<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; sawit watch</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/tag/sawit-watch/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Foto: Suara untuk Alam II</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/foto-suara-untuk-alam-ii/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/foto-suara-untuk-alam-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 13:11:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Galeri]]></category>
		<category><![CDATA[akarumput]]></category>
		<category><![CDATA[Balian]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[Nosstress]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Acara "Orangutan – Suara untuk Alam II" dalam gambar. Live musik, diskusi, lelang karya dan workshop cukil kayu. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div><p>SimpleViewer Gallery Id 13 has been deleted.</p></div>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/foto-suara-untuk-alam-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video klip &#8220;Orangutan&#8221; oleh Navicula</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/video-orangutan-oleh-navicula/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/video-orangutan-oleh-navicula/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 10:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1334</guid>
		<description><![CDATA[Tidak hanya merilis lagu untuk diunduh publik, Navicula juga merilis video musik “Orangutan”. Gambar video ini diselipi dengan potongan gambar dari Green, the Film. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/B4m5b5DJtBU" frameborder="0" width="600" height="335"></iframe></p>
<p>Kita hidup di dunia yang tunggang langgang. Isu, persoalan, kekhawatiran, semuanya cepat hilang, secepat mereka datang. Suatu isu bisa terasa gawat, hanya ketika masih hangat.</p>
<p>Masih di penghujung tahun 2011, jejaring media sosial di Indonesia riuh dengan isu pembantaian orangutan. Tapi dalam hitungan minggu, isu itu seperti berlalu. Nasib orangutan masih riskan. Sementara deforestasi terus melaju, dan ekspansi lahan perkebunan sawit tak terhambat.</p>
<p>Perusahaan perkebunan kelapa sawit pun dengan lincah menempuh pola greenwashing untuk <a href="http://news.mongabay.com/2011/1207-orangutan_policy.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">memoles citranya sebagai musuh utama orangutan.</span></a> Ini upaya lapis kedua setelah bergincu membangun logika kehadiran <a href="http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/" target="_blank"><span style="color: #008000;">perkebunan kelapa sawit sebagai upaya “menghijaukan hutan kembali”.</span></a></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/press-conf-2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1346" style="margin: 8px 12px;" title="discussion Suara untuk Alam II" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/press-conf-2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Dari Bali, sebagai media alternatif yang partisipatif, akarumput.com menggelar “Orangutan” – Suara untuk Alam II, bekerja sama dengan <a href="http://sawitwatch.or.id/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Sawit Watch</span></a> dan <a href="http://walhibali.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Walhi Bali</span> </a>di Seaman’s Sanur, 17 Desember lalu. Acara ini diawali dengan diskusi “Refleksi Lingkungan Hidup Akhir Tahun” bersama Albert Nego Tarigan (direktur eksekutif Sawit Watch), Wayan Suardana atau Gendo (WALHI Bali), dan Gede Robi Supriyanto (vokalis Navicula).</p>
<p>Albert menyerukan penghentian ekspansi perkebunan sawit. “Kebun sawit merebut ruang hidup masyarakat lokal dan hewan langka seperti orangutan. Di Aceh, Riau, dan Kalimantan Timur, semua terjadi pembunuhan orangutan,” kata Albert.</p>
