<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; Urban Farming</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/category/urban-farming/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Anak sesat: Bali Urban Farming air strike</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/240312-anak-sesat-buf/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/240312-anak-sesat-buf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 10:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Errick Irwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[comic]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1791</guid>
		<description><![CDATA[Anak sesat: Bali Urban Farming air strike <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Bali-Urban-Farming-Air-Strike_web.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1792" title="Bali Urban Farming - Air Strike" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Bali-Urban-Farming-Air-Strike_web.jpg" alt="" width="600" height="825" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/240312-anak-sesat-buf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memadu butuh tanggung jawab</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/beekeeping-bali-010311/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/beekeeping-bali-010311/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 18:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Dua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali honey]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[bee]]></category>
		<category><![CDATA[beekeeping]]></category>
		<category><![CDATA[honey bee]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Tri Hita Karana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1729</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan ini cukup berbahaya, tapi hasilnya manis.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini cukup sulit menemukan populasi lebah Bali yang diternakkan untuk tujuan produksi madu. Padahal peternakan lebah madu adalah satu bentuk kontribusi positif dalam pelestarian ekosistem unik di pulau ini.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/A-limpa-bee-one-of-Balis-native-bees.-Limpa-means-kidney-and-refers-to-the-bees-shape..jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1733" title="A native Bali limpa bee" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/A-limpa-bee-one-of-Balis-native-bees.-Limpa-means-kidney-and-refers-to-the-bees-shape..jpg" alt="" width="214" height="307" /></a>Menurut Chakra Widia, pendiri Yayasan Tri Hita Karana (THK), peternakan lebih madu membantu pertumbuhan sayuran, buah-buahan dan bunga. “Lebah adalah salah satu pollinator (penyerbuk) alam yang paling produktif dan membawa manfaat positif yang luar biasa, bahkan dapat meningkatkan tingkat panen banyak jenis benih dan buah,” kata Chakra. “Dan yang lebih baik lagi Anda mendapatkan madu.”</p>
<p>THK menerapkan prinsip-prinsip Permakultur untuk pendidikan, advokasi dan mendorong penerapan praktek yang lebih ramah lingkungan dan ekonomi berkelanjutan di Bali. Pada 24-25 Maret mendatang THK adalah menggelar pelatihan peternakan lebah madu di pusat pelatihan Yayasan THK di Pengosekan, Ubud. Tema pelatihan ini “BEE the change” disitir dari kutipan Gandhi “<em>Be the change you want to see in the world</em>”.</p>
<p>Menurut Chakra, peternakan lebih madu tidak bisa dilakukan iseng-iseng saja. “Anda perlu tanggung jawab untuk menerapkannya secara tepat, dan perlu pemahaman dasar tentang lebah, khususnya lebah liar yang ada di Bali,” kata Chakra.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Pak-Panca-gave-us-a-taste-of-the-divine-honey-from-the-tiny-black-bees-that-live-in-the-hive-behind-him.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1734" title="Pak Panca" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Pak-Panca-gave-us-a-taste-of-the-divine-honey-from-the-tiny-black-bees-that-live-in-the-hive-behind-him-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Peserta pelatihan akan belajar dari I Gede Panca, salah satu ahli peternak lebah madu di Bali. Panca seumur hidupnya sudah terlibat dalam peternakan lebah madu. Dia bukan hanya ahli, tetapi juga berdedikasi sebagai advokat untuk populasi lebah liar Bali.</p>
<p>Panca juga menerima penghargaan sebagai peternak lebah madu terbaik di Indonesia tahun 1998. Panca telah mendirikan tiga organisasi lokal peternak lebah di Payangan, Tegalalang dan Petak. Organisasi ini bertemu dua kali setahun.</p>
<p>Materi pelatihan akan disampaikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dan dirancang untuk orang yang baru belajar peternakan lebah dan mau memulai koloni lebah sendiri. Selama pelatihan, partisipan akan belajar tentang lebah asli Bali, dan tentang satu spesies lebih baru yang agresif dan berpotensi mengganggu biodiversitas lebah di pulau ini.</p>
<p>Partisipan juga akan mendapatkan pengetahuan mengenai jenis bunga dan pengaruhnya pada rasa madu yang dihasilkan, lengkap dengan sesi mencicipi berbagai jenis madu.</p>
