<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; orangutan</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/tag/orangutan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Navicula membuka Borneo Tour di Medan</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/navicula-membuka-borneo-tour-di-medan/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/navicula-membuka-borneo-tour-di-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2012 15:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1981</guid>
		<description><![CDATA[Grup musik asal Bali, Navicula membuka rangkaian tur ke Kalimantan (Borneo Tour) untuk kampanye perlindungan orangutan dengan konser musik di Medan, 24 Juli mendatang<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1983" class="wp-caption aligncenter" style="width: 611px"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/Gembull_NVCL_orangutan-1_web.jpg"><img class="size-full wp-image-1983" title="Gembull_NVCL_orangutan-1_web" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/Gembull_NVCL_orangutan-1_web.jpg" alt="" width="601" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">Gembull Navicula meets an orangutan</p></div>
<p>Grup musik asal Bali, Navicula membuka rangkaian tur ke Kalimantan (Borneo Tour) untuk kampanye perlindungan orangutan dengan konser musik di Medan, 24 Juli mendatang. Pertunjukan bertajuk “Road to Borneo Tour” itu digelar untuk menggemakan persoalan deforestasi yang mengancam habitat satwa langka di Sumatera, khususnya Hutan Rawa Tripa, Aceh.</p>
<p>“Konser di Medan adalah pemanasan sebelum kami tur ke Kalimantan, bulan September nanti. Di tengah persiapan menuju Borneo Tour mencuat banyak persoalan di Sumatera, seperti masalah hutan Rawa Tripa yang merupakan habitat orangutan. Didukung oleh beberapa lembaga yang concern pada konservasi lingkungan, kami pun hadir di Sumatera, pilihannya di kota Medan,” kata Gede Robi Supriyanto, vokalis Navicula di Bukit Lawang, Sumatra Utara, Jumat (20/7).</p>
<p>Robi berada di Bukit Lawang dalam rangka perjalanan menyusuri hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Perjalanan ini menjadi asupan pengalaman bagi Robi untuk mengampanyekan persoalan lingkungan lewat musik. Road to Borneo Tour di Medan didukung oleh <a href="http://www.yelweb.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)</span></a>, <a href="http://www.sumatranorangutan.org/content-n31-sE.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">Sumateran Orangutan Conservation Programe (SOCP)</span></a>, <a href="http://www.paneco.ch/aktuelles-n111-sD.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">PanEco</span></a>, <a href="http://sawitwatch.or.id/" target="_blank">Sawit Watch</a>, dan <a href="http://www.walhi.or.id/id/home/eksekutif-daerah/114-walhi-sumatera-utara.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut.</span></a></p>
<p>Pada acara yang akan digelar di Rama Gardenia Café, 24 Juli itu Navicula yang berdiri sejak tahun 1996 akan tampil dalam format akustik. Acara juga diisi dengan diskusi tentang penyelamatan hutan rawa Tripa, serta pameran foto orangutan dan harimau Sumatera dari Komunitas Mata Kamera, Medan.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/poster_NVCL_medan-web.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1985" title="Navicula_Medan_24Juli" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/poster_NVCL_medan-web.jpg" alt="" width="600" height="437" /></a></p>
<p>Navicula yang konsisten menyuarakan isu lingkungan akan menggelar Borneo Tour di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, pertengahan September mendatang. Tur ini mengangkat tema persoalan orangutan sebagai dampak dari deforestasi dan ekspansi perkebunan kelapa sawit.</p>
<p>Tur Navicula dibiayai dengan proyek pendanaan oleh khalayak (crowdfunding) lewat portal <a href="http://www.kickstarter.com/projects/1637792006/golden-green-grunge-for-rare-red-apes-navicula-bor" target="_blank"><span style="color: #008000;">kickstarter.com</span></a> dan <a href="http://mari.patungan.net/project/navicula-borneo-tour" target="_blank"><span style="color: #008000;">patungan.net.</span></a> Di kicstarter.com Navicula memasang proyek dengan target AS$3.000, sementara di patungan.net target sebesar Rp5 juta. Proyek pada kedua portal tersebut sudah melebihi target, dan proyek di kickstarter.com masih berjalan hingga 29 Juli 2012. Sebagai kompensasi untuk pendukung proyek, Navicula menjanjikan unduh lagu gratis, kaos, CD, kerajinan tangan, show di rumah donatur, sampai ikut tur ke Kalimantan.</p>
<p>“Kami sangat senang proyek crowdfunding untuk <em>Borneo Tour</em> berhasil mengajak orang mendukung gerakan kami membawa musik sebagai media kampanye lingkungan. Ini juga menjadi pembuktian kami sebagai band independen tapi dapat menggelar tur mandiri yang panjang tanpa dibiayai oleh sponsor atau promotor,” kata Robi.</p>
<p>Pada Desember 2011, <a href="http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula" target="_blank"><span style="color: #008000;">Navicula merilis lagu <em>Orangutan</em></span></a> yang disebarkan secara gratis dengan lisensi creative common. Vokalis Navicula, Gede Robi Supriyanto menulis lagu Orangutan pada April 2011. Lagu ini akan menjadi materi album ke-7 Navicula. Album ini juga akan memuat nomor Harimau! Harimau! yang didedikasikan untuk penyelamatan harimau Sumatra yang tersisa 400 ekor karena hutan rumahnya menipis.</p>
