<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; geekssmile</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/tag/geekssmile/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Bali Anti-Corruption Fest</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/bali-anti-corruption-fest/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/bali-anti-corruption-fest/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2013 04:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Anti-Corruption]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[ICW]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Morfem]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=2012</guid>
		<description><![CDATA[Bali Anti-corruption Fest, 13 April 2013, Jam 16:00-23:00 di Gd. Sawaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Bali. Free entry.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Anti-corruption Fest: Tur album kompilasi Frekuensi Perangkap Tikus (unduh gratis di <a href="http://beranijujur.net/" target="_blank">Beranijujur.net</a>)<br />
13 April 2013, Jam 16:00-23:00<br />
di Gd. Sawaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Bali</p>
<p>Bands: Navicula, Geekssmile, Scared of Bums, Ripper Clown (Denpasar), Morfem (JKT), Iksan Skuter (JKT)</p>
<p>Teater Kini Berseri, Mural Komunitas Djamur – ISI Denpasar, Painting exhibition Made Bayak.</p>
<p>Free Entry!</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2013/04/x2_113f8083.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2013" alt="Bali Anti Corruption Fest" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2013/04/x2_113f8083.jpg" width="600" height="848" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/bali-anti-corruption-fest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto: Suara untuk Alam II</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/foto-suara-untuk-alam-ii/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/foto-suara-untuk-alam-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 13:11:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Galeri]]></category>
		<category><![CDATA[akarumput]]></category>
		<category><![CDATA[Balian]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[Nosstress]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Acara "Orangutan – Suara untuk Alam II" dalam gambar. Live musik, diskusi, lelang karya dan workshop cukil kayu. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div><p>SimpleViewer Gallery Id 13 has been deleted.</p></div>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/foto-suara-untuk-alam-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Orangutan” Suara untuk Alam II</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 08:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawit watch]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1266</guid>
		<description><![CDATA[Akarumput.com, WALHI Bali, dan musisi seperti Gede Robi (Navicula) dan Made Bayak (Geekssmile) ingin mengamplifikasi isu lingkungan dalam sebuah event kreatif di Bali tanggal 17 Desember, 2011.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua isu besar lingkungan di Indonesia yang mengemuka sepanjang tahun 2011, yaitu pembantaian orangutan dan perkebunan kelapa sawit.</p>
<p>Belum lama, kita dikejutkan oleh berita puluhan orangutan (pongo pygmaeus) menjadi bulan-bulanan warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara. Berdalih sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit, <a href="http://akarumput.com/environment/the-unashamed-business-of-indonesia-green-awards/"><span style="color: #008000;">warga menangkap dan menyiksa orangutan.</span></a></p>
<p>Akarumput.com, WALHI Bali, dan musisi seperti Gede Robi (Navicula) dan Made Bayak (Geekssmile) ingin mengamplifikasi dua isu lingkungan itu dalam sebuah event kreatif di Bali. Inisiatif ini disambut positif oleh Edi Sutrisno dari Sawit Watch dan menyatakan dukungannya. Penggagas event akan menggandeng lembaga lain, terutama yang concern pada penyelamatan orangutan.</p>
<p>Dari perbincangan awal, tercapai kesepakatan untuk kolaborasi dalam event Suara untuk Alam 2. Suara untuk Alam adalah inisiatif WALHI Bali yang pernah digelar di Twice Bar, Kuta, 19 Agustus lalu sekaligus peluncuran single <a href="http://akarumput.com/featured/geekssmile-single-a-lesson-in-critical-nationalism/">Yeah Yeah Yeah Indonesia dari grup hardcore Geekssmile</a>. Suara untuk Alam II direncanakan pada 17 Desember 2011 di Seamen&#8217;s Cafe, Sanur, Bali.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster1.jpg"><img class="size-full wp-image-1283 aligncenter" title="Orangutan_Poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/12/Orangutan_Poster1.jpg" alt="" width="600" height="937" /></a><strong></strong></p>
