<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; Denpasar</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/tag/denpasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Kejutan visual Nafka</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 08:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah & Polusi]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[nafka]]></category>
		<category><![CDATA[upcycle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1876</guid>
		<description><![CDATA[Produk upcycle sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Produk upcycle sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.</strong></p>
<p>Pekerjaan seorang desainer adalah memastikan sebuah model harus bisa dikonversi menjadi prototype kerja –cetak biru untuk manufaktur. Namun, sudah kodrat manusia untuk mengukir individualitas. Sejak tahun 1980an desainer mulai menyuntikkan “kromosom” identitas unik kepada produk berskala industri.</p>
<p>Masyarakat berpendapatan tinggi -yang merupakan target industri- mengisi lubang besar kebosanan hidup kesehariannya dengan membeli. Namun menjadi kebosanan baru apabila mereka memakai benda yang persis dengan orang lain. Era konsumsi seragam telah berlalu. Produksi massal terus dikonter oleh sesuatu yang benar-benar individual. Pseudo individual memang.</p>
<p>Pada periode 1980an juga, pertanyaan tentang kerusakan alam tidak lagi ekslusif dari para pejuang lingkungan. Seruan untuk menghentikan kehancuran hutan, polusi lingkungan, dan efek rumah kaca menjadi gerakan populer. Terminologi Eco, Green, dan Global Warming terus digemakan seiring pembicaraan pentingnya Penggunaan Ulang, Pengurangan dan Daur Ulang (Reuse – Reduce – Recycle).</p>
<p>Recycle dinilai terlalu mahal dan butuh energi besar. Maka merebak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Upcycling" target="_blank"><span style="color: #339966;"><em>upcycle</em></span></a>, memanfaatkan barang tak terpakai menjadi memiliki kegunaan baru, seperti yang dilakukan <a title="Freitag (1): Sukses dengan terpal bekas" href="http://akarumput.com/featured/freitag-1-success-with-used-tarps/" target="_blank"><span style="color: #339966;">Freitag</span></a>. Di Bali digagas <a href="http://www.nafka.asia/" target="_blank"><span style="color: #339966;">Nafka</span></a>, sebuah laboratorium kreatif para desainer yang mengusung semangat menciptakan responsible lifestyle product. Pada Juni 2011, di Denpasar Nafka menggelar pameran perdana bertajuk Wonderground. Nafka kembali memamerkan kreasi para desainernya pada<a href="http://akarumput.com/environment/1889-sus-solutions-week/"> <span style="color: #339966;">Ecologically Sustainable Solutions Week 16 &#8211; 22 April 2012</span> </a>di Little Tree, Kuta Bali.</p>
<p>Penggunaan materi bekas membuat pekerjaan desainer Nafka terlokasi pada perancangan bentuk. Lalu sisanya, materi bekas memainkan perannya sebagai kejutan visual. Kita seperti melihat unsur karya montage atau kolase foto dari seniman Dadaisme pada aksesori seperti tas, sofa, partisi dan kap lampu dari bahan limbah reklame atau kemasan plastik bekas. Potongan gambar, nomor atau huruf terpotong, warna menumpuk.<br />
<a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu.jpg"><img class="aligncenter" title="Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Indah-Esjepe-Bungkisan-kupu.jpg" alt="" width="600" height="379" /></a></p>
<p>Produk Nafka terlihat melebur batasan antara seni dan kerajinan dan mewujud sebagai aksesori kehidupan sehari-hari. Mereka atraktif bagi mata yang terlatih secara visual. Produk Nafka adalah kejutan menyenangkan di tengah dunia keseharian yang dipenuhi produk massal yang standar. Karena sumber daya bahan limbah terbatas, maka jumlah produksi pun tidak massal. Produk Nafka sangat berpotensi menjadi aksesori-individual-tidak-ada-yang-punya-selain-saya.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/5856923660_810a016e44.jpg"><img class="alignleft" title="Nafka design" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/5856923660_810a016e44.jpg" alt="" width="218" height="256" /></a>Produknya untuk ekspresi individualitas. Tapi produksinya dijalankan dengan semangat pengembangan komunitas. Nafka menjanjikan pengerjaan produknya kepada mitra kelompok-kelompok perajin. Perajin, seperti juga produsen tradisional lainnya kerap dimarjinalkan dalam belantara ekonomi distribusi.</p>
<p>Pada sistem perdagangan modern, tidak bisa dipungkiri kehadiran perantara atau pemasar. Ketika produsen dan konsumen terlalu berjarak hingga sulit mengakses satu sama lain, peran pemasar kian besar. Namun pihak perantara dagang kerap mendikte harga untuk memaksimalkan keuntungan. Produsen tidak punya daya tawar lebih untuk menjual dengan harga yang lebih menguntungkannya.</p>
<p>Ketidakadilan pemasaran ini hanya menguntungkan perantara dagang dan eksploitatif terhadap produsen. Di Bali, gejala ini telah berlangsung lama misalnya pada perdagangan barang seni atau kerajinan. Art shop menetapkan marjin keuntungan yang sangat tinggi, bisa mencapai 60 persen, atas produk perajin. Sampai ke tangan konsumen, kerajinan bisa menjadi mahal, namun nilai yang dinikmati produsen tak sebanding.<br />
Kemitraan Nafka dengan perajin dijalankan dengan semangat perdagangan yang adil (fair trade). Ini menjadi saluran cita-cita keberlanjutan (sustainability) yang tidak semata-mata untuk memurnikan lingkungan, tapi demi manusia.</p>
<p>Butuh kerja keras untuk memelihara prinsip fair trade sebagai aktivitas ekonomi murni. Sehingga tidak menjadi “asal fair trade.” Dibeli karena kualitas bukan karena dikasihani.</p>
<p>Bila upcycling menjadi kegemaran yang mewabah, apakah benda-benda upcycle akan memiliki nilai ekonomi yang spesial? Setiap orang pasti bisa melihat benda-benda tidak terpakai di sekitarnya dan mentransformasinya ke bentuk dan kegunaan lain. Lantas akan adakah pasar bagi produk Nafka?</p>
<p>Di sini lah sebuah sistem bernama brand –yang kerap misterus- bekerja. Benda tidak sekadar diukur dalam perspektif utilitarian atau manfaat semata. Masyarakat urban tetap ingin berkomunikasi meski membutuhkan deklarasi individualitas di tengah perasaan disorientasi kesendirian hidupnya. Brand adalah tawarannya.</p>