<p>Navicula telah memainkan <em>Orangutan</em> dari panggung ke panggung, bahkan di program musik siaran langsung di stasiun televisi nasional. Sejak saat itu banyak penggemar yang meminta Navicula untuk tampil di kota mereka, terutama di Kalimantan. “Sebagai musisi dari Bali, yang bukan pusat industri musik, ini kebanggaan buat kami bisa hadir di Kalimantan, hutan hujan tropis terakhir di muka bumi dan habitat orangutan yang terancam, membawakan langsung lagu Orangutan,” kata Robi.</p>
<div id="attachment_1988" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/NVCL_bukit_lawang_web.jpg"><img class="size-full wp-image-1988" title="Navicula in Bukit Lawang" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/07/NVCL_bukit_lawang_web.jpg" alt="" width="600" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">Navicula visit the orangutan of Bukit Lawang, Sumatera</p></div>
<p><strong>Kampanye Internasional</strong></p>
<p>Lagu Orangutan pula yang membawa <a href="https://www.envoletmacadam.com/en/planetrox/indonesia/semi-finalists-videos/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Navicula memenangkan kompetisi band internasional Planetrox.</span> </a>Pemenang nasional kompetisi ini diongkosi untuk tampil di festival musik Envol et Macadam di Quebec, Kanada, 7-8 September mendatang. “Ini salah satu cara kami untuk membawa isu orangutan menjadi perhatian publik internasional. Masalah lingkungan entah itu di Kalimantan, Sumatera, atau Antartika adalah kepentingan seluruh penghuni bumi,” kata Robi.</p>
<p>Untuk berpartisipasi pada Planetrox, Navicula mengikutkan video musik Orangutan yang kemudian terpilih sebagai semi finalis. Ke-10 semi finalis Planetrox bertarung dalam voting online untuk diambil 5 finalis. Finalis lalu tampil dalam babak final penjurian di Bandung 7 Juli lalu. Juri pun memutuskan Navicula sebagai pemenang untuk dikirim mewakili Indonesia ke Kanada.</p>
<p>Selain tampil di Kanada, Navicula juga berpeluang untuk rekaman di Hollywood, Amerika Serikat. Navicula masuk sebagai salah satu dari <a href="http://www.rodemic.com/roderocks/navicula" target="_blank"><span style="color: #008000;">10 finalis kompetisi RØDE Rocks</span> </a>yang berhadiah rekaman tiga lagu di Record Plant Studio, Los Angeles. Finalis dipilih dari 500 video yang berasal dari 43 negara. Pemenang ditentukan lewat voting online, dan saat berita ini diturunkan Navicula memimpin perolehan vote.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/navicula-membuka-borneo-tour-di-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Bali untuk Borneo</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/140612-dari-bali-untuk-borneo/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/140612-dari-bali-untuk-borneo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2012 13:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Borneo]]></category>
		<category><![CDATA[deforestation]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1949</guid>
		<description><![CDATA[Navicula tak berhenti sampai membuat lagu tentang orangutan. Tanpa sponsor dan promotor, Navicula membuat proyek tur ke hutan hujan tropis yang terus terkikis, Kalimantan.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Navicula tak berhenti sampai <a href="http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula/" target="_blank"><span style="color: #008000;">membuat lagu tentang orangutan.</span></a> Tanpa sponsor dan promotor, Navicula membuat proyek tur ke hutan hujan tropis yang terus terkikis, Kalimantan.</strong></p>
<p>Coba sebutkan karya lagu dengan pesan tentang lingkungan. Banyak. Bahkan sebuah majalah (berbahan kertas yang berasal dari pohon) musik nasional pada bulan Hari Bumi merilis cerita sampul tentang 100 lagu bertema bumi.</p>
<p>Tapi apa yang sebenarnya dibutuhkan bumi yang tengah dirundung rusak parah ini? Segerombolan orang yang mengaku seniman dan berlagu tentang alam seperti suara-suara yang berseru di padang gurun?</p>
<p>Kerja praksis kesenian musik yang ingin mengetuk hati dan menggedor akal membutuhkan upaya ekstra dari sekadar mencipta-memproduksi lagu-membawakannya di panggung.  Terutama dalam konteks perjuangan bagi lingkungan. Apalagi di tengah demam media jejaring sosial saat ini, ketika orang sudah merasa puas sebagai aktivis tagar (hashtag): ulang-ulang kicauan (tweet) tentang satu isu dan selesai. Sementara degradasi bahkan perusakan lingkungan secara sistematis terus terjadi.</p>
<p>Sempat terjadi demam isu penyelamatan orangutan pada penghujung tahun lalu. Tagar #SaveOrangutans gencar di jagat twitter. Pemicunya karena merebak kabar sayembara yang digelar perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Mereka menjanjikan ganjaran sejumlah uang bagi warga yang menyetorkan jasad orangutan yang dianggap musuh tanaman sawit. Keji. Namun minyak kelapa sawit lebih dianggap sebagai kebutuhan global, daripada keberlangsungan hidup primata merah yang berbagi 97% DNA dengan manusia.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/06/Green-042.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1957" title="Green-042" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/06/Green-042.jpg" alt="" width="600" height="337" /></a></p>
<p>Pada Desember 2011, Navicula merilis lagu Orangutan yang bisa diunduh secara gratis. Sejumlah musisi lain seperti Shaggydog pun membuat lagu tentang Orangutan yang terancam punah. Robi Navicula – yang memiliki akun twitter namun sangat jarang menggunakannya – menulis lagu Orangutan pada April 2011. Lagu ini akan menjadi materi album ke-7 Navicula yang sedang dalam negosiasi kontrak untuk dirilis di Amerika Serikat. Selain Orangutan, album ini juga akan memuat nomor <em>Harimau! Harimau!</em> yang didedikasikan untuk penyelamatan harimau Sumatra yang tersisa 400 ekor karena hutan rumahnya menipis.</p>