<p>Setiap partisipan akan membuat rumah lebah madu sederhana yang cocok dengan lebah madu Bali. Rumah lebah ini dapat dibawa pulang atau bisa disumbangkan ke Yayasan THK untuk digunakan dalam kebun percontohan Permakultur milik THK.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Yayasan-Tri-Hita-Karana-Bali-Learning-Centre.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1735" title="Yayasan Tri Hita Karana Bali Learning Centre" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Yayasan-Tri-Hita-Karana-Bali-Learning-Centre-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Kebanyakan waktu pelatihan akan diadakan di pusat pelatihan Yayasan THK – yang terbuat dari bambu dengan desain yang ringan dan sejuk. Juga akan ada kegiatan mengunjung pura tetangga yang dihuni lebah madu, sesuatu yang cukup umum terjadi di Bali.</p>
<p>Panca akan memperlihatkan cara menemukan ratu lebih madu dan memindahkan lebah dari pura tersebut ke dalam kotak rumah lebah.</p>
<p>Partisipan juga akan belajar teknik penempatan kotak lebah madu untuk memancing lebah datang, cara memindahkan lebah ke tempat sumber makanan baru, dan cara mengetahui dan mengatasi masalah predator lebah. Panca juga akan mengajarkan cara memanen madu dan jumlah madu yang bisa diambil dari koloni lebah untuk menjaga lebah tetap punya cukup makanan untuk mereka dan larva lebah. Panca juga akan mengajarkan pengobatan gigitan lebih untuk mengurangi risiko pembekuan darah.</p>
<p>Selama pelatihan, Panca akan didampingi oleh Tri Suda Pala, seorang ahli tanaman obat. Tri akan menyampaikan sifat obat dari madu dan pentingnya penyerbukan untuk tanaman obat. Peserta pelatihan bisa memesan lebah, madu, atau kotak rumah lebah dari Panca.</p>
<p>Chakra berharap pelatihan ini dapat menjadi batu loncatan untuk membantu memperluas pengetahuan mengenai peternakan lebah di Bali dan membentuk jaringan peternak lebah yang bisa turut menjaga populasi lebah Bali. “Kami berharap ini dapat berkembang menjadi organisasi untuk peternak lebah madu Bali yang akan bekerja sama dengan peternak lebah lokal untuk memastikan bahwa koloni lebah asli Bali dapat tetap berkembang,” kata Chakra.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Pak-Panca-and-Pak-Tri-chat-with-visiting-beekeeper-Steve-Black-Peel-from-the-Isle-of-Man-between-England-and-Ireland..jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1736" title="Panca, Tri and Steve Black" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Pak-Panca-and-Pak-Tri-chat-with-visiting-beekeeper-Steve-Black-Peel-from-the-Isle-of-Man-between-England-and-Ireland.-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Steve Black, peternak lebah asal Isle of Man (di antara Inggris dan Irlandia) yang sedang berkunjung di Bali, mengatakan dukungan bagi peternak lebah baru sangat penting. Ia menganjurkan pembentukan kelompok peternak lebah yang terus-menerus bertemu untuk saling belajar.</p>
<p>&#8220;Seseorang tidak bisa mempejari semuanya tentang peternakan lebih dalam satu pelatihan selama dua hari,” kata Steve. “Saat sesuatu terjadi dengan lebah Anda, penting untuk memiliki jaringan orang lain yang lebih berpengalaman dan bisa membagi pengetahuan.”</p>
<p>Pendaftaran peserta akan ditutup tanggal 19 Maret. Untuk mendaftar lewat email ke <span style="color: #008000;"><a href="mailto:thkbalicommunications@gmail.com"><span style="color: #008000;">thkbalicommunications@gmail.com</span></a></span> atau menghubungi 087861463406 atau 081338794571 (Chakra).</p>
<p>Partisipan dianjurkan membawa makan siang sendiri, atau membayar Rp. 15.000 untuk makan siang. Partisipan sebaiknya mengenakan topi, sunscreen, dan jika alergi terhadap gigitan lebah harus membawa EpiPen.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/beekeeping-bali-010311/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koperasi petani gaya baru ala Swiss</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/koperasi-petani-gaya-baru-ala-swiss/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/koperasi-petani-gaya-baru-ala-swiss/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 12:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mohammed Ikhwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Kebunmu]]></category>
		<category><![CDATA[consumer supported agriculture]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Petani Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[spi]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1472</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah koperasi di Swiss mengembangkan sistem produksi pertanian yang didukung konsumen dengan membayar di muka. Konsumen juga diwajibkan bekerja di atas lahan beberapa jam per tahun.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/herbs_farming.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1481" title="Seedlings" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/herbs_farming.jpg" alt="" width="600" height="362" /></a>Sebuah koperasi di Swiss mengembangkan sistem produksi pertanian yang didukung konsumen dengan membayar di muka. Konsumen juga diwajibkan bekerja di atas lahan beberapa jam per tahun.</strong></p>