<p>Brand menjadi alat interaksi, sebuah perayaan kebersamaan meski tanpa komunikasi. Tanpa bertukar pesan. Sebab brand adalah pesan itu sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Nafka-5X5.jpg"><img class="size-full wp-image-1880 aligncenter" style="border: 0.1px solid black;" title="Nafka-poster" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/04/Nafka-5X5.jpg" alt="" width="600" height="852" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/kejutan-nafka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A free hip hop workshop with Tariq Snare</title>
		<link>http://akarumput.com/inspiration/hip-hop-workshop/</link>
		<comments>http://akarumput.com/inspiration/hip-hop-workshop/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 02:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebekah Moore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Native Deen]]></category>
		<category><![CDATA[Tariq Snare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1594</guid>
		<description><![CDATA[Percussionists of all skill levels, from children to adult are invited to take part in this free workshop with Tariq Snare of Native Deen (USA).<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A Free Hip Hop Drum Workshop and Performance by Tariq Snare of Native Deen (USA)</strong><strong> Featuring:</strong> Drum Demonstration, Talk on Hip Hop Culture, Interactive Drum Workshop, Performance by Tariq, PitchBlackGold, SnapBack, and Dewata Hip Hop, DJ jam session.<br />
<strong>When:</strong> Sunday, 12 February, 2012, 5:00-10:00pm<br />
<strong>Where:</strong> Serambi Arts Antida, Jalan Waribang No. 32, Denpasar</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/Outreach_Poster-Hip-Hop-Workshop_BSF2012.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1595" title="Outreach_Poster Hip Hop Workshop_BSF2012" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/02/Outreach_Poster-Hip-Hop-Workshop_BSF2012.jpg" alt="" width="588" height="830" /></a></p>
<p>The Embassy of the United States, Serambi Arts Antida, and BaliSpirit Festival will host a special workshop and presentation by Tariq Snare, percussionist for the American conscious hip hop band Native Deen. Percussionists of all skill levels, from children to adult are invited to take part in this free workshop. Each workshop participant will receive a certificate of completion signed by Tariq. All DJs, MCs, Dancers, and Hip Hop Fans alike are also warmly invited to take part in a jam session with Tariq. The event will also feature performances with Tariq and PitchBlackGold, SnapBack, and Dewata Hip Hop.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/inspiration/hip-hop-workshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obrolan rabu malam [Obral]: Get published!</title>
		<link>http://akarumput.com/inspiration/obral-get-published/</link>
		<comments>http://akarumput.com/inspiration/obral-get-published/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 15:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali creative Community]]></category>
		<category><![CDATA[danes art veranda]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Gagas Media]]></category>
		<category><![CDATA[Obral]]></category>
		<category><![CDATA[Windy Ariestanty]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1504</guid>
		<description><![CDATA[Obrolan Rabu Malam [Obral] bersama Windy Ariestanty, penulis buku Life Traveler dan editor in chief GagasMedia dan Bukune.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Obral-Januari-2012.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1505" title="Obral-Januari-2012" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Obral-Januari-2012.jpg" alt="" width="600" height="453" /></a></p>
<p>Indonesia masih menghadapi kendala klasik dalam soal perbukuan. Angka 15.000 judul buku yang diterbitkan dalam setahun dari 1.400 penerbit masih dinilai kecil untuk populasi 230 juta jiwa.</p>
<p>Penerbit harus bertahan di tengah himpitan harga bahan baku kertas dan pajak berlipat untuk produk buku. Mereka harus berhati-hati dalam kalkulasi bisnis saat memilih naskah untuk diterbitkan. Wajar bila muncul kecemasan tentang kemerosotan mutu literasi karena pilihan pragmatis penerbit. Padahal peran tradisional penerbit buku untuk mencerahkan publik dan memajukan kultur harus terus dipelihara.</p>
<p>Apakah penerbit di Indonesia telah mencangkok pola “blockbuster” di film Hollywood sehingga lebih mudah menerbitkan naskah yang ditulis oleh nama besar? Masihkah ada kesempatan bagi penulis pemula untuk menembus penerbitan, bagaimana caranya? Apa yang harus dipersiapkan oleh seorang penulis? Penting juga bagi penulis untuk mencari penerbit mana yang cocok untuk naskahnya.</p>
<p>Semua itu akan dibahas di Obrolan Rabu Malam [Obral] bersama <a href="http://windy-ariestanty.tumblr.com/" target="_blank"><span style="color: #008000;">Windy Ariestanty</span></a>, penulis buku <em>Life Traveler</em>. Windy juga telah menerbitkan <em>Tiara Lestari: Uncut Stories, Shit Happens: Gue Yang Ogah Kawin Kok Elo Yang Rese?!, Studying Abroad: Belajar Sambil Berpetualang di Negeri Orang.</em> Tidak hanya dari sisi penulis, Windy yang juga editor in chief GagasMedia dan Bukune akan membagikan perspektif penerbit dan industri buku.</p>
<p><strong>Obral 25 Januari 2012</strong><br />
<strong>Tempat: Danes Art Veranda, Jl Hayam Wuruk no 159 Denpasar</strong><br />
<strong>Waktu: 19.00 WITA</strong></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/inspiration/obral-get-published/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni rupa kritik di surga yang diciptakan</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/seni-rupa-kritik-di-surga/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/seni-rupa-kritik-di-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 06:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Made Bayak]]></category>
		<category><![CDATA[Sanur]]></category>
		<category><![CDATA[Walter Spies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1485</guid>
		<description><![CDATA[Seni rupa pernah menjadi alat promosi wisata Bali. Made Bayak menambahkan ikon-ikon teraktual pada lukisannya: Bali yang tereksploitasi.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seni rupa pernah menjadi alat promosi wisata Bali. Made Bayak menambahkan ikon-ikon teraktual pada lukisannya: Bali yang tereksploitasi.</strong></p>