<p>Navicula telah memainkan <em>Orangutan</em> dari panggung ke panggung, bahkan di program musik siaran langsung di stasiun televisi nasional. Sejak saat itu banyak pendengar yang meminta Navicula untuk tampil di kota mereka, terutama di Kalimantan. Hadir di Kalimantan, hutan hujan tropis terakhir di muka bumi dan habitat orangutan yang terancam, membawakan langsung lagu <em>Orangutan</em> adalah harapan yang menyalakan api di dada Navicula.</p>
<p>Namun sebagai band yang sering dituduh <em>legend</em> namun masih rindu order panggung, punya basis fans menyebar-mengakar namun masih pra-sejahtera, tur mandiri ke Kalimantan bagi Navicula jauh lebih sulit daripada memproduksi lagu pembuat hits. Berharap pada sponsor atau promotor membawa tur ke Kalimantan, jelas Navicula bukan band ideal bagi brand rokok yang bisa mengguyur duit ke konser musik.</p>
<p>Kendala dana tak menghalangi rencana Navicula ke Kalimantan. Ada peluang pendanaan khalayak (<em>crowdfunding</em>) untuk proyek-proyek kreatif lewat Kickstarter.com. Pendanaan khalayak menjadi fenomena bisnis yang memukau di tengah resesi ekonomi Amerika yang belum selesai dan bangkrutnya ekonomi sebuah negara seperti Yunani. Massalution, firma riset khusus <em>crowdfunding </em>dan <em>crowdsourcing</em> awal bulan ini merilis laporan Crowdfunding Industry Report. Firma ini mengumpulkan data dari lebih 170 (38 persen dari total) platform pendanaan khalayak.</p>
<p>Massalution menemukan, selama tahun 2011 portal-portal pendanaan khalayak mengumpulkan dana 1,5 miliar dollar AS dan mendanai sekitar 1 juta proyek. Angka itu memang memukau. Tapi sebelum berpikir tentang menembus target dana proyek, tidak semua orang bisa membuat proyek yang menarik minat orang banyak untuk ikut mendanai. Pengaju proyek juga harus melewati seleksi awal, persetujuan dari pengelola portal. Navicula telah melewati ini, <a href="http://www.kickstarter.com/projects/1637792006/golden-green-grunge-for-rare-red-apes-navicula-bor" target="_blank"><span style="color: #008000;">proyek tur Borneo Orangutan</span> </a>sudah diluluskan oleh Kickstarter.com.</p>
<p>Proyek tur Navicula ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah ini menargetkan dana 3000 dollar AS, dengan masa pendanaan 45 hari. Sebagai kompensasi untuk donatur, Navicula menjanjikan download lagu gratis, kaos, CD, kerajinan tangan, show di rumah donatur, sampai ikut tur ke Kalimantan.</p>
<p><iframe src="http://www.kickstarter.com/projects/1637792006/golden-green-grunge-for-rare-red-apes-navicula-bor/widget/video.html" frameborder="0" width="480px" height="360px"></iframe></p>
<p>Navicula adalah musisi atau band pertama dari Indonesia yang menjalankan proyek di Kickstarter. Sudah ada beberapa proyek tentang musisi Indonesia di kickstarter, tapi itu dilakukan oleh orang dari luar (negeri), bukan oleh musisi langsung. Misalnya <a href="http://www.kickstarter.com/projects/157803924/jakarta-punk-the-marjinal-story" target="_blank"><span style="color: #008000;">proyek film dokumenter tentang kolektif punk</span></a> paling berwibawa di Indonesia, Marjinal. Proyek dengan target 16.000 dollar AS, massa penggalangan dana 45 hari ini berhasil mengumpulkan 16.450 dollar AS. Proyek ini diajukan oleh 3 filmaker dari AS, Cina dan Malaysia.</p>
<p>Donatur proyek di Kickstarter adalah orang yang memilik kartu kredit di Amerika Serikat. Jelas dengan begitu, partisipasi donatur dari Indonesia sangat kecil di Kickstarter. Untuk itu Navicula juga meluncurkan proyek pendukung lewat patungan.net, dengan target dana Rp5 juta.</p>
<p>Seakan tak berhenti meresonansi suara primata merah, Navicula juga membawa lagu Orangutan untuk kompetisi band internasional Planetrox. Pemenang nasional kompetisi ini akan diongkosi untuk tampil di festival musik Envol et Macadam di Quebec, Kanada. <span style="color: #008000;"><a href="http://www.envoletmacadam.com/en/planetrox/indonesia/semi-finalists-videos/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Tahap voting online berlangsung</span></a></span> hingga 24 Juni, dan akan diambil 5 finalis yang akan berlaga di depan juri pada final di Bandung 8 Juli.</p>
<p>Navicula satu-satunya dari 10 semifinalis pada kompetisi ini dengan lagu berbahasa Indonesia. Ketika band Indonesia lain menghadapi kompetisi internasional Planetrox dengan lagu berbahasa Inggris, Navicula percaya diri dengan lagu berbahasa sendiri: Orangutan. Sebab ini tentang pesan, bukan tentang bahasa.</p>
<p><strong>Navicula mengundang Anda pada show akustik sekaligus launching Orangutan Borneo Tour:</strong><br />
Sabtu, 16 Juni<br />
Pukul 18.00 WIB<br />
Di Café Tjikini Jl Cikini Raya no 17 Jakarta Pusat<br />
Penampil: Navicula, Adrian Aditeotomo, Balian</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/06/Navicula_e_poster.jpg"><img class="size-full wp-image-1950 aligncenter" title="Navicula_e_poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/06/Navicula_e_poster.jpg" alt="" width="389" height="750" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/140612-dari-bali-untuk-borneo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video klip &#8220;Orangutan&#8221; oleh Navicula</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/video-orangutan-oleh-navicula/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/video-orangutan-oleh-navicula/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 10:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1334</guid>
		<description><![CDATA[Tidak hanya merilis lagu untuk diunduh publik, Navicula juga merilis video musik “Orangutan”. Gambar video ini diselipi dengan potongan gambar dari Green, the Film. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/B4m5b5DJtBU" frameborder="0" width="600" height="335"></iframe></p>
