meter, toko itu menjadi gedung pencakar langit bonsai di kota Zurich yang sangat ketat dalam mengatur pembangunan gedung tinggi.</p>
<p>Freitag bisa dibeli online lewat <a href="http://www.freitag.ch/" target="_blank"><span style="color: #008000;"><span style="color: #008000;">www.freitag.ch</span></span></a>. Sejak Oktober 2002, Freitag menyediakan fitur F-cut yang memungkinkan calon pembeli mendesain sendiri tasnya secara online. Aplikasi Flash akan mempresentasikan beragam terpal yang bisa dipilih. Jika kurang sreg dengan yang tersedia, bisa kembali mengunjungi situ situ beberapa hari kemudian dan pilihan terpal baru tersedia. Calon pembeli tinggal menempatkan pola tas pada bentangan terpal yang dia pilih. Di pabrik, terpal akan dipotong sesuai spesifikasi yang diinginkan pembeli. Dan dua minggu kemudian, tas itu tiba di depan pintu.</p>
<p>Tas Freitag model Top Cat menjadi salah satu koleksi <span style="color: #008000;"><a href="http://www.moma.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Museum of Modern Art [MOMA] </span></a></span>di New York pada galeri desain. Masuk MOMA termasuk pencapaian terbesar seorang seniman [sampai saat ini belum ada karya seniman Indonesia yang menembus MOMA].</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/red-bag-tall.jpg"><img class="alignright" style="margin: 4px 12px;" title="red-bag-tall" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/red-bag-tall.jpg" alt="" width="240" height="319" /></a>Sejak dekade 80an , pertanyaan tentang kerusakan alam tidak lagi ekslusif dari para pejuang lingkungan. Seruan untuk menghentikan kehancuran hutan, polusi lingkungan, dan efek rumah kaca menjadi gerakan populer. Terminologi Eco, Green, dan Global Warming terus digemakan seiring pembicaraan pentingnya Penggunaan Ulang, Pengurangan dan Daur Ulang (Reuse – Reduce – Recycle).</p>
<p>Recycle dinilai terlalu mahal dan butuh energi besar. Maka merebak upcycle, memanfaatkan barang tak terpakai menjadi memiliki kegunaan baru, seperti yang dilakukan Freitag. Semua orang bisa menemukan benda-benda tidak terpakai di sekitarnya dan mentransformasinya ke bentuk dan kegunaan lain.</p>
<p>Bila upcycling menjadi kegemaran yang mewabah, apakah benda-benda upcycle akan memiliki nilai ekonomi yang spesial? Freitag melahirkan pertanyaan besar tentang hasrat konsumsi: kenapa orang rela menghabiskan 250 euro untuk sebuah tas terbuat dari terpal truk?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/freitag-2-declaring-individuality-with-hundreds-of-euro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freitag (1): Sukses dengan terpal bekas</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/freitag-1-success-with-used-tarps/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/freitag-1-success-with-used-tarps/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 10:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Freitag]]></category>
		<category><![CDATA[upcycle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[Bahan bekas terpal truk, sabuk pengaman mobil dan ban dalam sepeda membuat Daniel dan Markus Freitag menjadi milyuner.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan bekas terpal truk, sabuk pengaman mobil dan ban dalam sepeda membuat Daniel dan Markus Freitag menjadi milyuner.</strong></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/tarps-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-560" title="Used Tarps" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/tarps-1.jpg" alt="" width="600" height="313" /></a></p>
<p>Tidak sulit menemui anak muda di Eropa yang berjalan menenteng tas berwarna-warna meriah, dengan potongan huruf atau gambar, dan berbahan sintetis seperti plastik yang tebal. Itulah tas Freitag.</p>