<p><strong>Event Suara untuk Alam 2 akan diisi dengan:</strong></p>
<p><strong>Lelang artworks orangutan</strong>: Pada Bali Creative Festival di Grand Bali Beach, Sanur, 25-27 November lalu, sejumlah seniman rupa membuat beberapa karya seni bertema orangutan. Artworks itu berupa lukisan di atas media tripleks dan drawing di atas kertas dupleks. Tidak disangka, ada beberapa orang yang bertanya apakah karya-karya itu dijual. Pertanyaan itu memunculkan ide untuk melelang karya-karya itu untuk tujuan yang lebih besar. Sehingga kontribusi seniman pada isu pembantaian orangutan tidak sekadar membangun pesan kesenian. Hasil lelang akan disumbangkan untuk gerakan ekologi di Bali (Walhi Bali) dan lembaga yang bergerak dalam penyelamatan orangutan.</p>
<p><strong>Launching single Navicula “Orangutan”</strong>: Navicula mendedikasikan lagu Orangutan yang baru selesai proses mixing untuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia. Single ini akan masuk dalam album Navicula yang akan rilis tahun depan. Selain Orangutan, Navicula juga mendedikasikan dua lagu baru lainnya yaitu Harimau Harimau untuk penyelamatan harimau sumatera dan Refuse to Forget untuk kampanye menolak lupa atas pembunuhan aktivis HAM Munir.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/orangutan-suara-untuk-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluncuran buku Taring Padi di Bali</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/taring-padi-book-launch-bali/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/taring-padi-book-launch-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 13:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas pojok]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[taman 65]]></category>
		<category><![CDATA[taring padi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 8 Oktober, Taring Padi, Akarumput.com dan Taman 65 bekerja sama menggelar diskusi buku “Taring Padi Seni Membongkar Tirani” dan workshop cukil kayu (wood cut).<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #000000;">Taring Padi</span>, <span style="color: #000000;">Akarumput.com</span> dan Tama</span>n 65 bekerja sama menggelar diskusi buku <span style="color: #008000;"><a href="http://akarumput.com/ID/featured/seni-kiri-kini/"><span style="color: #008000;">“Taring Padi Seni Membongkar Tirani” </span></a></span>dan workshop cukil kayu (<em>wood cut</em>).</p>
<p><strong>Tempat:</strong> Taman 65, Jl. WR Supratman No. 193, Kesiman Denpasar (<a href="http://g.co/maps/ehys4" target="_blank"><em><span style="color: #008000;">lihat peta</span></em></a>).</p>
<p><strong>Tanggal/Waktu:</strong> Sabtu, 8 Oktober 2011, jam 15:00-23:00<strong>:</strong> <strong></strong></p>
<ul>
<li><strong>15:00 – workshop cukil kayu (wood cut) bersama Taring Padi dan Komunitas Pojok.</strong> Partisipan workshop disarankan untuk membawa kaos (T’shirt) polos berwarna cerah untuk disablon dengan teknik cukil kayu. Taring Padi juga menyediakan buku untuk dijual.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>19:00 – 21:00 – Diskusi buku “Taring Padi Seni Membongkar Tirani” dan pemutaran film.</strong></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>21:00 – 23:00 – Konser akustik bersama<strong> <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.naviculamusic.com/" target="_blank">Navicula</a></span>, <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.facebook.com/GEEKSSMILE" target="_blank">Geekssmile</a></span>, </strong>dan Dendang Kampungan</strong> (grup band Taring Padi).</li>
</ul>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/TP-Poster_WEB_EVENTS-post.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-707" title="Taring Padi poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/TP-Poster_WEB_EVENTS-post.jpg" alt="" width="600" height="841" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/taring-padi-book-launch-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tamparan di wajah yeah yeah yeah</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/geekssmile-single-a-lesson-in-critical-nationalism/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/geekssmile-single-a-lesson-in-critical-nationalism/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 04:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebekah Moore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[twice bar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Geekssmile ingin menyadarkan orang tentang kondisi Indonesia sekarang. Seperti sebuah tamparan di wajah.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/geekssmile-launch-1.jpg"><img class="aligncenter" title="Geekssmile launch party" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/geekssmile-launch-1.jpg" alt="" width="601" height="274" /></a></p>