<p>Kita hidup di dunia yang tunggang langgang. Isu, persoalan, kekhawatiran, semuanya cepat hilang, secepat mereka datang. Suatu isu bisa terasa gawat, hanya ketika masih hangat.</p>
<p>Masih di penghujung tahun 2011, jejaring media sosial di Indonesia riuh dengan isu pembantaian orangutan. Tapi dalam hitungan minggu, isu itu seperti berlalu. Nasib orangutan masih riskan. Sementara deforestasi terus melaju, dan ekspansi lahan perkebunan sawit tak terhambat.</p>
<p>Perusahaan perkebunan kelapa sawit pun dengan lincah menempuh pola greenwashing untuk <a href="http://news.mongabay.com/2011/1207-orangutan_policy.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">memoles citranya sebagai musuh utama orangutan.</span></a> Ini upaya lapis kedua setelah bergincu membangun logika kehadiran <a href="http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/" target="_blank"><span style="color: #008000;">perkebunan kelapa sawit sebagai upaya “menghijaukan hutan kembali”.</span></a></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/press-conf-2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1346" style="margin: 8px 12px;" title="discussion Suara untuk Alam II" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/press-conf-2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Dari Bali, sebagai media alternatif yang partisipatif, akarumput.com menggelar “Orangutan” – Suara untuk Alam II, bekerja sama dengan <a href="http://sawitwatch.or.id/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Sawit Watch</span></a> dan <a href="http://walhibali.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Walhi Bali</span> </a>di Seaman’s Sanur, 17 Desember lalu. Acara ini diawali dengan diskusi “Refleksi Lingkungan Hidup Akhir Tahun” bersama Albert Nego Tarigan (direktur eksekutif Sawit Watch), Wayan Suardana atau Gendo (WALHI Bali), dan Gede Robi Supriyanto (vokalis Navicula).</p>
<p>Albert menyerukan penghentian ekspansi perkebunan sawit. “Kebun sawit merebut ruang hidup masyarakat lokal dan hewan langka seperti orangutan. Di Aceh, Riau, dan Kalimantan Timur, semua terjadi pembunuhan orangutan,” kata Albert.</p>
<p>Albert juga menyoroti kasus kekerasan di Kabupaten Mesuji, Lampung yang berkaitan dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit. Lima orang tewas pada peristiwa bentrok antara masyarakat dengan pengamanan perusahaan sawit. Menurut Abert masih ada kasus serupa yang terjadi di daerah lain. “Di Riau, seorang ibu tewas karena dituduh menduduki kebun perusahaan sawit besar. Di Jambi, tujuh orang diberondong peluru, dan kami punya rekaman videonya,&#8221; kata Albert.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Balian_live.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1349" title="Balian_live" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Balian_live.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Nosstress_live.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1356" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" title="Nosstress_live" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Nosstress_live.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Geekssmile_live.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1350" title="Geekssmile_live" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Geekssmile_live.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a>Setelah diskusi, acara beralih ke panggung musik dengan penampilan band The Listen, Balian, Nosstress, Geekssmile, dan Navicula.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/woodcut-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1362" title="woodcut-2" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/woodcut-2.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/auction_art.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" title="auction_art" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/auction_art.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Acara diselingi dengan lelang karya bertema orangutan karya seniman Bali seperti Made Bayak dan mahasiswa ISI yang tergabung dalam Komunitas Djamur. Dana yang terkumpul dari lelang sekitar Rp. 6,000,000 disalurkan ke WALHI Bali untuk perjuangan lingkungan hidup.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/NAVICULA_LIVE.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1351" title="NAVICULA_LIVE" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/NAVICULA_LIVE.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Momen yang paling ditunggu dari acara ini adalah peluncuran single terbaru Navicula berjudul “Orangutan”. Navicula mendedikasikan lagu ini untuk melipatgandakan kepedulian pada keselamatan dan kelestarian orangutan sebagai spesies langka. Robi menciptakan lagu ini pada April 2011 sebagai salah satu materi album baru Navicula yang direncanakan rilis tahun depan. <a href="http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula/" target="_blank"><span style="color: #008000;">“Orangutan” bisa diunduh secara gratis di sini.</span></a></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Green-072.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1352" style="margin: 8px 12px;" title="Green-072" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Green-072-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a>Tidak hanya merilis lagu untuk diunduh publik, Navicula juga merilis video musik “Orangutan”. Gambar video ini diselipi dengan potongan gambar dari <a href="http://www.greenthefilm.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Green, the Film.</span></a> Film dokumenter karya Patrick Rouxel ini berkisah tentang Green, seekor orangutan betina yang meregang nyawa. Film ini tanpa narasi, hanya gambar-gambar yang indah dan menyedihkan.</p>
