<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; gardening</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/tag/gardening/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Grow your own food (2)</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 10:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gardening]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Kebun rumah organik yang tumbuh subur dan terawat, selain menghemat pengeluaran, juga menyediakan gizi yang cukup bagi seisi rumah.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4926_web.jpg"><img class="aligncenter" title="Urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4926_web.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Pastikan tanah pada koker sebagai media tanam benih ini sehat, cukup lembab, dan mengandung banyak nutrisi organik agar benih memperoleh lebih banyak peluang hidup.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4917_web.jpg"><img title="Urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4917_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Isilah koker dengan tanah subur yang telah bercampur dengan kotoran sapi, sekam, dan pupuk organik lainnya. Lubangi bagian bawah koker agar air berlebih bisa merembes.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4933_web.jpg"><img title="Sawi seeds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4933_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a> <em></em>Bibit sawi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4915_web.jpg"><img title="Pumpkin seeds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4915_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Bibit labu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4942_web.jpg"><img title="Long beans" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4942_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Bibit kacang panjang. Kupas dan gunakan hanya bijinya.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4947_web.jpg"><img title="urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4947_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Tanam benih dengan suasana hati bahagia dan senyum. Bibit ibarat anakmu. Anak yang sehat tumbuh dari keluarga yang penuh cinta.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4984_web.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 4px 12px;" title="seedlings" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4984_web.jpg" alt="" width="316" height="422" /></a>Berilah label pada koker, agar tidak lupa jenis tanaman yang disemai. Ini juga berguna agar tanaman tidak tertukar saat kamu memindahkan bibit ke lahan. Tempatkan koker pada tempat teduh, hindarkan dari terik matahari, angin kencang dan hujan deras. Semut sangat menyukai benih-benih ini, dan untuk mengatasi serangan mereka, benih bisa ditempatkan pada rak-rak yang kakinya telah diolesi oli bekas atau dicelupkan pada wadah yang berisi air atau minyak tanah. Siram teratur, sebaiknya setiap pagi dan sore.</p>
<p>Beberapa jenis tanaman rimpang seperti jahe, bongkot, kunyit, bisa langsung ditanam pada lahan tanpa disemai. Begitu pula dengan tanaman dengan perbanyakan batang (stek) atau perbanyakan akar seperti singkong, bambu, atau pisang. Labu dan kacang panjang juga bisa langsung ditanam. Persemaian yang menggunakan koker atau perlindungan ekstra baik untuk tanaman sayuran seperti sawi, selada, cabe, atau tomat.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4953_web.jpg"><img title="waluh" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4953_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Setelah seminggu, tunas-tunas mungil mulai bermunculan ;)</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4974_web_COMB2-new.jpg"><img class="aligncenter" title="planting seedlings" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4974_web_COMB2-new.jpg" alt="" width="600" height="394" /></a>Setelah berusia sekitar 2 minggu, bibit bisa dipindahkan ke lahan. Keluarkan bibit dengan hati-hati dari koker dan sebisa mungkin untuk tidak merusak akarnya. Sebaiknya tanah dari koker dibiarkan menempel pada bibit agar benih bisa beradaptasi perlahan dengan lingkungan barunya. Benih bisa ditanam berdekatan dengan tanaman jeni lain. Menanam berbagai jenis tanaman pada satu lahan sangat dianjurkan, karena polikultur atau keberagaman tanaman sehat bagi lahan.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5026_web.jpg"><img title="urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5026_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Apabila lahan/bedeng terlalu panas karena terik matahari di musim kemarau atau tidak tersedianya tanaman peneduh, lahan bisa diteduhkan dengan naungan seperti paranet. Bahan ini bagus karena walaupun teduh tapi tidak menghalangi cahaya matahari untuk masuk, karena cahaya matahari dalam jumlah yang tidak terlalu banyak sangat dibutuhkan oleh tumbuhan. Bibit-bibit yang masih muda dan masih menguatkan diri akan mudah mati apabila ditimpa matahari terik langsung. Perlakukan bibit-bibit muda ini dengan hati-hati.  Jangan biarkan lahan kering kerontang dan pastikan tersedia cukup mulsa di sekitar tanaman muda.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5043_web.jpg"><img title="urban farm" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5043_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Kebun rumah organik yang tumbuh subur dan terawat, selain menghemat  pengeluaran, juga menyediakan gizi yang cukup bagi seisi rumah. Lingkungan sekitar rumah pun jadi hijau, asri, sehat dan indah. Kelebihan produksi sayur bisa kamu bagikan ke tetangga. Kamu pun akan lebih disayang tetangga. Tapi hati-hati bila istri atau suami tetangga jadi cemburu. Karena <em>urban farming</em> menggenapi kredo: kebun tetangga selalu lebih hijau.</p>
<p>Selamat bergabung dalam Sindikat Urban Farming! Follow <span style="color: #008000;"><a href="http://twitter.com/BaliUrbanFarm" target="_blank"><span style="color: #008000;">@BaliUrbanFarm </span></a></span>on Twitter.</p>
<p><span style="color: #008000;"> <a href="http://akarumput.com/ID/environment/grow-your-own-food-1/"><span style="color: #008000;"><em>Klik di sini untuk membaca bagian awal tulisan ini. </em></span></a></span></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grow your own food (1)</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 06:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Kebunmu]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gardening]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai warga urban, kesan apa-apa harus beli acap melekat. Buatlah ‘kulkas hidup’ sendiri, alias membuat kebun sayuran dengan memanfaatkan halaman rumah: urban farming.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai warga urban, kesan apa-apa harus beli acap melekat. Bila peduli dengan makanan sehat, penghasilan bisa sebagian besar akan lari ke bagian ini. Daripada pusing meningkatkan pendapatan, coba pikirkan cara menghemat pengeluaran. Salah satunya adalah dengan membuat ‘kulkas hidup’ sendiri, alias membuat kebun sayuran dengan memanfaatkan halaman rumah: <strong><em>urban farming.</em></strong></p>