<p>Tanah seluas dua setengah hektar di kawasan Ziplo, Jenewa itu sepi. Hanya ada selada-selada kecil dan beberapa tanaman herbal. Karena masih transisi dari musim dingin ke musim semi di Swiss, aktivitas di koperasi Jardin du Chorroton pun masih lengang.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/05.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1477" title="Chicken coop" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/05-300x225.jpg" alt="" width="317" height="237" /></a>“Ini bukan tanah milik petani dan konsumen di sini,” ujar Irene (29) enteng. “Empat tahun lalu, kami mengambilnya karena ditelantarkan,” kata dia lagi. Alkisah, tanah ini dulunya ditanami ala pertanian konvensional lengkap dengan pupuk dan racun kimia. “Pertanian di sebelah pun masih konvensional, ini (menunjuk batas tanah antara kedua lahan) adalah perbedaan antara kematian dan kehidupan.”</p>
<p>Tanah pertanian di sebelah Jardin du Chorroton dimiliki pekerja imigran dari Portugal. Berbeda dari tanah yang dikelola Irene, tanahnya kelihatan sangat kering dan gersang.</p>
<p>Ada 140 keluarga yang menjadi anggota koperasi di bawah Uniterre, organisasi petani anggota La Via Campesina ini. Pada tahun 2007, mereka sepakat membuat koperasi dengan petani yang bekerja di lahan tersebut dengan model pertanian yang didukung konsumen (<em>consumer supported agriculture</em>).</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/06.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1478" title="Eating from the farm" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/06.jpg" alt="" width="247" height="328" /></a>Uniknya dari sistem ini adalah konsumen membayar di muka sebesar 1.400 Franc Swiss (sekitar Rp13,2 juta) per tahun. Semua itu untuk produk yang disetujui antara anggota koperasi untuk ditanam di tanah tersebut. Dengan sistem ini, petani yang bekerja—sekitar enam orang, Irene salah satunya—mendapatkan kepastian gaji per bulan.</p>
<p>Produk pangan yang dihasilkan resikonya ditanggung bersama. Jika produksi berlimpah, konsumen mendapat banyak. Jika produksi susut seperti musim dingin, konsumen juga mendapat sedikit. Seluruh produk dikemas dalam keranjang dan didistribusikan koperasi dalam setiap minggu ke titik-titik pengambilan (<em>drop points</em>) di kota Jenewa.</p>
<p>Konsumen secara mandiri mengambil keranjang bagian mereka. Konsumen juga diwajibkan bekerja di atas lahan selama 16 jam per tahun. “Perlu konsumen yang tercerahkan untuk menjadi bagian sistem ini,” ujar Irene.</p>
<p>Dia juga menyatakan saat ini banyak keluarga di Jenewa yang ingin menjadi bagian koperasi gaya baru ini. Namun untuk kendali mutu dan keterbatasan produksi di tanah sempit tersebut, mereka dengan terpaksa menolak. Saat ini ada puluhan koperasi yang mengadopsi sistem <em>consumer supported agriculture</em> di Swiss.</p>
<p>Di <em>Jardin du Chorroton</em>, hampir seluruh tata kelola sudah termekanisasi. Mereka punya hampir sepuluh rumah kaca dengan konstruksi yang cukup baik, lengkap dengan sistem irigasi. Mereka punya bermacam alat mulai dari traktor tangan hingga traktor besar, mesin-mesin untuk membajak, menggemburkan tanah, membentuk bedeng untuk penanaman benih, dan sebagainya.</p>
<p>Karena bertani dengan sistem pertanian berkelanjutan, proses mengangkat kompos (dan juga proses limbah) juga cukup termekanisasi. “Salah satu teman saya yang bekerja di sini agak tergila-gila dengan mesin,” kata Irene sambil terkekeh.</p>
<p>Salah satu budaya tradisional yang mereka pertahankan adalah kereta yang ditarik kuda. Mereka punya beberapa ekor kuda yang mereka pelihara untuk bekerja di lahan. Mereka bisa membajak, mengangkat hasil pertanian, bahkan untuk demonstrasi. Dari situ nama <em>Chorroton</em> (kereta kuda) berasal.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/03.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1475" title="The Farm" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/01/03.jpg" alt="" width="601" height="450" /></a>Siang itu tampak satu orang konsumen sedang memetik daun <em>saige</em> (sejenis tanaman herbal) dan bekerja di sebidang tanah. Biasanya di akhir minggu, para konsumen mengajak keluarga mereka, terutama anak-anak untuk belajar dan bermain di Jardin du Chorroton.</p>
<p>Pola koperasi produksi dan konsumsi pangan seperti ini memang sedang berkembang di seluruh dunia. Jika kita lihat selain Swiss, Jepang, Amerika Serikat dan Spanyol adalah beberapa negara dimana <em>Community Supported Agriculture</em> sedang naik daun. Jika dirata-rata, harga yang didapat tak berbeda jauh dengan pasar konvensional. Nilai lebihnya adalah penekanan pada produk lokal, konsumen tahu kendali mutu, dan pendeknya rantai dagang.</p>