<p>Albert juga menyoroti kasus kekerasan di Kabupaten Mesuji, Lampung yang berkaitan dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit. Lima orang tewas pada peristiwa bentrok antara masyarakat dengan pengamanan perusahaan sawit. Menurut Abert masih ada kasus serupa yang terjadi di daerah lain. “Di Riau, seorang ibu tewas karena dituduh menduduki kebun perusahaan sawit besar. Di Jambi, tujuh orang diberondong peluru, dan kami punya rekaman videonya,&#8221; kata Albert.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Balian_live.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1349" title="Balian_live" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Balian_live.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Nosstress_live.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1356" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" title="Nosstress_live" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Nosstress_live.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Geekssmile_live.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1350" title="Geekssmile_live" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Geekssmile_live.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a>Setelah diskusi, acara beralih ke panggung musik dengan penampilan band The Listen, Balian, Nosstress, Geekssmile, dan Navicula.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/woodcut-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1362" title="woodcut-2" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/woodcut-2.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/auction_art.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" title="auction_art" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/auction_art.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Acara diselingi dengan lelang karya bertema orangutan karya seniman Bali seperti Made Bayak dan mahasiswa ISI yang tergabung dalam Komunitas Djamur. Dana yang terkumpul dari lelang sekitar Rp. 6,000,000 disalurkan ke WALHI Bali untuk perjuangan lingkungan hidup.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/NAVICULA_LIVE.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1351" title="NAVICULA_LIVE" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/NAVICULA_LIVE.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Momen yang paling ditunggu dari acara ini adalah peluncuran single terbaru Navicula berjudul “Orangutan”. Navicula mendedikasikan lagu ini untuk melipatgandakan kepedulian pada keselamatan dan kelestarian orangutan sebagai spesies langka. Robi menciptakan lagu ini pada April 2011 sebagai salah satu materi album baru Navicula yang direncanakan rilis tahun depan. <a href="http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula/" target="_blank"><span style="color: #008000;">“Orangutan” bisa diunduh secara gratis di sini.</span></a></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Green-072.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1352" style="margin: 8px 12px;" title="Green-072" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Green-072-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a>Tidak hanya merilis lagu untuk diunduh publik, Navicula juga merilis video musik “Orangutan”. Gambar video ini diselipi dengan potongan gambar dari <a href="http://www.greenthefilm.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Green, the Film.</span></a> Film dokumenter karya Patrick Rouxel ini berkisah tentang Green, seekor orangutan betina yang meregang nyawa. Film ini tanpa narasi, hanya gambar-gambar yang indah dan menyedihkan.</p>
<p>Green adalah korban deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam. Film ini adalah perjalanan emosional seekor primata langka dalam kesendiriannya di dunia yang tak berpihak padanya.<strong></strong></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><strong></strong><em>Foto oleh Vifick Bolang dan Green the Film.</em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/video-orangutan-oleh-navicula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk orangutan yang akan jadi legenda</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/untuk-orangutan-yang-akan-jadi-legenda/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/untuk-orangutan-yang-akan-jadi-legenda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 06:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebekah Moore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1288</guid>
		<description><![CDATA[Dari Bali, Navicula menyuarakan keprihatinan tentang orangutan. Hewan langka ini bisa menjadi legenda karena dianggap musuh perkebunan sawit serakah. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dari Bali, Navicula menyuarakan keprihatinan tentang orangutan. Hewan langka ini bisa menjadi legenda karena dianggap musuh perkebunan sawit serakah. </strong></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Navicula-by-CPMB_1107-web.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1295" style="margin: 8px 12px;" title="Navicula" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Navicula-by-CPMB_1107-web.jpg" alt="" width="300" height="450" /></a>Band grunge psychedelic Navicula tidak berhenti mengangkat tema lingkungan. Kebanyakan lagu di album ke-6 Navicula <em>Salto</em> didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. “Over Konsumsi” ingin mengetuk konsumen yang harusnya ikut bertanggung jawab atas krisis lingkungan global. Lagu “Pantai Mimpi” ditulis sebagai bentuk perlawanan terhadap privatisasi dan hancurnya pantai-pantai di Bali, terutama untuk memboikot pengembangan Pantai Dreamland di daerah Bukit, Jimbaran.</p>