<p>Bila terlihat agak kotor, bukan berarti sang pemilik tas jarang mencucinya. Maklum saja, tas itu dibuat dari terpal untuk melapisi badan truk yang kotorannya sulit luruh meski pabrik telah mencucinya. Justru di situlah letak keistimewaan Freitag.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/F-Bros-2.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 4px 12px;" title="Markus and Daniel Freitag" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/F-Bros-2.jpg" alt="" width="250" height="349" /></a>Awalnya, Daniel dan Markus sangat berhasrat memiliki tas seperti yang dipakai pengantar surat bersepeda di New York. Sebuah tas yang praktis, tahan air, berkapasitas besar, dan mudah ditenteng bila bersepeda. Dua bersaudara desainer grafis ini merasa terlalu mahal untuk membeli tas kurir.</p>
<p>Suatu pagi, di tahun 1993, Markus mencantelkan trailer ke sepedanya dan mengayuhnya ke sebuah kawasan industri. Dia kembali dengan beberapa lembar terpal bekas truk kargo, menggotongnya ke apartemennya yang terletak di lantai lima dan menyikatnya di bathtub kamar mandi. Setelah kering dia menggelarnya di ruangan, di antara matras dan perangkat stereo, dan menggunting pola. Sabuk pengaman bekas digunakan sebagai talinya dan potongan ban dalam memagari ujung bahan tas.</p>
<p>Sebuah konsep tas berkualitas dari bahan bekas pun lahir; tas bermateri tahan air, kuat, tersedia dalam beragam cetakan warna. Bahan baru yang mereka gunakan hanya kawat, velcro dan gesper.</p>
<p>Apartemen mereka pun sontak berubah radikal. “Selama berminggu-minggu, bathtub berisi air kotor dan berbau oleh terpal kotor. Apartemen penuh dengan bahan mentah, ban dalam sepeda dan sabuk pengaman,” kenang Oliver Gemperle, teman sekamar mereka yang tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya ketika itu.</p>
<p>Gemperle menambahkan, di meja dapur teronggok sebuah mesin jahit untuk industri garmen. Mesin bekas itu investasi pertama Freitag bersaudara, dibeli 500 dolar AS. Gemperle cukup senang ketika diberi dua buah tas Freitag versi awal. Sebuah tas berwarna abu-abu produksi awal Freitag kini disimpan di Zurich Museum for Gestaltung.</p>
<p>Kini Freitag bersaudara tidak lagi mengerjakan tasnya di apartemen. Tahun 2003 Freitag lab. (bisa berarti “Laboratory” atau “Label”) mengantungi pendapatan sebelum pajak sebesar 52 juta dolar AS. Freitag lab. berdiri tahun 1999 -untuk menggantikan Freitag retour Gebr yang didirikan tahun 1995- mempekerjakan 40 karyawan tetap. Freitag juga menggaji sekitar 1.760 karyawan secara outsource kepada perusahaan manufaktur yang mempekerjakan kaum cacat. Inilah aspek sosial –selain aspek ekologis penggunaan bahan bekas yang membuat Freitag unik.</p>
<p>Dari hanya memproduksi 40 buah tas pada tahun pertama produksi, pada 2007 Freitag memproduksi 160.000 item. Lini produk Freitag mencapai 40 model dari tas kurir, tas disc jockey (DJ), tas laptop, bungkus iPod, ransel, dompet, tas belanja, tas tangan wanita, samsak (punch bag) sampai bola kaki.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/bike-bag.jpg"><img class="alignright" style="margin: 4px 12px;" title="Freitag bag" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/bike-bag.jpg" alt="" width="250" height="375" /></a>Freitag tersedia di 350 toko di Swiss, Jerman, Austria, Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Italia, Spanyol, Portugal, Swedia, Denmark, Finlandia, Irlandia, Yunani, Turki, Amerika Serikat, Australia, Selandi Baru, Jepang, Kanada, China, dan Singapura. Di Swiss, Freitag lazim terlihat di keranjang sepeda anak perempuan yang ke sekolah.</p>
<p>Inovasi, kreativitas, ceruk pasar dan kata-kata lain yang sering digunakan untuk menggambarkan sistem produksi, mendapatkan tempatnya di sini. Tas Freitag seperti sebuah kelip di kegelapan yang ingin mengatakan, “Lihat, ada kemungkinan membuat produk bagus ketika orang membatasi kreativitasnya hanya dengan berinvestasi pada saham dan obligasi.”</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/freitag-1-success-with-used-tarps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