<p>Green adalah korban deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam. Film ini adalah perjalanan emosional seekor primata langka dalam kesendiriannya di dunia yang tak berpihak padanya.<strong></strong></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><strong></strong><em>Foto oleh Vifick Bolang dan Green the Film.</em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/video-orangutan-oleh-navicula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unduh gratis: Lagu Orangutan oleh Navicula</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 14:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Unduh]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1306</guid>
		<description><![CDATA[Unduh gratis lagu "Orangutan", single terbaru dari Navicula.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://w.soundcloud.com/player/?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F30855119&amp;auto_play=true&amp;show_artwork=true&amp;color=ff7700" frameborder="no" scrolling="no" width="100%" height="166"></iframe></p>
<p><strong>Lagu: Orangutan</strong><br />
<strong>Musik: Navicula </strong><br />
<strong>Lirik: Gede Roby Supriyanto</strong></p>
<p>Orangutan muda, rumahnya di belantara,<br />
Dijaga papa dan mama yang kemarin masih ada<br />
Kini tiada…</p>
<p>Orangutan muda diculik perambah rimba<br />
Dibawa paksa ke kota, jadi hiburan manusia<br />
Terpenjara…</p>
<p>Orangutan (6x)<br />
Orangutan akan jadi legenda</p>
<p>Orangutan gila karena manusia gila<br />
Tak betah tinggal di kota, dia rindu habitatnya<br />
Di rimba…</p>
<p>Orangutan murka mengamuk serang manusia<br />
Manusia bawa senjata, orangutan tertawa<br />
Terbang ke surga…</p>
<p>Orangutan (6x)<br />
Orangutan akan jadi legenda</p>
<p>Orangutan (6x)<br />
Orangutan akan jadi legenda</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/unduh-gratis-lagu-orangutan-oleh-navicula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk orangutan yang akan jadi legenda</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/untuk-orangutan-yang-akan-jadi-legenda/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/untuk-orangutan-yang-akan-jadi-legenda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 06:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebekah Moore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1288</guid>
		<description><![CDATA[Dari Bali, Navicula menyuarakan keprihatinan tentang orangutan. Hewan langka ini bisa menjadi legenda karena dianggap musuh perkebunan sawit serakah. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dari Bali, Navicula menyuarakan keprihatinan tentang orangutan. Hewan langka ini bisa menjadi legenda karena dianggap musuh perkebunan sawit serakah. </strong></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Navicula-by-CPMB_1107-web.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1295" style="margin: 8px 12px;" title="Navicula" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Navicula-by-CPMB_1107-web.jpg" alt="" width="300" height="450" /></a>Band grunge psychedelic Navicula tidak berhenti mengangkat tema lingkungan. Kebanyakan lagu di album ke-6 Navicula <em>Salto</em> didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. “Over Konsumsi” ingin mengetuk konsumen yang harusnya ikut bertanggung jawab atas krisis lingkungan global. Lagu “Pantai Mimpi” ditulis sebagai bentuk perlawanan terhadap privatisasi dan hancurnya pantai-pantai di Bali, terutama untuk memboikot pengembangan Pantai Dreamland di daerah Bukit, Jimbaran.</p>
<p>“Metropolutan” yang dirilis sebagai single tahun 2010 mengkritik degradasi lingkungan di Indonesia dan krisis polusi di Jakarta. Lagu ini kerap menjadi anthem pada penampilan Navicula di atas panggung. Akhir tahun ini, Navicula kembali menggebrak dengan merilis single “Orangutan”.</p>
<p>“Orangutan” salah satu materi untuk album ke-7 Navicula yang dikerjakan sejak pertengahan tahun ini dan dirilis tahun 2012.</p>
<p>Banyak topik satwa muncul di lagu-lagu baru Navicula. Selain “Orangutan” ada “Harimau! Harimau!” Lagu “Orangutan” bercerita tentang anak orangutan yang ditangkap dan dibawa ke kota setelah orangtuanya dibunuh. Orangutan muda ini murka pada lingkungan barunya dan ingin kembali ke rimba. Dia mengamuk di kota. “Orangutan adalah satu dari sekian banyak fauna yang terancam akibat alih fungsi hutan di Indonesia. Orangutan akan jadi legenda,” kata vokalis Navicula, Gede Roby Supriyanto.</p>
<p>Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya; rumah untuk lebih dari 12 persen spesies flora dan fauna di bumi. Namun, akibat hilangnya habitat dan perburuan, beberapa satwa Indonesia telah punah, termasuk Harimau Jawa dan Bali. Ahli lingkungan sudah memprediksi tidak lama lagi badak Jawa, harimau Sumatra, dan orangutan Sumatra akan ikut punah.</p>