<p>Apalagi jika rumahmu memiliki bagian halaman yang terbengkalai; daripada jadi tempat anjing buang kotoran lebih baik diisi sayuran. Daripada jadi sarang ular lebih baik isi tanaman menjalar. Daripada buang waktu lebih baik singsingkan lengan baju: Tanam makananmu sendiri! Angkat cangkulmu, kawan!</p>
<p>Berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat kebun sayur di belakang rumahmu. Kalau sudah memulai, silakan kirim cerita dan foto berkebunmu ke <span style="color: #008000;"><a href="mailto:karumput@gmail.com"><span style="color: #008000;">Akarumput.com</span></a></span>. Mungkin kamu bisa menemukan calon tambatan hati yang mencari seseorang dengan karakter mandiri, <em>do-it-yourself</em>, welas asih, gemah ripah loh jinawi, dan agak-agak bau tanah.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4880_urbfarm_WEB.jpg"><img title="prepare the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4880_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Siapkan lahan. Bisa memulai dengan bidang yang kecil dan perlahan melebar sesuai kebutuhan dan kenikmatanmu berkebun.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4886_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Loose up the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4886_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Gemburkan tanah dengan cangkul dan bersihkan dari bebatuan, sampah plastik, dan kondom bekas mungkin.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4897_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Shape your garden beds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4897_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Tinggikan tanah menjadi beberapa bedeng. Bentuk sesukamu, boleh memanjang, kotak, elips, segi 5, bentuk bintang, spiral. Sisakan gang kecil di antara bedeng sebagai jalan di antara kebun, karena menginjak bedeng akan menjadikan tanah bedeng padat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4891_urbfarm_WEB.jpg"><img title="My dog, Backer, fertilizing the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4891_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><em></em><br />
Bila diperlukan, tambahkan tanah subur yang telah dicampur pupuk kandang. Di Denpasar, tanah subur ini bisa dibeli di penjual tanaman hias dengan harga antara Rp250.000 – 300.000 per mobil pick up.  Tapi lebih baik lagi jika mencampur sendiri media tanam dengan pupuk kandang, karena tanah campuran di pasaran biasanya hanya mengandung sedikit kotoran sapi. <em>Lihat, si Backer anjingku, ingin ikut menyumbangkan kotorannya ;) </em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/backer-following.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-725" title="Backer" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/backer-following.jpg" alt="" width="600" height="800" /></a><em>Husss!! Backer !!! Stop following me !!</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4902_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Adding top soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4902_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Menambah lapisan tanah subur ke atas bedeng-bedeng yang tersedia.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4903_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Mulch the garden beds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4903_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Sebaiknya tambahkan pula lapisan mulsa ke permukaan bedeng. Mulsa adalah lapisan bahan organik yang berfungsi sebagai pelindung tanah dari terik matahari dan menjadikan tanah tetap lembab, sekaligus menyediakan nutrisi tambahan bagi tanah. Mulsa bisa berupa sekam padi, jerami, serbuk gergaji, sekam kopi, dedaunan atau rumput kering.  Bila di rumah ada hewan peliharaan lain seperti Backer atau ayam, pagari kebun. Gunakan bahan-bahan yang murah dan mudah diperoleh. Tiang pagar dapat berupa stek tanaman legum seperti lamtoro, kelor, kayu santan, atau dapdap. Tanaman ini sekaligus berfungsi sebagai tanaman peneduh atau naungan dan daunnya dapat digunakan sebagai pangan. Tanaman legum (jenis kacang-kacangan) sangat berguna bagi kesuburan tanah, karena apabila dipangkas, bintilan nodules yang terdapat pada akar tanaman jenis ini bisa melepas zat nitrogen ke dalam tanah. Foto ini menggunakan kelor dan kayu santan sebagai tiang pagar, karena si empunya kebun doyan sayur daun kelor. Pagar juga bisa difungsikan sebagai tempat tanaman merambat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4882_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Making vertical gardens" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4882_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a> Untuk mengirit lahan, vertikal gardening bisa diterapkan dengan membuat para-para atau pergola bagi tanaman merambat seperti labu, markisa, labu siam, dan kacang-kacangan. Di kebun ini para-para terbuat dari bambu yang rencananya akan ditempelkan pada tembok tetangga agar tanaman labunya merambat ke atas, bukannya melebar ke samping yang bisa memboroskan tempat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4911_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Making seedling containers" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4911_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Sambil menunggu lahan siap, koker-koker atau polybag sebagai wadah persemaian benih bisa dibuat. Sekali lagi, gunakan bahan-bahan yang ada di sekitarmu. Lebih bijak lagi bila menggunakan bahan-bahan sisa atau sampah yang bisa digunakan kembali seperti kaleng bekas minuman, kaleng sardin, botol air kemasan, kotak susu, kotak jus, ember rusak.</p>
<p>Wow, banyak sekali manfaat urban farming ya! Mmm dan tulisan ini sudah terlalu panjang. Jadi, kunjungi situs ini lagi untuk langkah berikutnyadan follow <span style="color: #008000;"><a href="http://twitter.com/BaliUrbanFarm" target="_blank"><span style="color: #008000;">@BaliUrbanFarm</span></a></span> di twitter.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