<p>Di sisi petani, selain harga yang terjamin mereka juga meraih pendapatan yang cukup dari sistem tersebut. Petani juga aman dari resiko gagal panen atau turun-naiknya harga.</p>
<p>Bisakah sistem seperti ini dikembangkan di organisasi petani lokal? Dan di Indonesia secara luas?</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<p><em>Penulis adalah Ketua Departemen Luar Negeri <a href="http://www.spi.or.id" target="_blank"><span style="color: #008000;">Serikat Petani Indonesia.</span></a> Tulisan ini dibuat di sela-sela aktivitas mengusung hak asasi petani di tengah sidang ke-16 Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, di Swiss, Maret 2011.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/koperasi-petani-gaya-baru-ala-swiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>There is “eat” in “creative”</title>
		<link>http://akarumput.com/featured/eat-in-creative/</link>
		<comments>http://akarumput.com/featured/eat-in-creative/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 16:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Creative Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[BUF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[Grow crEATive with Bali Urban Farming merupakan aktivitas dan instalasi bercocok tanam secara kreatif.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Grow crEATive with Bali Urban Farming</strong></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/11/BCF_BUF_web.jpg"><strong></strong><img class="aligncenter size-full wp-image-1193" title="BUF" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/11/BCF_BUF_web.jpg" alt="" width="600" height="425" /></a><strong></strong></p>
<p><strong></strong><a href="http://akarumput.com/environment/land-for-our-sovereignty/" target="_blank"><span style="color: #008000;"><em>Urban farming </em></span></a>adalah gerakan sosial masyarakat kota menanam bahan pangan sendiri untuk dikonsumsi sendiri.<em> Persoalan yang selalu ditanyakan peminat urban farming adalah bagaimana bercocok tanam di lahan rumah yang sempit?</em></p>
<p>Selama ada udara dan cahaya matahari, tanaman bisa tumbuh. Selain teknik menanam dan mengelola, bagian paling menarik dari urban farming adalah menemukan cara-cara kreatif untuk menyediakan tempat tumbuh bagi tanaman pangan.</p>
<p><strong><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/11/BUF_TK.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1197" style="margin: 8px 12px;" title="TK" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/11/BUF_TK-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Grow crEATive with Bali Urban Farming </strong>merupakan aktivitas dan instalasi bercocok tanam secara kreatif. Projek kolaborasi ini akan mengelola cara-cara kreatif memanfaatkan barang bekas menjadi elemen bercocok tanam. Peserta kolaborasi adalah Bali Urban Farming, siswa Bali International School, Komunitas Djamur, dan siapa saja.</p>
<p>Instalasi urban farming merupakan bentuk solusi bercocok tanam pada lahan terbatas atau yang sulit untuk ditanam secara konvensional. Proyek instalasi ini ingin menginspirasi khalayak umum bahwa berkebun itu mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Instalasi ini akan menjadi dekorasi venue urban <a href="http://www.balicreativefestival.com" target="_blank"><span style="color: #008000;">Bali Creative Festival</span></a> 25-27 November.</p>
<p>BUF adalah laboratorium kreatif untuk menemukan cara-cara inovatif membuat urban farming menjadi kegiatan yang menyenangkan. Komunitas ini ingin menyebarkan gerakan urban farming di Bali sebagai solusi untuk mencapai tujuan kedaulatan pangan. BUF banyak mendukung aktivitas offline <a href="http://akarumput.com" target="_blank"><span style="color: #008000;">akarumput.com</span></a>, media online isu lingkungan dan sosial yang berbasis di Bali.</p>
<p>Komunitas ini <em>meyakini </em>urban farming bisa menjadi wujud yang sesungguhnya dari gaya hidup hijau. BUF membantu komunitas, lembaga atau individu untuk mewujudkan pertanian urban di lingkungan mereka. Salah satu klien BUF adalah Bali International School (BIS).</p>
<p><strong><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/11/Robi_BIS.jpg"><img class="alignright" style="margin: 8px 12px;" title="Robi at BIS" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/11/Robi_BIS-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></strong>Robi Navicula a.k.a Kurt Kebun bertindak sebagai pengajar materi Permakultur bagi siswa grade 7 dan 8 di BIS dan kemudian memfasilitasi kegiatan siswa membuat lahan urban farming di pojok belakang sekolah. Kegiatan ini sejak penataan lahan sampai siap tanam, penyemaian benih, sampai penanaman.</p>
<p>Perdikan BUF di Jl Drupadi no 15D Renon, Denpasar menjadi sarana pengembangan aktivitas urban farming seperti pelatihan. Perdikan BUF yang memiliki lahan cocok tanam, kolam ikan, kandang ayam, dan kandang burung juga menggelar pelatihan atas permintaan, di antaranya siswa TK Anak Emas Denpasar.</p>