<p>Pada 1920-an, di Eropa gerakan seni rupa kubisme dan ekspresionisme mulai menggelora. Namun tidak semua perupa betah pada gerakan baru yang memotong-motong alam menjadi bentuk geometris dengan kubisme, atau ekspresionisme yang menganggap alam hanya sebagai media untuk menumpahkan emosi.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Walter_Spies_02_large1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1495" style="margin: 0px 12px;" title="Walter_Spies_02_large" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Walter_Spies_02_large1.jpg" alt="" width="216" height="307" /></a>Walter Spies merasa aliran baru dalam seni rupa yang muncul waktu itu membuat bakatnya pada surealistis terkurung. Ditambah ketidakbetahan pada masyarakat Eropa yang tidak menerima orientasi seksualnya, Spies bertolak menuju ke Hindia-Belanda pada Agustus 1923. Dari Batavia dia ke Yogyakarta dan pada 1927 atas undangan raja Ubud Cokorda Gede Agung Sukawati ia menetap di Bali.</p>
<p>Spies banyak berkenalan dengan seniman lokal. Ia mulai terpengaruh oleh estetika seni rupa Bali yang ketika itu hanya menggambarkan dunia wayang dan cerita rakyat. Waktu itulah lahir lukisan-lukisannya yang memadukan misteri seni rupa Bali yang dekoratif, alami sekaligus naif dengan surealitas Barat.</p>
<p>Spies mulai mengarahkan para pelukis Bali untuk menggambar alam sekitar yang terlupakan dibawa ke media gambar. Pada 1935, bersama Cokorda Gde Agung Sukawati dan Rudolf Bonnet, Spies mendirikan Pita Maha. Perkumpulan ini bertujuan memberi nilai lebih kepada karya seniman Bali untuk menghadapi kecenderungan komersialisasi seni yang mulai melanda Bali.</p>
<p>Pita Maha memberikan bimbingan, cat dan peralatan melukis yang baru kepada seniman lokal. Kemudian mereka mempromosikan seni lukis dan patung Bali yang telah dipilih untuk dipamerkan di Jawa maupun di luar negeri. Melalui seni rupa, pesona Bali semakin harum sebagai pulau surga dengan perempuan berdada terbuka.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/AC233a.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1497" title="Bali in the 1920s" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/AC233a.jpg" alt="" width="600" height="380" /></a></p>
<p>Jargon pulau surga berhasil mengkonstruksi Bali hingga kini. Pulau kecil ini dipaksa hidup dari industri turisme yang tak pernah puas, dan selalu haus menyerap investasi. Pembangunan infrastruktur pariwisata mengabaikan daya dukung Bali yang terbatas. Untuk satu soal, pengelolaan sampah misalnya, sampai saat ini Bali belum punya solusi menyeluruh yang ampuh. Belum lagi menahan dampak kerusakan ekologi yang ditimbulkan infrastruktur wisata.</p>
<p>Masyarakat Bali yang sebenarnya memuja alam sebagian telah berubah perangai. Banyak yang terlena menggadai sumber daya alam karena harga properti yang meroket. Akhirnya sebagian masyarakat Bali harus menjalani posisi sebagai sekrup-sekrup di mesin besar bernama industri turisme.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/demoland.jpg"><img class="size-full wp-image-1493 aligncenter" title="Bali development 2011" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/demoland.jpg" alt="Bali development 2011" width="601" height="402" /></a></p>
<p>Kondisi teraktual Bali menggelisahkan sejumlah seniman, meski jumlahnya tak banyak. Salah satunya perupa Made Muliana Bayak. Bayak merefleksikan kegundahannya menjadi beragam karya rupa dari lukisan hingga instalasi, yang akan digelar dalam pameran seni rupa bertajuk “Fresh from the Oven” (Segar dan Renyah Dari Penggorengan). Pameran yang dibuka pada Jumat (20/1) dan berakhir 2 Maret 2012 ini berlangsung di Griya Santrian Gallery, Jl Danau Tamblingan 47, Sanur.</p>
<p>Kurator pameran ini, Wayan Jengki Sunarta pada pengantar pameran menulis, kebanyakan perupa Bali hanya sibuk meladeni selera pasar. Mereka asyik mengorek estetika yang formalistik, namun melupakan eksplorasi gagasan dan konten karya.</p>
<p>Pelukis-pelukis lulusan perguruan tinggi seni, misalnya, kebanyakan memilih jalan aman dan nyaman sebagai perajin lukisan. “Karya-karya yang hanya mengejar keindahan, ‘made to order’, dan berbau turistik mendominasi seni rupa Bali.</p>
<p>Karya-karya seperti ini turut andil mengekalkan kebohongan tentang Bali. Mereka asyik masyuk masturbasi dengan estetika, dan melupakan berbagai persoalan yang bersliweran di depan hidungnya,” sebut Jengki.</p>
<p>Pada karya-karyanya yang dipamerkan, Bayak mengkritik lukisan “Sukawatian”, lukisan tiruan Mooi Indie yang banyak dijual di pasar-pasar dan toko seni dan oleh-oleh di Bali. Lukisan “Sukawatian” menggambarkan eksotisme Bali, dengan ikon-ikon keindahan yang itu-itu saja, seperti pemandangan sawah, desa yang permai, atau perempuan telanjang dada. Padahal kenyataannya, sawah-sawah di Bali mulai digerus oleh kehadiran hotel-hotel dan vila. Kesopanan modern juga telah menutup dada perempuan lokal, sementara para turis menikmati kebebasannya membuka dada.</p>
<p>Bayak mereproduksi ikon-ikon lukisan turistik dan menambahkan ikon-ikon baru yang sesuai dengan kondisi Bali teraktual: tulisan “SOLD”, barcode, simbol mata uang dollar. Dia juga menambah ornamen-ornamen kenyataan baru pada lukisan pemandangan seperti tembok batu, papan iklan tanah dijual, atau mengganti kereta sapi petani dengan excavator.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/02_sold_bayak.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1498" title="Sold" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/02_sold_bayak.jpg" alt="" width="601" height="186" /></a></p>
<p>Pada karya-karyanya Baya tidak menunjukkan penjelejahan teknik. Pamerannya murni demi muatan pesan. Bila dulu Spies memanfaatkan seni rupa sebagai alat promosi wisata, sebaliknya Bayak ingin mempromosikan kerusakan Bali akibat industri wisata.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/seni-rupa-kritik-di-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuang Rp4 Triliun Produk Peradaban (2)</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/membuang-rp4-triliun-produk-peradaban-2/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/membuang-rp4-triliun-produk-peradaban-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 09:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dicky Lopulalan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah & Polusi]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali clean and green]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tpa]]></category>