<p>“Metropolutan” yang dirilis sebagai single tahun 2010 mengkritik degradasi lingkungan di Indonesia dan krisis polusi di Jakarta. Lagu ini kerap menjadi anthem pada penampilan Navicula di atas panggung. Akhir tahun ini, Navicula kembali menggebrak dengan merilis single “Orangutan”.</p>
<p>“Orangutan” salah satu materi untuk album ke-7 Navicula yang dikerjakan sejak pertengahan tahun ini dan dirilis tahun 2012.</p>
<p>Banyak topik satwa muncul di lagu-lagu baru Navicula. Selain “Orangutan” ada “Harimau! Harimau!” Lagu “Orangutan” bercerita tentang anak orangutan yang ditangkap dan dibawa ke kota setelah orangtuanya dibunuh. Orangutan muda ini murka pada lingkungan barunya dan ingin kembali ke rimba. Dia mengamuk di kota. “Orangutan adalah satu dari sekian banyak fauna yang terancam akibat alih fungsi hutan di Indonesia. Orangutan akan jadi legenda,” kata vokalis Navicula, Gede Roby Supriyanto.</p>
<p>Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya; rumah untuk lebih dari 12 persen spesies flora dan fauna di bumi. Namun, akibat hilangnya habitat dan perburuan, beberapa satwa Indonesia telah punah, termasuk Harimau Jawa dan Bali. Ahli lingkungan sudah memprediksi tidak lama lagi badak Jawa, harimau Sumatra, dan orangutan Sumatra akan ikut punah.</p>
<p>Tahun 2008, jumlah orangutan Sumatra tinggal 6.600, turun dari angka 7.300 tahun 2004. Menurut <a href="http://www.orangutans-sos.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Sumatran Orangutan Society</span></a>, turunnya jumlah orangutan di Borneo dan Sumatra dalam tahun-tahun terakhir menjadi simbol hancurnya keanekaragaman hayati di salah satu tempat terkaya di dunia – hutan di Asia Tenggara”.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Green-122.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1299" title="Green-122" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Green-122.jpg" alt="" width="600" height="337" /></a>Penurunan jumlah orangutan yang drastis berkaitan langsung dengan hilangnya habitat mereka akibat penebangan hutan dan<a href="http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/"> <span style="color: #008000;">alhi fungsi hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit</span></a>. Dalam dekade terkahir lebih dari <a href="http://news.mongabay.com/2011/0225-indonesia_sumatra_borneo.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">9 persen hutan Kalimantan dan Sumatra telah  hilang</span></a>.</p>
<p>Erik Meijaard, ekolog yang bekerja di Indonesia sejak tahun 1993, memperingatkan bahwa<a href="http://news.mongabay.com/2011/0110-indonesia_meijaard_hunting.html" target="_blank"><span style="color: #008000;"> perburuan yang sering tidak dapat pengawasan dari pihak konservasi maupun pemerintah, adalah salah satu penyebab utama spesies satwa Indonesia menjadi langka</span></a>. Populasi orangutan terancam akibat perdagangan satwa ilegal dan konflik antara manusia dan orangutan, dua masalah yang diangkat oleh Navicula dalam lirik “Orangutan”.</p>
<p>“Tidak banyak band lokal yang benar-benar menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan hidup, tapi Navicula merupakan band yang aktif dengan isu-isu lingkungan hidup. Termasuk tentang orangutan sebagai hewan yang nyaris punah kalau kita tidak mencegahnya. Lagu ini juga menyuarakan kemarahan terhadap keadaan orangutan sekarang yang kian menyedihkan: dibunuh manusia, sebuah genosida,” komentar Arian13 vokalis band Seringai, setelah mendengar “Orangutan”. Arian13 juga aktif dalam advokasi konservasi orangutan lewat twitter.</p>