<p>Follow <span style="color: #008000;"><a href="http://twitter.com/BaliUrbanFarm" target="_blank"><span style="color: #008000;">@BaliUrbanFarm </span></a></span>on Twitter.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/featured/eat-in-creative/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Bali urban farming, green warriors</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/green-warriors-bali-urban-farming-training/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/green-warriors-bali-urban-farming-training/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 17:07:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Upcoming]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Permaculture]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Cran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan Bali urban farming, "Memulai urban farming di lahan sempit" bersama Steve Cran.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;Memulai urban farming di lahan sempit&#8221; bersama Steve Cran.</strong><br />
Tempat: Perdikan Bali Urban Farming, Jl Drupadi no 15D (depan SMK PGRI 4) Renon, Denpasar<br />
Waktu: 15 Oktober 2011 | Jam: 10-14 WITA<br />
Biaya pendaftaran Rp 20.000 (untuk konsumsi dan perangkat training).<br />
Pelatihan hanya untuk 20 peserta. Peserta diharapkan memakai pakaian berkebun seperti celana pendek, kaos, sepatu kets, topi.</p>
<p style="text-align: center;"><iframe src="http://www.youtube.com/embed/5TJPq2OAy_8" frameborder="0" width="420" height="315"></iframe></p>
<p>Steve Cran ahli permaculture asal Australia. Dia banyak mengerjakan pengembangan pertanian permaculture di daerah konflik atau pasca bencana seperti di Aceh, Timor Leste, Jogjakarta, Uganda, Ethiopia. Profilnya bisa <a href="bit.ly/roQgIN " target="_blank"><span style="color: #008000;"><span style="color: #008000;">dilihat di sini.</span></span></a></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Steve_cran-1.jpg"><img class="aligncenter" title="Steve Cran" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Steve_cran-1.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/green-warriors-bali-urban-farming-training/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grow your own food (2)</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 10:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gardening]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Kebun rumah organik yang tumbuh subur dan terawat, selain menghemat pengeluaran, juga menyediakan gizi yang cukup bagi seisi rumah.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4926_web.jpg"><img class="aligncenter" title="Urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4926_web.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Pastikan tanah pada koker sebagai media tanam benih ini sehat, cukup lembab, dan mengandung banyak nutrisi organik agar benih memperoleh lebih banyak peluang hidup.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4917_web.jpg"><img title="Urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4917_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Isilah koker dengan tanah subur yang telah bercampur dengan kotoran sapi, sekam, dan pupuk organik lainnya. Lubangi bagian bawah koker agar air berlebih bisa merembes.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4933_web.jpg"><img title="Sawi seeds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4933_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a> <em></em>Bibit sawi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4915_web.jpg"><img title="Pumpkin seeds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4915_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Bibit labu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4942_web.jpg"><img title="Long beans" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4942_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Bibit kacang panjang. Kupas dan gunakan hanya bijinya.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4947_web.jpg"><img title="urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4947_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Tanam benih dengan suasana hati bahagia dan senyum. Bibit ibarat anakmu. Anak yang sehat tumbuh dari keluarga yang penuh cinta.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4984_web.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 4px 12px;" title="seedlings" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4984_web.jpg" alt="" width="316" height="422" /></a>Berilah label pada koker, agar tidak lupa jenis tanaman yang disemai. Ini juga berguna agar tanaman tidak tertukar saat kamu memindahkan bibit ke lahan. Tempatkan koker pada tempat teduh, hindarkan dari terik matahari, angin kencang dan hujan deras. Semut sangat menyukai benih-benih ini, dan untuk mengatasi serangan mereka, benih bisa ditempatkan pada rak-rak yang kakinya telah diolesi oli bekas atau dicelupkan pada wadah yang berisi air atau minyak tanah. Siram teratur, sebaiknya setiap pagi dan sore.</p>