		<category><![CDATA[waste management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[Peradaban disebut maju atau tingkat tinggi jika mampu mengatasi problem sampah dan menjadinya sebagai aset.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Dreamland_sampah_by-Kadek-Heryana.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1435" title="Dreamland_sampah_by-Kadek-Heryana" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Dreamland_sampah_by-Kadek-Heryana.jpg" alt="" width="600" height="402" /></a>Sekarang ini, Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta Biro Hukum dan HAM Provinsi Bali sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pengelolaan sampah. Raperda ini diharapkan rampung dan diberlakukan sebagai peraturan daerah pada 2011. Melalui Perda tersebut, Bali akan merintis pengelolaan sampah tingkat rumah tangga dengan model Takakura, yakni pemilahan bahan organik untuk diolah menjadi pupuk ramah lingkungan.</p>
<p>Upaya itu fisertai dengan gerakan Bali bebas plastik (Bali Clean and Green Province) yang ditargetkan selama empat tahun 2010-2014. Pemerintah juga mengembangkan unit pengolahan sampah sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi.</p>
<p>Gagasan untuk membebaskan Bali dari sampah plastik sebenarnya dapat meniru apa yang dilakukan China pada 2008. Dengan menerapkan kebijakan sederhana, yakni melarang toko memberikan tas plastik gratis kepada pelanggan, membuat penggunaan tas plastik menurun hingga 50 persen, setara dengan 100 miliar tas plastik. Prinsipnya sederhana. Toko harus menetapkan biaya tambahan bagi pelanggan yang tetap ingin memakai tas plastik dan mereka boleh mengambil keuntungan dari penjualan tas plastik. Hasilnya, pelanggan belajar menggunakan tas plastik bekas.</p>
<p>Sedangkan pengelolaan sampah tingkat rumah tangga bisa ditingkatkan dengan pembangunan pabrik-pabrik pengolahan sampah tingkat banjar atau tingkat desa. Dengan begitu, persoalan sampah dapat diselesaikan di tingkat desa sebelum menumpuk di TPA. Selain menyelesaikan persoalan lingkungan dan mendapatkan hasil pengolahan sampah untuk kepentingan masyarakat desa sendiri, desa juga bisa mendapatkan pemasukan dari hasil penjualan produk olahan sampah tersebut (<em>lihat hitungan kasar di atas</em>).</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Suwung_Kayti_Denham.jpg"><img class="aligncenter" title="TPA Suwung" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/Suwung_Kayti_Denham.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Pemerintah dapat bekerjasama dengan perusahaan swasta dan bank untuk pengadaan mesin atau teknologi pengolah sampah, baik organik maupun anorganik. Di Denpasar sampai saat ini sudah ada empat Desa yang sudah mengelola sampahnya sendiri yakni Desa Sanur Kauh, Desa Sanur Kaja, Desa Tegal Kertha dan Kelurahan Ubung. Dengan gagasan ini, pemerintah dapat mendorong lahirnya para wirausaha sosial di bidang sampah dan limbah.</p>
<p>Pilihan melibatkan komunitas desa dan pendidikan dalam pengelolaan sampah memang langkah yang sangat strategis. Selain menyelesaikan problem penumpukan sampah di tingkat paling kecil, pemerintah dapat mengajak masyarakat ikut bertanggung jawab mengatasi persoalan sampah dan mendapatkan manfaat daripadanya. Dan, ini adalah sebuah kerja peradaban, dimana tingkat kemajuan peradaban ditentukan oleh kemampuan manusia mengembangkan dan menjaga planet Bumi dari kehancuran akibat limbah yang ditimbulkannya.</p>
<p>Artinya sederhana, peradaban disebut maju atau tingkat tinggi jika mampu mengatasi problem sampah dan menjadinya sebagai aset. Sebaliknya, jika satu daerah tidak mampu mengelola dan terus berkutat dengan masalah sampah, maka mau tidak mau kita harus mengakui, daerah masih berada di tingkat peradaban primitif.</p>
<p><strong>Baca awal tulisan ini: <span style="color: #008000;"><a href="http://akarumput.com/?p=1415"><span style="color: #008000;">Membuang Rp4 Triliun Produk Peradaban (1) </span></a></span></strong></p>
<p><em>Foto oleh Jeff Blades dan Walhi Bali.</em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/membuang-rp4-triliun-produk-peradaban-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Insinyur suara tempaan Swiss</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/french-fanatic-sound-craftsman/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/french-fanatic-sound-craftsman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 11:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebekah Moore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Dini Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Live Music Venue]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[Nosstress]]></category>
		<category><![CDATA[Serambi Arts Antida]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[Guru bahasa Prancis gagal yang menjadi arsitek suara untuk studio rekaman terbaik di Bali.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Guru bahasa Prancis gagal yang menjadi arsitek suara untuk studio rekaman terbaik di Bali.</strong></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Anom_FLYING.jpg"><img class="aligncenter" title="Anom Darsana" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Anom_FLYING.jpg" alt="" width="600" height="195" /></a>Bila diibaratkan seorang bayi, Serambi Arts Antida seharusnya baru belajar berjalan. Atau mungkin masih merangkak. Tapi bayi yang satu ini meski baru berusia setahun, sudah melesat lari.</p>
<p>Sabtu (29/10), Serambi merayakan ulang tahun yang pertama dengan pertunjukan yang mencerminkan visinya. Pementasan diisi oleh penyair Cok Sawitri, grup folk Nosstress dan Dialog Dini Hari, Geekssmile, band grunge rock Navicula. Kamau, penyanyi hip-hop yang sudah lama tinggal di Bali serta kakek blues dan soul Jim Larkin yang sedang berkunjung dari Amerika Serikat, ikut meramaikan Serambi.</p>