<p>Robi berharap lagu ini dapat meningkatkan kesadaran orang tentang ancaman terhadap salah satu spesies unik di Indonesia. “Harapan kami adalah perbaikan kebijakan, kuasa, dan kontrol pemerintah terhadap industri kelapa sawit karena selama ini industri perkebunan kelapa sawit seolah memiliki “hukum” sendiri di luar hukum negara Indonesia. Juga kontrol yang lebih ketat untuk  mendukung pelestarian lingkungan dan ekonomi setempat, agar lebih sehat bagi lebih banyak masyarakat lokal, hutan, dan lebih berkelanjutan,” kata Roby.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1296" style="margin: 8px 12px;" title="Orangutan_Poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster2.jpg" alt="" width="300" height="468" /></a>Navicula akan merilis lagu “Orangutan” di acara <a href="http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam"><span style="color: #008000;">Suara untuk Alam II</span></a>, inisiatif WALHI Bali. Acara “Orangutan – Suara untuk Alam II” akan berlangsung di Seaman’s Club, Sanur, 17 Desember 2011. Sebagai bagian dari acara ini akan ada lelang seni bertema orangutan, workshop cukil kayu, dan penampilan band Nosstress, Geekssmile, Balian, dan Navicula. Dana yang terkumpul di acara ini akan disumbangkan ke WALHI Bali dan lembaga yang aktif di bidang konservasi orangutan.</p>
<p>Selama satu minggu, mulai tanggal 17 Desember, lagu “Orangutan” dapat diunduh secara gratis di Akarumput.com.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/untuk-orangutan-yang-akan-jadi-legenda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Orangutan” Suara untuk Alam II</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 08:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1266</guid>
		<description><![CDATA[Akarumput.com, WALHI Bali, dan musisi seperti Gede Robi (Navicula) dan Made Bayak (Geekssmile) ingin mengamplifikasi isu lingkungan dalam sebuah event kreatif di Bali tanggal 17 Desember, 2011.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua isu besar lingkungan di Indonesia yang mengemuka sepanjang tahun 2011, yaitu pembantaian orangutan dan perkebunan kelapa sawit.</p>
<p>Belum lama, kita dikejutkan oleh berita puluhan orangutan (pongo pygmaeus) menjadi bulan-bulanan warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara. Berdalih sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit, <a href="http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/"><span style="color: #008000;">warga menangkap dan menyiksa orangutan.</span></a></p>
<p>Akarumput.com, WALHI Bali, dan musisi seperti Gede Robi (Navicula) dan Made Bayak (Geekssmile) ingin mengamplifikasi dua isu lingkungan itu dalam sebuah event kreatif di Bali. Inisiatif ini disambut positif oleh Edi Sutrisno dari Sawit Watch dan menyatakan dukungannya. Penggagas event akan menggandeng lembaga lain, terutama yang concern pada penyelamatan orangutan.</p>
<p>Dari perbincangan awal, tercapai kesepakatan untuk kolaborasi dalam event Suara untuk Alam 2. Suara untuk Alam adalah inisiatif WALHI Bali yang pernah digelar di Twice Bar, Kuta, 19 Agustus lalu sekaligus peluncuran single <a href="http://akarumput.com/featured/geekssmile-single-a-lesson-in-critical-nationalism/">Yeah Yeah Yeah Indonesia dari grup hardcore Geekssmile</a>. Suara untuk Alam II direncanakan pada 17 Desember 2011 di Seamen&#8217;s Cafe, Sanur, Bali.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster1.jpg"><img class="size-full wp-image-1283 aligncenter" title="Orangutan_Poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster1.jpg" alt="" width="600" height="937" /></a><strong></strong></p>
<p><strong>Event Suara untuk Alam 2 akan diisi dengan:</strong></p>
<p><strong>Lelang artworks orangutan</strong>: Pada Bali Creative Festival di Grand Bali Beach, Sanur, 25-27 November lalu, sejumlah seniman rupa membuat beberapa karya seni bertema orangutan. Artworks itu berupa lukisan di atas media tripleks dan drawing di atas kertas dupleks. Tidak disangka, ada beberapa orang yang bertanya apakah karya-karya itu dijual. Pertanyaan itu memunculkan ide untuk melelang karya-karya itu untuk tujuan yang lebih besar. Sehingga kontribusi seniman pada isu pembantaian orangutan tidak sekadar membangun pesan kesenian. Hasil lelang akan disumbangkan untuk gerakan ekologi di Bali (Walhi Bali) dan lembaga yang bergerak dalam penyelamatan orangutan.</p>
<p><strong>Launching single Navicula “Orangutan”</strong>: Navicula mendedikasikan lagu Orangutan yang baru selesai proses mixing untuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia. Single ini akan masuk dalam album Navicula yang akan rilis tahun depan. Selain Orangutan, Navicula juga mendedikasikan dua lagu baru lainnya yaitu Harimau Harimau untuk penyelamatan harimau sumatera dan Refuse to Forget untuk kampanye menolak lupa atas pembunuhan aktivis HAM Munir.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