<p>Beberapa jenis tanaman rimpang seperti jahe, bongkot, kunyit, bisa langsung ditanam pada lahan tanpa disemai. Begitu pula dengan tanaman dengan perbanyakan batang (stek) atau perbanyakan akar seperti singkong, bambu, atau pisang. Labu dan kacang panjang juga bisa langsung ditanam. Persemaian yang menggunakan koker atau perlindungan ekstra baik untuk tanaman sayuran seperti sawi, selada, cabe, atau tomat.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4953_web.jpg"><img title="waluh" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4953_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Setelah seminggu, tunas-tunas mungil mulai bermunculan ;)</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4974_web_COMB2-new.jpg"><img class="aligncenter" title="planting seedlings" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_4974_web_COMB2-new.jpg" alt="" width="600" height="394" /></a>Setelah berusia sekitar 2 minggu, bibit bisa dipindahkan ke lahan. Keluarkan bibit dengan hati-hati dari koker dan sebisa mungkin untuk tidak merusak akarnya. Sebaiknya tanah dari koker dibiarkan menempel pada bibit agar benih bisa beradaptasi perlahan dengan lingkungan barunya. Benih bisa ditanam berdekatan dengan tanaman jeni lain. Menanam berbagai jenis tanaman pada satu lahan sangat dianjurkan, karena polikultur atau keberagaman tanaman sehat bagi lahan.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5026_web.jpg"><img title="urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5026_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Apabila lahan/bedeng terlalu panas karena terik matahari di musim kemarau atau tidak tersedianya tanaman peneduh, lahan bisa diteduhkan dengan naungan seperti paranet. Bahan ini bagus karena walaupun teduh tapi tidak menghalangi cahaya matahari untuk masuk, karena cahaya matahari dalam jumlah yang tidak terlalu banyak sangat dibutuhkan oleh tumbuhan. Bibit-bibit yang masih muda dan masih menguatkan diri akan mudah mati apabila ditimpa matahari terik langsung. Perlakukan bibit-bibit muda ini dengan hati-hati.  Jangan biarkan lahan kering kerontang dan pastikan tersedia cukup mulsa di sekitar tanaman muda.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5043_web.jpg"><img title="urban farm" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG_5043_web.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Kebun rumah organik yang tumbuh subur dan terawat, selain menghemat  pengeluaran, juga menyediakan gizi yang cukup bagi seisi rumah. Lingkungan sekitar rumah pun jadi hijau, asri, sehat dan indah. Kelebihan produksi sayur bisa kamu bagikan ke tetangga. Kamu pun akan lebih disayang tetangga. Tapi hati-hati bila istri atau suami tetangga jadi cemburu. Karena <em>urban farming</em> menggenapi kredo: kebun tetangga selalu lebih hijau.</p>
<p>Selamat bergabung dalam Sindikat Urban Farming! Follow <span style="color: #008000;"><a href="http://twitter.com/BaliUrbanFarm" target="_blank"><span style="color: #008000;">@BaliUrbanFarm </span></a></span>on Twitter.</p>
<p><span style="color: #008000;"> <a href="http://akarumput.com/ID/environment/grow-your-own-food-1/"><span style="color: #008000;"><em>Klik di sini untuk membaca bagian awal tulisan ini. </em></span></a></span></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grow your own food (1)</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 06:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Kebunmu]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gardening]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai warga urban, kesan apa-apa harus beli acap melekat. Buatlah ‘kulkas hidup’ sendiri, alias membuat kebun sayuran dengan memanfaatkan halaman rumah: urban farming.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai warga urban, kesan apa-apa harus beli acap melekat. Bila peduli dengan makanan sehat, penghasilan bisa sebagian besar akan lari ke bagian ini. Daripada pusing meningkatkan pendapatan, coba pikirkan cara menghemat pengeluaran. Salah satunya adalah dengan membuat ‘kulkas hidup’ sendiri, alias membuat kebun sayuran dengan memanfaatkan halaman rumah: <strong><em>urban farming.</em></strong></p>
<p>Apalagi jika rumahmu memiliki bagian halaman yang terbengkalai; daripada jadi tempat anjing buang kotoran lebih baik diisi sayuran. Daripada jadi sarang ular lebih baik isi tanaman menjalar. Daripada buang waktu lebih baik singsingkan lengan baju: Tanam makananmu sendiri! Angkat cangkulmu, kawan!</p>