<p><strong>Geekssmile ingin menyadarkan orang tentang kondisi Indonesia sekarang. Seperti sebuah tamparan di wajah.</strong></p>
<p>Rasa cinta negeri atau nasionalisme sering menjadikan orang buta terhadap ketidakadilan sosial. Banyak band pop yang membuat lagu bertema nasionalisme untuk merayakan keindonesiaan secara berlebihan. Band asal Bali, Geekssmile merilis lagu bertema nasionalisme tapi dengan perspektif kritis berjudul <em>Yeah Yeah Yeah Indonesia</em>.</p>
<p>Single ini dirilis 19 Agustus lalu di Twice Bar, Jl Poppies Kuta. Acara ini didukung oleh band punk Devildice dan grup grunge/psychedelic rock, <a href="http://www.naviculamusic.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Navicula</span></a>. Venue kecil ini disesaki penontong hingga melebihi kapasitas. Saat giliran Geekssmile tampil, penonton memenuhi tempat di depan panggung dan hampir menjatuhkan mic dan amplifier saat membuat <em>mosh pit</em>.</p>
<p><em><img class="alignleft" style="margin: 4px 12px;" title="Geekssmile launching at Twice Bar" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/geekssmile-launch-2.jpg" alt="" width="270" height="377" /></em></p>
<p><em>Yeah Yeah Yeah Indonesia</em> langsung disukai penonton. Lagu ini menjadi tanda perubahan gaya bagi grup Geekssmile, yang kini tinggal satu frontman. Personel dan musik Geekssmile telah berubah sejak terbentuk tahun 2001, saat mereka lebih banyak memainkan lagu Rage Against the Machine dan cover lagu rap atau metal di festival rock lokal.</p>
<p>Setelah rilis album studio pertama, Jurnal untuk Perang Indonesia, tahun 2004, band ini semakin aktif dalam scene underground Bali. Sejak rekaman mereka mulai tersebar, Geekssmile dikenal untuk lirik yang kritis mengenai isu sosial, ekonomi, dan politik nasional dan global.</p>
<p>Tahun 2010 Geekssmile merilis album studio kedua berjudul <em>Upeti Untuk Macan Asia</em> yang diterima positif oleh scene underground nasional. Aliran musik mereka telah berkembang dari hardcore Indonesia (mengingatkan pada rap/rock Amerika Serikat), menjadi lebih mendekati heavy metal dan progressive rock.</p>
<p><em>Yeah Yeah Yeah Indonesia </em>mengkritik gejala patriotisme malas berpikir. “Kita tidak terlalu bangga dengan negara ini karena kita tidak pernah merasa aman dan damai dalam negara sendiri. Lagu ini adalah kritik kami terhadap orang-orang yang memimpin negara ini,” kata vokalis Geekssmile, Prima Yudhistira.</p>
<p>Prima berharap <em>Yeah Yeah Yeah Indonesia </em>dapat mencuri perhatian seperti tamparan di wajah. “Lagu lain berusaha membuat pendengar merasa nyaman, kami memukulmu. Kami berusaha membuat orang sadar tentang kondisi dunia, keadaan kehidupan sekarang,” kata Prima.</p>
<p>Acara rilis single ini didekasikan untuk<span style="color: #008000;"> <a href="http://walhibali.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali </span></a></span>yang sedang mengampanyekan penolakan terhadap rencana proyek Bali International Park (BIP). Walhi menolak proyek yang ditujukan untuk infrastruktur KTT APEC 2012 ini karena lokasi proyek di Bukit Jimbara adalah kawasan konservasi. Dana yang terkumpul pada acara ini diserahkan untuk perjuangan ekologi Bali.</p>
<p><em>Yeah Yeah Yeah Indonesia </em>dapat diunduh secara gratis, <a href="http://snd.sc/u9FyHj">di sini</a>:</p>
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" src="http://w.soundcloud.com/player/?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F24562019&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;color=ff7700"></iframe></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><em><strong>Lirik &#8220;Indonesia&#8221; oleh Geekssmile:</strong></em></p>
<p>Lihat tanah ini lewat mataku; tak hanya merah dan putih<br />
Ada hitamnya aspal sejarah membungkam kerikil<br />
Berlari bertubrukan di realita, mulutmu kunyah stigma<br />
Jatuh tersandung pilihan pilihan yang diperas dari rahim kita<br />
Buka matamu</p>
<p>Bayar bankirmu, bayar lontemu, bayar bandarmu; mati lagi<br />
Gadaikan nyawa, gadai tanahmu, jual tipuan seolah komoditi<br />
Suara ini akan bergema sampai sangkakala tiba<br />
Kali ini pilihan milikmu, tebas batas batas itu<br />