<p>Setahun yang lalu Serambi membuka pintunya bagi seniman pentas dan visual lokal, nasional, juga internasional. Dalam tahun pertama, Serambi menjadi wadah bagi para insan kreatif melalui pameran fotografi dan lukisan, peluncuran album, lokakarya pendidikan, jam session, dan <em>poetry slam</em>.</p>
<p>Venue yang semi-terbuka ini terbagi dua bagian. Ada bar dengan panggung dan kebun yang terletak di belakang studio rekaman dan produksi yang saat ini dianggap terbaik di Pulau Dewata. Dan nama harum Antida dengan kualitas suara pertunjukan live dan mixing rekamannya tidak bisa dilepaskan dari peran arsitek di belakangnya: Gung Anom.</p>
<p>Kelahiran Antida punya jejak di sebuah negara yang ratusan ribu kilometer jauhnya dari Bali: Swiss. Anom pindah ke Swiss mengikuti ayahnya yang pindah tugas kerja. Di Jenewa dia belajar bahasa Prancis karena berencana menjadi guru bahasa Prancis saat pulang ke Bali.</p>
<p>Namun, sebelum pindah ke Eropa, Anom hanya kursus bahasa Prancis di Alliance Francaise sebelum selama tiga bulan. Akibatnya dia mengalami kesulitan diterima di sistem sekolah Swiss yang sangat kompetitif. Setelah berbulan-bulan mendalami bahasa Prancis, Anom diterima di suatu sekolah di Jenewa. Selama sekolah, ia mendalami kecintaannya terhadap bahasa Prancis dan bertemu perempuan yang menjadi istrinya di masa depan.</p>
<p>Setelah tamat sekolah, Anom tidak berkeinginan pulang ke Bali. Dia merasa sangat nyaman hidup di Swiss, terutama di komunitas kreatif di Jenewa. Dia tidak bisa membayangkan kembali ke Bali yang menurutnya masih kekurangan komunitas musik dan seni.</p>
<p>Anom sudah menikah di Swis dan mengantongi dokumen kerja. Tapi dia harus menghadapi kenyataan tidak banyak yang bisa ia lakukan dengan sertifikat mengajar bahasa Prancis di Swiss. Apalagi bahasa Prancis bukan bahasa ibunya. “Saya masih mau tinggal di sana, tetapi tidak bisa bekerja sebagai guru bahasa,” kata Anom.</p>
<p>Ia mulai bekerja dengan gaji kecil di sebuah studio sound engineer. “Awalnya pekerjaan saya buat kopi untuk <em>engineer</em> dan bersih-bersih studio. Dan mulai belajar sedikit-sedikit,” kata Anom.</p>
<p>Tanpa prospek bagus menjadi pengajar bahasa, Anom mengalihkan perhatiannya: ia mendaftar di sekolah <em>sound engineering</em>. Dia pun mulai bekerja lepas sebagai <em>sound engineer</em> untuk program televisi, produksi acara non siaran, dan teater. Setiap hari dia bekerja dan sekali seminggu selama dua tahun dia mengikuti kursus teori suara. Dia pun mengantongi sertifikat dan mulai bekerja penuh sebagai <em>sound engineer</em>.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/tout-un-monde-anom-et-pouney.jpg"><img class="alignright" style="margin: 4px 8px;" title="tout un monde" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/tout-un-monde-anom-et-pouney.jpg" alt="" width="161" height="158" /></a>Di Jenewa Anom sempat membuka studio underground kecil bernama Antida. Inilah cikal-bakal Antida Studio di Jl Waribang Denpasar. Tak hanya bekerja di belakang layar, Anom juga menjalankan duo hip-hop Tout un Monde (Seluruh Dunia) bersama temannya, Pouney. Anom berbaik hati memberi satu ocehannya yang berbahasa Prancis untuk dirilis di akarumput.com.</p>
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" src="http://w.soundcloud.com/player/?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F26811223&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;color=ff7700"></iframe><br />
<a href="http://snd.sc/vgNmBh">Klik di sini untuk mengunduh</a></p>
<p>Setelah 13 tahun di Eropa, romantismenya tentang tempat itu mulai menipis dan dia ingin kembali ke suasana damai yang diingat di Bali. “Hidup di sana tidak segampang yang kita kira. Jangan kira di luar negeri enak. Di sana susah sekali, harus sangat kerja keras,” kata Anom. Dia pun memboyong keluarganya ke Denpasar. “Saya jauh lebih senang di Bali sekarang daripada di Swis, lebih nyaman di sini.”</p>
<p>Tahun 2004, Anom membuka studio kecil di depan Taman 65, Jalan WR Supratman. Studio ini dia lengkapi dengan perangkat audio yang dia bawa dari Swiss. Anom masih bekerja secara lepas sebagai <em>sound engineer</em> untuk acara musik dan studionya disewakan untuk rekaman.</p>
<p>Tahun 2007, dengan bantuan beberapa investor, Anom memindahkan Antida Studio ke Jalan Waribang. Antida cepat dikenal karena kualitas alat dan teknik rekaman berstandar internasional. Kemampuan <em>sound engineer</em> juga faktor penentu. “Cara mengatur suara tak bisa dipelajari secara teori saja. Dan tidak bisa dipelajari dalam satu minggu, tapi lewat pengalaman,” kata Anom.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Anom_MiXING.jpg"><img class="aligncenter" title="Anom at Antida" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Anom_MiXING.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Kini Anom sudah mengantongi 15 tahun pengalaman sebagai <em>sound engineer</em> untuk panggung. Untuk rekaman dia menangani musisi Bali, nasional, dan internasional beragam aliran, dari hard rock, grunge, jazz, pop, <em>world music</em>, hingga tradisional seperti gamelan. “Hanya dangdut yang belum pernah” kata Anom sambil ketawa.</p>
<p>Anom juga pernah menjadi sponsor dan produser untuk beberapa grup musik, termasuk Dialog Dini Hari dan Nosstress. “Impian saya adalah memulai label rekaman di bawah nama Serambi. Aku ingin mendukung band yang potensinya bagus,” kata Anom.</p>
<p>Setiap tahun Anom ke Swiss untuk menjadi sound engineer di beberapa konferensi dan festival. Penghasilan tambahan yang didapat di luar negeri memungkinkan Anom untuk terus menjalankan studionya di Bali.</p>
<p>Sejak lama Anom memendam keinginan untuk memberi pengaruh lebih langsung pada komunitas kreatif di Bali. Karena itu dia mendirikan venue Serambi Arts Antida. “Serambi Arts Antida berdedikasi mengembangkan dan mempromosikan seni dan budaya kontemporer dari komunitas Bali.”</p>
<p>Serambi bukan hanya bar lokal yang menampilkan musik. Anom berharap Serambi dapat memberi konteks bagi seni dan musik lokal agar bisa terus bekembang dan mekar. Dia juga berharap komunitas lokal punya rasa memiliki terhadap tempat itu. Anom cukup bangga, dalam setahun venue ini telah menjadi salah satu lokasi tempat yang orang suka ngumpul, terutama bagi musisi setempat dan teman dan penggemar mereka.</p>