<p>Tahun 2008, jumlah orangutan Sumatra tinggal 6.600, turun dari angka 7.300 tahun 2004. Menurut <a href="http://www.orangutans-sos.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Sumatran Orangutan Society</span></a>, turunnya jumlah orangutan di Borneo dan Sumatra dalam tahun-tahun terakhir menjadi simbol hancurnya keanekaragaman hayati di salah satu tempat terkaya di dunia – hutan di Asia Tenggara”.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Green-122.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1299" title="Green-122" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Green-122.jpg" alt="" width="600" height="337" /></a>Penurunan jumlah orangutan yang drastis berkaitan langsung dengan hilangnya habitat mereka akibat penebangan hutan dan<a href="http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/"> <span style="color: #008000;">alhi fungsi hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit</span></a>. Dalam dekade terkahir lebih dari <a href="http://news.mongabay.com/2011/0225-indonesia_sumatra_borneo.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">9 persen hutan Kalimantan dan Sumatra telah  hilang</span></a>.</p>
<p>Erik Meijaard, ekolog yang bekerja di Indonesia sejak tahun 1993, memperingatkan bahwa<a href="http://news.mongabay.com/2011/0110-indonesia_meijaard_hunting.html" target="_blank"><span style="color: #008000;"> perburuan yang sering tidak dapat pengawasan dari pihak konservasi maupun pemerintah, adalah salah satu penyebab utama spesies satwa Indonesia menjadi langka</span></a>. Populasi orangutan terancam akibat perdagangan satwa ilegal dan konflik antara manusia dan orangutan, dua masalah yang diangkat oleh Navicula dalam lirik “Orangutan”.</p>
<p>“Tidak banyak band lokal yang benar-benar menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan hidup, tapi Navicula merupakan band yang aktif dengan isu-isu lingkungan hidup. Termasuk tentang orangutan sebagai hewan yang nyaris punah kalau kita tidak mencegahnya. Lagu ini juga menyuarakan kemarahan terhadap keadaan orangutan sekarang yang kian menyedihkan: dibunuh manusia, sebuah genosida,” komentar Arian13 vokalis band Seringai, setelah mendengar “Orangutan”. Arian13 juga aktif dalam advokasi konservasi orangutan lewat twitter.</p>
<p>Robi berharap lagu ini dapat meningkatkan kesadaran orang tentang ancaman terhadap salah satu spesies unik di Indonesia. “Harapan kami adalah perbaikan kebijakan, kuasa, dan kontrol pemerintah terhadap industri kelapa sawit karena selama ini industri perkebunan kelapa sawit seolah memiliki “hukum” sendiri di luar hukum negara Indonesia. Juga kontrol yang lebih ketat untuk  mendukung pelestarian lingkungan dan ekonomi setempat, agar lebih sehat bagi lebih banyak masyarakat lokal, hutan, dan lebih berkelanjutan,” kata Roby.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1296" style="margin: 8px 12px;" title="Orangutan_Poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster2.jpg" alt="" width="300" height="468" /></a>Navicula akan merilis lagu “Orangutan” di acara <a href="http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam"><span style="color: #008000;">Suara untuk Alam II</span></a>, inisiatif WALHI Bali. Acara “Orangutan – Suara untuk Alam II” akan berlangsung di Seaman’s Club, Sanur, 17 Desember 2011. Sebagai bagian dari acara ini akan ada lelang seni bertema orangutan, workshop cukil kayu, dan penampilan band Nosstress, Geekssmile, Balian, dan Navicula. Dana yang terkumpul di acara ini akan disumbangkan ke WALHI Bali dan lembaga yang aktif di bidang konservasi orangutan.</p>
<p>Selama satu minggu, mulai tanggal 17 Desember, lagu “Orangutan” dapat diunduh secara gratis di Akarumput.com.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/untuk-orangutan-yang-akan-jadi-legenda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Orangutan” Suara untuk Alam II</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 08:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1266</guid>
		<description><![CDATA[Akarumput.com, WALHI Bali, dan musisi seperti Gede Robi (Navicula) dan Made Bayak (Geekssmile) ingin mengamplifikasi isu lingkungan dalam sebuah event kreatif di Bali tanggal 17 Desember, 2011.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua isu besar lingkungan di Indonesia yang mengemuka sepanjang tahun 2011, yaitu pembantaian orangutan dan perkebunan kelapa sawit.</p>
<p>Belum lama, kita dikejutkan oleh berita puluhan orangutan (pongo pygmaeus) menjadi bulan-bulanan warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara. Berdalih sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit, <a href="http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/"><span style="color: #008000;">warga menangkap dan menyiksa orangutan.</span></a></p>
<p>Akarumput.com, WALHI Bali, dan musisi seperti Gede Robi (Navicula) dan Made Bayak (Geekssmile) ingin mengamplifikasi dua isu lingkungan itu dalam sebuah event kreatif di Bali. Inisiatif ini disambut positif oleh Edi Sutrisno dari Sawit Watch dan menyatakan dukungannya. Penggagas event akan menggandeng lembaga lain, terutama yang concern pada penyelamatan orangutan.</p>
<p>Dari perbincangan awal, tercapai kesepakatan untuk kolaborasi dalam event Suara untuk Alam 2. Suara untuk Alam adalah inisiatif WALHI Bali yang pernah digelar di Twice Bar, Kuta, 19 Agustus lalu sekaligus peluncuran single <a href="http://akarumput.com/featured/geekssmile-single-a-lesson-in-critical-nationalism/">Yeah Yeah Yeah Indonesia dari grup hardcore Geekssmile</a>. Suara untuk Alam II direncanakan pada 17 Desember 2011 di Seamen&#8217;s Cafe, Sanur, Bali.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster1.jpg"><img class="size-full wp-image-1283 aligncenter" title="Orangutan_Poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster1.jpg" alt="" width="600" height="937" /></a><strong></strong></p>
<p><strong>Event Suara untuk Alam 2 akan diisi dengan:</strong></p>