Aku ababilmu</p>
<p>Mengejar bayang takdir yang bukan milikmu<br />
Berpacu menuju harapan yang bersandar di berhala bernama negara</p>
<p>Yeah yeah yeah Indonesia yeah yeah yeah</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/geekssmile-single-a-lesson-in-critical-nationalism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni Kiri Kini</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/seni-kiri-kini/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/seni-kiri-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 11:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas pojok]]></category>
		<category><![CDATA[mural]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[taman 65]]></category>
		<category><![CDATA[taring padi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Kerja politik dan propaganda lewat karya seni adalah reproduksi ideologi. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kerja politik dan propaganda lewat karya seni adalah reproduksi ideologi. </strong></p>
<p>Decak kagum terlontar dari mulut saya ketika pertama kali memegang buku “Taring Padi Seni Membongkar Tirani” kiriman dari Jogjakarta. Wujud buku yang berkesan, sampulnya dari bahan kain blacu bungkus tepung dan isinya dicetak dengan kertas daur ulang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/taring-padi.jpg"><img title="Buku Taring Padi" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/taring-padi.jpg" alt="" width="600" height="337" /></a></p>
<p>Sampul buku dicetak dengan teknik cukil kayu (<em>wood cut</em>) yang merupakan karakter menonjol dari poster atau banner yang diproduksi Taring Padi. Teknik cukil kayu menunjukkan Taring Padi ingin mewarisi semangat kerakyatan seniman Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Cukil kayu memudahkan reproduksi karya seni sehingga efektif untuk tujuan propaganda.</p>
<p>Harga jual buku yang di atas Rp200 ribu ini bisa kontras dengan citra Taring Padi sebagai kolektif seniman yang mengusung ide-ide kerakyatan, anarkisme, dan seni untuk perubahan. Karena harganya, buku ini akan sulit terjangkau oleh rakyat biasa. Tapi kerja budaya dan kerja politik Taring Padi masih berjalan, masih ada peluang untuk menyebarkan gagasan dalam buku ini dengan lebih murah.</p>
<p>Buku ini dimaksudkan untuk menandai 10 tahun usia Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi, meski terbit setelah 13 tahun. Reproduksi karya kolektif seperti poster, banner atau mural yang tercecer dikumpulkan dengan susah payah untuk dimuat di buku ini.</p>
<p>Buku ini tidak bertendensi menjadi artifak puja-puji pada kekaryaan Taring Padi dan romantisisme pada gerakan kerakyatan. Ada 12 artikel di buku ini yang sebagian mengkritisi konstruksi makna pada karya rupa Taring Padi. Analisa kritis menambah bobot buku ini, menjadi penyeimbang bagi tampilan reproduksi karya Taring Padi yang memikat secara visual.</p>
<p>Wulan Dirgantoro, misalnya mengkritik cara Taring Padi mengkonstruksi citra perempuan yang berwatak ibuisme, seperti penggambaran perempuan berkebaya. Taring Padi tidak membongkar ideologi patriarki yang pernah dimanfaatkan Orde Baru untuk memelihara kekuasaan tirannya. Tanpa sadar, Taring Padi mereproduksi figur dengan cara yang sama dilakukan oleh rezim yang mereka lawan.</p>
<p>Antimiliterisme juga wacana langganan Taring Padi. Namun dalam mengkritik, Taring Padi menyempit ke militer, bukan militerisme yang sesungguhnya. Sejak Orde Baru tumbang dan Dwi Fungsi TNI dilucuti, justru kian banyak kelompok sipil dengan sifat militeristik, terutama underbouw partai politik dan organisasi massa.</p>
<p>Tak kalah menarik dalam buku ini, ada pembahasan tentang penggunaan jargon-jargon yang cenderung stereotip seperti dalam poster bertema konflik horisontal. Konflik SARA yang melejit pasca Orde Baru tumbang menunjukkan rezim itu telah gagal menanam imajinasi kerukunan. Ada poster Taring Padi dengan teks slogan kebangsaan yang banal seperti “Bangun kebersamaan dalam perbedaan” atau “Bersatu dalam perbedaan”. Persatuan adalah pernyataan semu yang pernah dipelihara lama, sementara banyak tesis menunjukkan konflik horisontal dipicu oleh ketidakadilan eknonomi.</p>
<p>Slogan “Bangun Nusantara tanpa tetes darah” juga terlihat seperti terjebak pada ideologi pembangunan ala Orde Baru. Ini agak mencolok dengan salah satu dari Lima Iblis Budaya yang dilawan Taring Padi sebagai manifesto pendiriannya pada 12 Desember 1998. Lima Iblis Budaya itu adalah individu atau lembaga yang menitikberatkan pada seni untuk seni, yang mensosialisasikan doktrin sesat untuk mempertahankan status quo, pemerintah, yang menjadikan seni sebagai komoditi, lembaga seni yang menjadi legimitator kesenian, sistem yang merusak moral pekerja seni karena melupakan seni dalam masyarakat akibat politik orde baru yang menjadikan ekonomi sebagai panglima.</p>