<p>Anom ingin Serambi lebih bisa memfasilitasi pengalaman seni yang beragam dan lebih luas. “Bali memiliki scene rock yang kuat, dan itu bagus. Namun saya juga berharap anak muda akan mendengarkan sesuatu yang baru.”</p>
<p>Visi itu dijalankan Anom lewat seri pertunjukan World Musik, yang merupakan salah satu event yang sangat sukses di Serambi. “Saya berharap musik seperti ini bisa memiliki tempat di Denpasar, sama seperti musik rock. Aku ingin mendorong anak muda untuk mendengar dan menghargai berbagai jenis musik dalam forum yang terbuka dan kreatif.”</p>
<p>Sepertinya komunitas kreatif yang Anom nikmati di Jenewa kini bisa ditemukan di rumahnya sendiri.</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><em>Foto oleh <a href="http://twitter.com/13Rudi" target="_blank">Rudi Waisnawa.</a></em></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/french-fanatic-sound-craftsman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obral Oktober bersama Ibu Robin Lim</title>
		<link>http://akarumput.com/lifestyle/in-discussion-with-ibu-robin-lim/</link>
		<comments>http://akarumput.com/lifestyle/in-discussion-with-ibu-robin-lim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 07:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota Moira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[CNN Heroes 2011]]></category>
		<category><![CDATA[danes art veranda]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[OBRAL Edisi Oktober 2011 (Obrolan Rabu Malam) - A Message of Love from Ibu Robin Lim <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OBRAL Edisi Oktober 2011 (Obrolan Rabu Malam) &#8211; A Message of Love from Ibu Robin Lim</strong><br />
Rabu 26 Oktober 2011 pukul 19:00 WITA di Danes Art Veranda, Jalan Hayam Wuruk 159, Denpasar.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Obral-Oktober.jpg"><img class="aligncenter" title="A message of love" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Obral-Oktober.jpg" alt="" width="600" height="454" /></a><strong></strong></p>
<p>Pada setiap proses kehamilan dan persalinan yang akan memberi bumi penghuni baru, bumi juga sedang bersiap untuk kehilangan: nyawa seorang ibu. Di Indonesia, Angka Kematian Ibu dan Bayi tergolong masih sangat tinggi untuk tingkat Asia Tenggara.</p>
<p>Bidan adalah ujung tombak dari perjuangan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, serta upaya menurunkan angka kematian. Di perdesaan para bidan yang pertama didatangi masyarakat manakala terjadi kesakitan atau komplikasi persalinan. Salah satunya bidan Robin Lim. Melalui Klinik Bumi Sehat di Ubud, Bali, bidan Robin Lim telah membantu proses persalinan secara cuma-cuma sejak 2003. ”Selama 8 bulan pertama tahun 2011, Bumi Sehat telah menolong 20.500 pasien dan menolong persalinan hampir 400 bayi secara cuma-cuma,” kata bidan Robin Lim.</p>
<p>Pengabdiannya akhirnya diapresiasi, bidan Robin Lim terpilih sebagai nominator CNN Hero 2011 pada Maret lalu. Perlu sembilan bulan, sebelum CNN Heroes of The Year diumumkan, tepatnya 11 Desember 2011. Sembilan bulan yang seperti menunggu proses sebuah kelahiran.</p>
<p><strong>Untuk mengetahui cara voting dan profil Robin Lim lebih dalam, kunjungi:</strong><a href="akarumput.com/ID/robinlim/"><span style="color: #008000;"><span style="color: #000000;"><br />
</span></span></a><span style="color: #008000;"><span style="color: #000000;">Kunjungi </span></span><span style="color: #008000;"><a href="http://heroes.cnn.com/vote_en.aspx" target="_blank"><span style="color: #008000;">situs</span></a><a href="http://heroes.cnn.com/vote_en.aspx" target="_blank"><span style="color: #008000;"> CNN dan Vote Robin Lim</span></a></span><span style="color: #008000;"> <span style="color: #000000;">untuk CNN Hero 2011</span></span> <span style="color: #008000;"><br />
</span><span style="color: #008000;"><a href="http://akarumput.com/ID/robinlim/"><span style="color: #008000;">akarumput.com/robinlim</span></a></span> atau <span style="color: #008000;"><a href="http://bumisehatbali.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">bumisehatbali.org</span></a></span><br />
Facebook:<a href="http://www.facebook.com/robinlimbali" target="_blank"><span style="color: #008000;"> Ibu Robin Lim</span></a><br />
Twitter: <a href="http://twitter.com/iburobin" target="_blank"><span style="color: #008000;">@iburobin</span></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/lifestyle/in-discussion-with-ibu-robin-lim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A journey: photo exhibiton</title>
		<link>http://akarumput.com/inspiration/a-journey/</link>
		<comments>http://akarumput.com/inspiration/a-journey/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 04:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebekah Moore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Antida]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Mari gabung di pameran fotografi Christina Arum dan Komang Arya Ganaris.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mari gabung di pameran fotografi Christina Arum dan Komang Arya Ganaris di Serambi Arts Antida hari Sabtu tanggal 22 Oktober, 2011. Acara mulai jam 19:00. Sesudah pameran dibuka, akan ada pementasan akustik dari beberapa musisi Bali.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Antida-Photo-Exhibit-22-October.jpg"><img class="aligncenter" title="Photo Exhibition" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Antida-Photo-Exhibit-22-October.jpg" alt="" width="599" height="897" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/inspiration/a-journey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grow your own food (2)</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 10:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gardening]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Kebun rumah organik yang tumbuh subur dan terawat, selain menghemat pengeluaran, juga menyediakan gizi yang cukup bagi seisi rumah.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4926_web.jpg"><img class="aligncenter" title="Urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4926_web.