<p>Berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat kebun sayur di belakang rumahmu. Kalau sudah memulai, silakan kirim cerita dan foto berkebunmu ke <span style="color: #008000;"><a href="mailto:karumput@gmail.com"><span style="color: #008000;">Akarumput.com</span></a></span>. Mungkin kamu bisa menemukan calon tambatan hati yang mencari seseorang dengan karakter mandiri, <em>do-it-yourself</em>, welas asih, gemah ripah loh jinawi, dan agak-agak bau tanah.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4880_urbfarm_WEB.jpg"><img title="prepare the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4880_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Siapkan lahan. Bisa memulai dengan bidang yang kecil dan perlahan melebar sesuai kebutuhan dan kenikmatanmu berkebun.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4886_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Loose up the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4886_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Gemburkan tanah dengan cangkul dan bersihkan dari bebatuan, sampah plastik, dan kondom bekas mungkin.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4897_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Shape your garden beds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4897_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Tinggikan tanah menjadi beberapa bedeng. Bentuk sesukamu, boleh memanjang, kotak, elips, segi 5, bentuk bintang, spiral. Sisakan gang kecil di antara bedeng sebagai jalan di antara kebun, karena menginjak bedeng akan menjadikan tanah bedeng padat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4891_urbfarm_WEB.jpg"><img title="My dog, Backer, fertilizing the soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4891_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><em></em><br />
Bila diperlukan, tambahkan tanah subur yang telah dicampur pupuk kandang. Di Denpasar, tanah subur ini bisa dibeli di penjual tanaman hias dengan harga antara Rp250.000 – 300.000 per mobil pick up.  Tapi lebih baik lagi jika mencampur sendiri media tanam dengan pupuk kandang, karena tanah campuran di pasaran biasanya hanya mengandung sedikit kotoran sapi. <em>Lihat, si Backer anjingku, ingin ikut menyumbangkan kotorannya ;) </em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/backer-following.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-725" title="Backer" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/backer-following.jpg" alt="" width="600" height="800" /></a><em>Husss!! Backer !!! Stop following me !!</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4902_urbfarm_WEB.jpg"><img title="Adding top soil" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4902_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
Menambah lapisan tanah subur ke atas bedeng-bedeng yang tersedia.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4903_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Mulch the garden beds" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4903_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Sebaiknya tambahkan pula lapisan mulsa ke permukaan bedeng. Mulsa adalah lapisan bahan organik yang berfungsi sebagai pelindung tanah dari terik matahari dan menjadikan tanah tetap lembab, sekaligus menyediakan nutrisi tambahan bagi tanah. Mulsa bisa berupa sekam padi, jerami, serbuk gergaji, sekam kopi, dedaunan atau rumput kering.  Bila di rumah ada hewan peliharaan lain seperti Backer atau ayam, pagari kebun. Gunakan bahan-bahan yang murah dan mudah diperoleh. Tiang pagar dapat berupa stek tanaman legum seperti lamtoro, kelor, kayu santan, atau dapdap. Tanaman ini sekaligus berfungsi sebagai tanaman peneduh atau naungan dan daunnya dapat digunakan sebagai pangan. Tanaman legum (jenis kacang-kacangan) sangat berguna bagi kesuburan tanah, karena apabila dipangkas, bintilan nodules yang terdapat pada akar tanaman jenis ini bisa melepas zat nitrogen ke dalam tanah. Foto ini menggunakan kelor dan kayu santan sebagai tiang pagar, karena si empunya kebun doyan sayur daun kelor. Pagar juga bisa difungsikan sebagai tempat tanaman merambat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4882_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Making vertical gardens" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4882_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a> Untuk mengirit lahan, vertikal gardening bisa diterapkan dengan membuat para-para atau pergola bagi tanaman merambat seperti labu, markisa, labu siam, dan kacang-kacangan. Di kebun ini para-para terbuat dari bambu yang rencananya akan ditempelkan pada tembok tetangga agar tanaman labunya merambat ke atas, bukannya melebar ke samping yang bisa memboroskan tempat.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4911_urbfarm_WEB.jpg"><img class="aligncenter" title="Making seedling containers" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_4911_urbfarm_WEB.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Sambil menunggu lahan siap, koker-koker atau polybag sebagai wadah persemaian benih bisa dibuat. Sekali lagi, gunakan bahan-bahan yang ada di sekitarmu. Lebih bijak lagi bila menggunakan bahan-bahan sisa atau sampah yang bisa digunakan kembali seperti kaleng bekas minuman, kaleng sardin, botol air kemasan, kotak susu, kotak jus, ember rusak.</p>