<p>Muhidin M Dahlan, kepala riset Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009 mencatat bagaimana para pelaku seni kerakyatan Taring Padi kompromi dengan galeri-galeri komersial. Surya Wirawan pada Desember 2008 menggelar pameran tunggal di Kedai Kebun Forum Jogjakarta (saudara sepupu Cemeti Art House yang dikecam Taring Padi habis-habisan sebagai salah satu iblis budaya). Arya Pandjalu tidak hanya berpameran di galeri komersial, tapi juga ikut dalam program residensi Landing Soon #1 yang diselenggarakan Cemeti Art House yang bekerja sama dengan Heden, Den Haag di Belanda, November 2006 hingga Januari 2007.</p>
<p><img class="alignleft" style="margin-left: 12px; margin-right: 12px;" title="Logo Taring Padi" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/img_2575.jpg" alt="" width="176" height="315" />Presiden pertama Taring Padi Yustoni Volunteero pada Juni 2008 menggelar 17 karyanya di Galeri Biasa. Galeri di Jogjakarta ini menurut Muhidin sama sekali tak punya rekam jejak mengongkosi gerakan-gerakan petani melawan angkara imperialisme global dengan jalan seni rupa.</p>
<p>Gejala itu adalah tantangan terbesar Taring Padi sebagai kolektif seni yang menekan individualisme seniman sebagai cara melawan pola kapitalisme di industri seni. Pertanyaan berikutnya, seberapa besar perolehan para seniman Taring Padi dari pameran untuk mengongkosi hidup gerakan kolektifnya. Bukan tak mungkin, mereka bisa semakin terseret ke pola seni sebagai komoditas yang mengisolasi karya seni di balik tembok galeri atau rumah para kolektor. Toh, kekirian bisa terlihat seksi dan laris.</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><em></em>Taring Padi, Akarumput.com dan Taman 65 bekerja sama menggelar diskusi buku “Taring Padi Seni Membongkar Tirani”. Sebelum diskusi, akan diadakan workshop cukil kayu (<em>wood cut</em>) bersama Taring Padi dan Komunitas Pojok. Dua band asal Bali, Geekssmile dan Navicula, juga akan menunjukkan taringnya dalam format akustik.</p>
<blockquote><p><strong>Tempat: </strong>Taman 65, Jl WR Supratman, Kesiman, Denpasar<strong><br />
Waktu: </strong>Sabtu 8 Oktober 2011, jam 15.30 WITA</p></blockquote>
<p>Partisipan workshop disarankan untuk membawa kaos (T’shirt) polos berwarna cerah untuk disablon dengan teknik cukil kayu. Taring Padi juga menyediakan buku untuk dijual.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/seni-kiri-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita dalam kaleng: pameran foto lubang jarum</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/cerita-dalam-kaleng/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/cerita-dalam-kaleng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 07:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[emergency exit]]></category>
		<category><![CDATA[foto lubang jarum]]></category>
		<category><![CDATA[geekssmile]]></category>
		<category><![CDATA[pinhole photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses digelar di Art Cafe Seminyak pada Agustus 2011 lalu, Pameran Foto Lubang Jarum (pinhole) ini digelar lagi di Ubud.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sukses digelar di <span style="color: #008000;"><a href="http://www.iloveartcafe.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Art Cafe Seminyak </span></a></span>pada Agustus 2011 lalu, Pameran Foto Lubang Jarum (pinhole) ini digelar lagi di Ubud. Kali ini ada buku (katalog) yang akan di-<em>launching</em> juga.</p>
<p><strong>Pameran foto lubang jarum &#8220;Cerita dalam Kaleng&#8221;</strong><br />
<strong>Tanggal:</strong> 27 September &#8211; 4 Oktober 2011<br />
<strong>Tempat:</strong> Bar Luna, Jalan Gootama, Ubud &#8211; Bali<br />
<strong>Jam:</strong> 19.00 WITA &#8211; selesai</p>
<p><strong>Hiburan:<br />
•</strong> Presentasi dan diskusi<br />
<strong>•</strong> Pemutaran film<br />
<strong>•</strong> Pementasan musik oleh Emergency Exit, Mercy band, Komang &amp; Friends, Geekssmile</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/Pinhole-photo-exhibition.jpg"><img class="aligncenter" title="cerita dalam kaleng poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/Pinhole-photo-exhibition.jpg" alt="" width="500" height="766" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/cerita-dalam-kaleng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