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Pastikan tanah pada koker sebagai media tanam benih ini sehat, cukup lembab, dan mengandung banyak nutrisi organik agar benih memperoleh lebih banyak peluang hidup.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4917_web.jpg"><img title="Urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4917_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Isilah koker dengan tanah subur yang telah bercampur dengan kotoran sapi, sekam, dan pupuk organik lainnya. Lubangi bagian bawah koker agar air berlebih bisa merembes.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4933_web.jpg"><img title="Sawi seeds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4933_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a> <em></em>Bibit sawi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4915_web.jpg"><img title="Pumpkin seeds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4915_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Bibit labu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4942_web.jpg"><img title="Long beans" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4942_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Bibit kacang panjang. Kupas dan gunakan hanya bijinya.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4947_web.jpg"><img title="urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4947_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Tanam benih dengan suasana hati bahagia dan senyum. Bibit ibarat anakmu. Anak yang sehat tumbuh dari keluarga yang penuh cinta.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4984_web.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 4px 12px;" title="seedlings" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4984_web.jpg" alt="" width="316" height="422" /></a>Berilah label pada koker, agar tidak lupa jenis tanaman yang disemai. Ini juga berguna agar tanaman tidak tertukar saat kamu memindahkan bibit ke lahan. Tempatkan koker pada tempat teduh, hindarkan dari terik matahari, angin kencang dan hujan deras. Semut sangat menyukai benih-benih ini, dan untuk mengatasi serangan mereka, benih bisa ditempatkan pada rak-rak yang kakinya telah diolesi oli bekas atau dicelupkan pada wadah yang berisi air atau minyak tanah. Siram teratur, sebaiknya setiap pagi dan sore.</p>
<p>Beberapa jenis tanaman rimpang seperti jahe, bongkot, kunyit, bisa langsung ditanam pada lahan tanpa disemai. Begitu pula dengan tanaman dengan perbanyakan batang (stek) atau perbanyakan akar seperti singkong, bambu, atau pisang. Labu dan kacang panjang juga bisa langsung ditanam. Persemaian yang menggunakan koker atau perlindungan ekstra baik untuk tanaman sayuran seperti sawi, selada, cabe, atau tomat.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4953_web.jpg"><img title="waluh" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4953_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Setelah seminggu, tunas-tunas mungil mulai bermunculan ;)</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4974_web_COMB2-new.jpg"><img class="aligncenter" title="planting seedlings" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4974_web_COMB2-new.jpg" alt="" width="600" height="394" /></a>Setelah berusia sekitar 2 minggu, bibit bisa dipindahkan ke lahan. Keluarkan bibit dengan hati-hati dari koker dan sebisa mungkin untuk tidak merusak akarnya. Sebaiknya tanah dari koker dibiarkan menempel pada bibit agar benih bisa beradaptasi perlahan dengan lingkungan barunya. Benih bisa ditanam berdekatan dengan tanaman jeni lain. Menanam berbagai jenis tanaman pada satu lahan sangat dianjurkan, karena polikultur atau keberagaman tanaman sehat bagi lahan.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5026_web.jpg"><img title="urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5026_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Apabila lahan/bedeng terlalu panas karena terik matahari di musim kemarau atau tidak tersedianya tanaman peneduh, lahan bisa diteduhkan dengan naungan seperti paranet. Bahan ini bagus karena walaupun teduh tapi tidak menghalangi cahaya matahari untuk masuk, karena cahaya matahari dalam jumlah yang tidak terlalu banyak sangat dibutuhkan oleh tumbuhan. Bibit-bibit yang masih muda dan masih menguatkan diri akan mudah mati apabila ditimpa matahari terik langsung. Perlakukan bibit-bibit muda ini dengan hati-hati.  Jangan biarkan lahan kering kerontang dan pastikan tersedia cukup mulsa di sekitar tanaman muda.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5043_web.jpg"><img title="urban farm" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5043_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Kebun rumah organik yang tumbuh subur dan terawat, selain menghemat  pengeluaran, juga menyediakan gizi yang cukup bagi seisi rumah. Lingkungan sekitar rumah pun jadi hijau, asri, sehat dan indah. Kelebihan produksi sayur bisa kamu bagikan ke tetangga. Kamu pun akan lebih disayang tetangga. Tapi hati-hati bila istri atau suami tetangga jadi cemburu. Karena <em>urban farming</em> menggenapi kredo: kebun tetangga selalu lebih hijau.</p>
<p>Selamat bergabung dalam Sindikat Urban Farming! Follow <span style="color: #008000;"><a href="http://twitter.com/BaliUrbanFarm" target="_blank"><span style="color: #008000;">@BaliUrbanFarm </span></a></span>on Twitter.</p>
<p><span style="color: #008000;"> <a href="http://akarumput.com/ID/environment/grow-your-own-food-1/"><span style="color: #008000;"><em>Klik di sini untuk membaca bagian awal tulisan ini. </em></span></a></span></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grow your own food (1)</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 06:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Kebunmu]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gardening]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai warga urban, kesan apa-apa harus beli acap melekat. Buatlah ‘kulkas hidup’ sendiri, alias membuat kebun sayuran dengan memanfaatkan halaman rumah: urban farming.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai warga urban, kesan apa-apa harus beli acap melekat. Bila peduli dengan makanan sehat, penghasilan bisa sebagian besar akan lari ke bagian ini. Daripada pusing meningkatkan pendapatan, coba pikirkan cara menghemat pengeluaran. Salah satunya adalah dengan membuat ‘kulkas hidup’ sendiri, alias membuat kebun sayuran dengan memanfaatkan halaman rumah: <strong><em>urban farming.</em></strong></p>