<p><strong>Lelang artworks orangutan</strong>: Pada Bali Creative Festival di Grand Bali Beach, Sanur, 25-27 November lalu, sejumlah seniman rupa membuat beberapa karya seni bertema orangutan. Artworks itu berupa lukisan di atas media tripleks dan drawing di atas kertas dupleks. Tidak disangka, ada beberapa orang yang bertanya apakah karya-karya itu dijual. Pertanyaan itu memunculkan ide untuk melelang karya-karya itu untuk tujuan yang lebih besar. Sehingga kontribusi seniman pada isu pembantaian orangutan tidak sekadar membangun pesan kesenian. Hasil lelang akan disumbangkan untuk gerakan ekologi di Bali (Walhi Bali) dan lembaga yang bergerak dalam penyelamatan orangutan.</p>
<p><strong>Launching single Navicula “Orangutan”</strong>: Navicula mendedikasikan lagu Orangutan yang baru selesai proses mixing untuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia. Single ini akan masuk dalam album Navicula yang akan rilis tahun depan. Selain Orangutan, Navicula juga mendedikasikan dua lagu baru lainnya yaitu Harimau Harimau untuk penyelamatan harimau sumatera dan Refuse to Forget untuk kampanye menolak lupa atas pembunuhan aktivis HAM Munir.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis tanpa malu bernama CSR</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 17:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia green awards]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[palm oil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia Green Awards mengelabui publik. Perusahaan menjaga kelestarian lingkungan bukanlah prestasi, tapi kewajiban. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Indonesia Green Awards mengelabui publik. Perusahaan menjaga kelestarian lingkungan bukanlah prestasi, tapi kewajiban. </strong></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IGA_1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-929" style="margin: 4px 12px;" title="Palm oil plantation in Borneo" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IGA_1.jpg" alt="" width="261" height="390" /></a>Terlalu banyak lelucon di dunia pengelolaan lingkungan. Lelucon yang tidak lucu tentang pemakaian paksa kata ‘green’.</p>
<p>Pada 28 September lalu digelar penghargaan Indonesia Green Award. Dalam daftar pemenang penghargaan ada PT Freeport Indonesia, Danone Aqua, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, BSD Green Office Park, HSBC Indonesia, PT Antam (Persero) Tbk, PT Semen Gresik (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Surabaya Plaza Hotel, PT PP (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, PT SMART Tbk (Kalimantan Barat), PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Telekomunikasi Selular, PT Bukit Asam (Persero) Tbk), Sinarmas Forestry, PT Wiraswasta Gemilang Indonesia, PT Bakrieland Development Tbk, Djarum Trees for Life, dan Total EP Indonesia.</p>
<p>Itu untuk kategori perusahaan. Ada juga pemenang penghargaan untuk kategori pribadi. Mereka adalah Joko Widodo (walikota Solo), Valerina Daniel (penulis Buku Easy Green Living), Hugua (bupati Wakatobi), Nugie (pegiat sepeda), Tony Sumampau (pendiri Taman Safari Indonesia), M Ridwan Kamil (penggagas Jakarta Berkebun), Syahrul Effendi (walikota Jakarta Selatan), Idal Amal dan Amal Alghozali (pendiri Akademi Berkebun), Awang Foroek Ishak (gubernur Kaltim), Cathy Lengkong (ketua umum Ikatan Pemulung Indonesia), Zaby Febrina (pegiat konservasi Komodo), dan Erbe Sentanu (ketua Greenheart Indonesia).</p>
<p>Bagian tidak lucunya adalah bagaimana bisa perusahaan pengeruk sumber daya alam seperti Freeport dan Aqua Danone bisa diikutkan dalam nominasi Green Award. Lucunya lagi, media massa besar seperti <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/09/28/10352218/Perusahaan.Peduli.Lingkungan.Dapat.Indonesia.Green.Awards" target="_blank"><span style="color: #008000;">Kompas</span></a>, <a href="http://www.thejakartapost.com/news/2011/09/29/green-awards-go-12-people-22-companies.html" target="_blank"><span style="color: #008000;">Jakarta Post</span></a>, <a href="http://www.republika.co.id/berita/csr/padamu-guru/11/10/04/lsj1ug-22-perusahaan-terima-indonesia-green-awards-2011" target="_blank"><span style="color: #008000;">Republika</span></a> atau <a href="http://foto.detik.com/readfoto/2011/09/28/170104/1732586/464/1/green-award-2011" target="_blank"><span style="color: #008000;">detik.com</span></a> menulis berita penghargaan ini seperti sebuah peristiwa biasa. Mereka tidak mengajukan pertanyaan kritis tentang pemberian penghargaan ini yang sangat mengelabui publik.</p>
<p>Pengelabuan itu terlihat dari penghargaan sebenarnya ditujukan untuk program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Jadi yang dinilai adalah program CSR perusahaan dalam bidang lingkungan, bukan keberpihakan perusahaan pada prinsip kelestarian lingkungan dan berkelanjutan dalam operasionalnya.</p>
<p>Bila perusahaan melaksanakan prinsip kelestarian lingkungan sebenarnya tidak perlu diberi penghargaan apapun. Karena itu sudah kewajiban mereka. Bukan sebuah prestasi yang harus diganjar penghargaan. Kewajiban itu diatur dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) pasal 74.</p>
<p>Isi UU PT pasal 74 adalah (ayat 1) <em>Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Ayat 2: Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.</em> Ayat <em>3: Perseroan yang tidak melakukan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.</em></p>
<p>Pengaturan tentang CSR juga tercantum di dalam UU No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UU PM) Pasal 15 huruf b. Isinya: <em>Setiap penanam modal berkewajiban</em> <em>melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.</em> Kemudian di dalam Pasal 16 huruf d UU PM disebutkan: <em>Setiap penanam modal bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup</em>.</p>