<p>Apalagi jika rumahmu memiliki bagian halaman yang terbengkalai; daripada jadi tempat anjing buang kotoran lebih baik diisi sayuran. Daripada jadi sarang ular lebih baik isi tanaman menjalar. Daripada buang waktu lebih baik singsingkan lengan baju: Tanam makananmu sendiri! Angkat cangkulmu, kawan!</p>
<p>Berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat kebun sayur di belakang rumahmu. Kalau sudah memulai, silakan kirim cerita dan foto berkebunmu ke <span style="color: #008000;"><a href="mailto:karumput@gmail.com"><span style="color: #008000;">Akarumput.com</span></a></span>. Mungkin kamu bisa menemukan calon tambatan hati yang mencari seseorang dengan karakter mandiri, <em>do-it-yourself</em>, welas asih, gemah ripah loh jinawi, dan agak-agak bau tanah.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4880_urbfarm_WEB.jpg"><img title="prepare the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4880_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Siapkan lahan. Bisa memulai dengan bidang yang kecil dan perlahan melebar sesuai kebutuhan dan kenikmatanmu berkebun.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4886_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Loose up the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4886_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Gemburkan tanah dengan cangkul dan bersihkan dari bebatuan, sampah plastik, dan kondom bekas mungkin.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4897_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Shape your garden beds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4897_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Tinggikan tanah menjadi beberapa bedeng. Bentuk sesukamu, boleh memanjang, kotak, elips, segi 5, bentuk bintang, spiral. Sisakan gang kecil di antara bedeng sebagai jalan di antara kebun, karena menginjak bedeng akan menjadikan tanah bedeng padat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4891_urbfarm_WEB.jpg"><img title="My dog, Backer, fertilizing the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4891_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><em></em><br />
Bila diperlukan, tambahkan tanah subur yang telah dicampur pupuk kandang. Di Denpasar, tanah subur ini bisa dibeli di penjual tanaman hias dengan harga antara Rp250.000 – 300.000 per mobil pick up.  Tapi lebih baik lagi jika mencampur sendiri media tanam dengan pupuk kandang, karena tanah campuran di pasaran biasanya hanya mengandung sedikit kotoran sapi. <em>Lihat, si Backer anjingku, ingin ikut menyumbangkan kotorannya ;) </em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/backer-following.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-725" title="Backer" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/backer-following.jpg" alt="" width="600" height="800" /></a><em>Husss!! Backer !!! Stop following me !!</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4902_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Adding top soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4902_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Menambah lapisan tanah subur ke atas bedeng-bedeng yang tersedia.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4903_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Mulch the garden beds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4903_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Sebaiknya tambahkan pula lapisan mulsa ke permukaan bedeng. Mulsa adalah lapisan bahan organik yang berfungsi sebagai pelindung tanah dari terik matahari dan menjadikan tanah tetap lembab, sekaligus menyediakan nutrisi tambahan bagi tanah. Mulsa bisa berupa sekam padi, jerami, serbuk gergaji, sekam kopi, dedaunan atau rumput kering.  Bila di rumah ada hewan peliharaan lain seperti Backer atau ayam, pagari kebun. Gunakan bahan-bahan yang murah dan mudah diperoleh. Tiang pagar dapat berupa stek tanaman legum seperti lamtoro, kelor, kayu santan, atau dapdap. Tanaman ini sekaligus berfungsi sebagai tanaman peneduh atau naungan dan daunnya dapat digunakan sebagai pangan. Tanaman legum (jenis kacang-kacangan) sangat berguna bagi kesuburan tanah, karena apabila dipangkas, bintilan nodules yang terdapat pada akar tanaman jenis ini bisa melepas zat nitrogen ke dalam tanah. Foto ini menggunakan kelor dan kayu santan sebagai tiang pagar, karena si empunya kebun doyan sayur daun kelor. Pagar juga bisa difungsikan sebagai tempat tanaman merambat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4882_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Making vertical gardens" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4882_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a> Untuk mengirit lahan, vertikal gardening bisa diterapkan dengan membuat para-para atau pergola bagi tanaman merambat seperti labu, markisa, labu siam, dan kacang-kacangan. Di kebun ini para-para terbuat dari bambu yang rencananya akan ditempelkan pada tembok tetangga agar tanaman labunya merambat ke atas, bukannya melebar ke samping yang bisa memboroskan tempat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4911_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Making seedling containers" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4911_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Sambil menunggu lahan siap, koker-koker atau polybag sebagai wadah persemaian benih bisa dibuat. Sekali lagi, gunakan bahan-bahan yang ada di sekitarmu. Lebih bijak lagi bila menggunakan bahan-bahan sisa atau sampah yang bisa digunakan kembali seperti kaleng bekas minuman, kaleng sardin, botol air kemasan, kotak susu, kotak jus, ember rusak.</p>
<p>Wow, banyak sekali manfaat urban farming ya! Mmm dan tulisan ini sudah terlalu panjang. Jadi, kunjungi situs ini lagi untuk langkah berikutnyadan follow <span style="color: #008000;"><a href="http://twitter.com/BaliUrbanFarm" target="_blank"><span style="color: #008000;">@BaliUrbanFarm</span></a></span> di twitter.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