<p>Kompetensi pelaksana penghargaan ini pun patut dipertanyakan. Pada halaman muka situs <a href="http://indonesiagreenawards.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">indonesiagreenawards.com</span></a> dimuat logo partner dan sponsor penghargaan ini. Logo Kementrian Kehutanan RI bersanding dengan logo Danone Aqua, Bakrieland, Smart Agribusiness and Food, Riaupulp, dan Sinarmas. Ada nuansa saling menggaruk punggung dalam pemberian penghargaan ini. Perusahakan memberikan uang, mereka mendapat ganjaran penghargaan.</p>
<p>Pelaksana penghargaan ini adalah La Tofi School of CSR dan Majalah BISNIS&amp;CSR. Kedua entitas bisnis ini dipimpin oleh La Tofi. Ini merupakan tahun kedua IGA. Saya perlu mengutip isi situs IGA. “…. Begitu juga pada perusahaan-perusahaan besar, banyak yang memberi contoh kepada publik dengan memerhatikan lingkungan. Perusahaaan-perusahaan kelapa sawit misalnya, yang melakukan “penghutanan dengan kelapa sawit” di lahan-lahan bekas hutan yang telah rusak perlu diapresiasi. Begitu juga bagi perusahaan tambang yang melakukan rehabilitasi lahan bekas tambangnya dengan hasil baik perlu diberi penghargaan.”</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IGA_2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-932" title="palm oil plantation" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IGA_2.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a></p>
<p>Sulit untuk mencerna bagaimana lembaga Indonesia Green Awards (IGA) menciptakan istilah “penghutanan dengan kelapa sawit”. Sekitar 80 persen lahan perkebunan sawit adalah hasil konversi hutan alam. WALHI mencatat pemerintah telah melepas lebih dari 15,9 juta hektar hutan untuk perkebunan sawit. Namun, baru 5,4 juta hektar yang telah ditanami. Selebihnya ditinggalkan pengusaha setelah diambil kayunya.</p>
<p>Izin perkebunan menjadi akal-akalan untuk menebang kayu. Di beberapa daerah, pembukaan sawit menjadi sebab kebakaran hutan. Sawit membutuhkan derajat keasaman tertentu, yang bisa ditingkatkan dengan membakar lahan.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IGA_3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-931" title="palm oil plantation" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IGA_3.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Satu batang pohon sawit membutuhkan 6-8 liter air per hari. Di Sumatera Utara, tidak ada satu pun tali air di sekitar perkebunan sawit yang selamat. Akar sawit dewasa sangat kuat dan tidak bisa dihancurkan oleh mikroorganisme tanah sampai 80 tahun selain secara fisik. Bila akar tanaman tua tidak dihancurkan, maka titik tumbuh dipindahkan. Sampai titik tumbuh habis, tanah menjadi gersang dan hanya bisa ditanami tanaman purba berupa paku-pakuan.</p>
<p>Hutan sebagai sumber binatang buruan, tumbuhan obat, rotan hutan, dan udara bersih akan hilang. Hama pengganggu seperti belalang, babi, dan kera akan memangsa tanaman masyarakat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/tim-ellis-on-Flickr.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-934" style="margin-top: 4px; margin-bottom: 4px;" title="Bornean Orangutan" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/tim-ellis-on-Flickr.jpg" alt="" width="335" height="221" /></a>Saat ini kita sedang dikejutkan oleh berita puluhan orangutan (pongo pygmaeus) menjadi bulan-bulanan warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara. Berdalih sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit, warga menangkap dan menyiksa orangutan. Aksi brutal dianggap belum cukup. Warga mengakhirinya dengan memotong kepala satwa dilindungi itu.</p>
<p>Seluruh aksi pembantaian sadis ini dikabarkan terjadi di sebuah areal konsesi perusahaan kelapa sawit Malaysia yang sedang gencar melakukan perluasan areal. Area perkebunan ini bersebelahan dengan area KBK (Kawasan Budidaya Kehutanan) yang merupakan habitat orangutan. Orangutan yang kehidupannya terusik berhamburan keluar dari tempat tinggal mereka, sebagian merusak sejumlah pohon sawit yang sedang tumbuh.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Cargill-PTHarpanSawitLestariWestKalimantanBorneo2009PhotoDavid-GilbertRAN.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-938" title="Kelapa Sawit in Borneo" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Cargill-PTHarpanSawitLestariWestKalimantanBorneo2009PhotoDavid-GilbertRAN.jpg" alt="" width="600" height="401" /></a>Perusahaan mengumumkan sayembara terbuka. Isinya &#8220;barang siapa baik karyawan maupun masyarakat sekitar yang mampu menangkap orangutan itu baik dalam keadaan hidup maupun mati, diberikan imbalan berupa uang dari mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Imbalan disesuaikan dengan kecil dan besarnya tangkapan itu.<br />
Sadis.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/SumatraDavid-Gilbert.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-937" title="SumatraDavid Gilbert" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/SumatraDavid-Gilbert.jpg" alt="" width="600" height="398" /></a>Selain merusak habitat hewan, kehadiran perkebunan sawit juga menciptakan ketergantungan ekonomi masyarakat pada pemilik modal. Setelah kehilangan sumber agraria dan rusaknya tata air, masyarakat lokal terpaksa menjadi buruh perkebunan dengan upah kecil. Setelah lahan pertanian berganti kebun sawit, masyarakat tidak dapat lagi menghasilkan sendiri sumber pangannya. <strong>Lantas dimana makna tanggung jawab sosial perusahaan yang dimaksud oleh Indonesia Green Awards?</strong></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><strong></strong><em>Foto oleh Daniel Kleeman dan David Gilbert (Rainforest Action Network).</em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