<p>Wow, banyak sekali manfaat urban farming ya! Mmm dan tulisan ini sudah terlalu panjang. Jadi, kunjungi situs ini lagi untuk langkah berikutnyadan follow <span style="color: #008000;"><a href="http://twitter.com/BaliUrbanFarm" target="_blank"><span style="color: #008000;">@BaliUrbanFarm</span></a></span> di twitter.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/grow-your-own-food-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepetak kebun untuk kedaulatan kita</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/land-for-our-sovereignty/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/land-for-our-sovereignty/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 06:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[urban farming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Urban farming adalah sebuah gerakan untuk kemandirian pangan. Gerakan yang mendatangkan kegembiraan. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Urban farming</em></strong><strong> adalah sebuah gerakan untuk kemandirian pangan. Gerakan yang mendatangkan kegembiraan.</strong></p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/Buf-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-516" title="Urban farming in Bali" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/Buf-1.jpg" alt="" width="600" height="387" /></a></p>
<p><strong></strong>Mari lihat pekarangan rumah kita. Apa yang tumbuh di sana? Berapa banyak bagian yang tak termanfaatkan?</p>
<p>Di kota-kota besar, banyak orang menghabiskan banyak uang untuk membangun taman di rumahnya. Banyak pemilik rumah menjejali tamannya dengan tanaman hias yang mahal seperti Anthurium (gelombang cinta) atau Aglonema.</p>
<p>Beberapa tahun lalu terjadi demam harga melejit beberapa jenis tanaman hias. Namun tren itu hanya sesaat, karena ulah spekulan penggoreng harga. Bagaimana bisa sumber daya yang mudah diperbanyak seperti tanaman hias bisa seharga mobil.</p>
<p>Mereka yang dulu terkena tren tanaman hias mahal kini hanya bisa mengigit jari. Uang habis banyak tapi tanaman mereka tidak punya nilai ekonomi lagi. Parahnya, tanaman itu tidak bisa dimakan. Padahal sepetak tanah di pekarangan rumah bisa menghasilkan makanan sehat untuk konsumsi kita. Upaya pertanian tanaman pangan bisa dilakukan di lingkungan perkotaan, sering disebut <em>urban farming</em> atau <em>urban agriculture.</em></p>
<p><em>Urban farming </em>adalah sebuah gerakan sosial demi tujuan kedaulatan pangan (<em>food sovereignty</em>). Tentu saja dalam skala mikro rumah tangga. Dalam skala makro yaitu negara, kebijakan pangan Indonesia masih berorientasi pada ketahanan pangan (<em>food security</em>). Ancaman paceklik atau krisis pangan yang selalu dijawab pemerintah dengan impor akan menggerus kemandirian sebagai bangsa.</p>
<p><em>Urban farming</em> tidak hanya bisa dilakukan di residensial horizontal. Di hunian vertikal seperti rumah susun atau apartemen pun bisa. Selama ada udara dan cahaya matahari, tanaman bisa tumbuh. Tanaman juga menambah pasokan oksigen dan memberi efek relaksasi sebagai hobi. <em>Urban farming </em>bisa menjadi wujud yang sesungguhnya dari gaya hidup hijau.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/BUF-Rudi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-518" title="Bali urban farming" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/BUF-Rudi.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a></p>
<p><em></em>Logika definisi kesejahteraan berdasarkan tingkat pendapatan harus diubah. Dengan jumlah pendapatan yang sama, suatu rumah tangga bisa lebih sejahtera, yaitu dengan menekan jumlah pengeluaran. Sepetak tanah di sekitar rumah bisa menghasilkan sayuran sehingga mengurangi belanja rumah tangga. Bila serius, <em>urban farming</em> bisa jadi tambahan penghasilan.</p>
<p>Bagi penyuka makanan organik, <em>urban farming</em> adalah upaya paling mudah menjamin bahan pangan mereka tidak diintervensi bahan kimia seperti pupuk pabrik, insektisida, dan pestisida. Apalagi bahan pangan organik cenderung lebih mahal daripada bahan pangan biasa. Urban farming juga memudahkan para vegetarian memenuhi kebutuhan sayuran segar, yang dipetik langsung dari pekarangan rumah.</p>
<p><em>Urban farming</em> bisa integral dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Di Indonesia, pemisahan sampah organik dan non-organik bisa dikatakan sia-sia karena sistem transportasi sampah oleh pemerintah. Rumah tangga bisa melakukan pemisahan, tapi truk sampah tetap menyatukan sampah organik dan non-organik.</p>
<p>Setiap rumah tangga bisa mengolah sampah organiknya menjadi kompos untuk kebutuhan bercocok tanam. Produksi kompos bisa dibantu dengan alat komposter yang banyak dijual di Internet. Harganya tak mahal. Proses pengomposan bisa dibantu dengan mikrorganisme atau bakteri kompos EM4 yang mudah didapatkan di pasaran. Pembiakan bakteri ini juga bisa dilakukan secara mandiri.</p>
<p>Saya dan teman-teman menyewa kantor sekaligus tempat tinggal seluas 5 are (500 meter persegi) di jalan Drupadi, Denpasar. Ada lahan kosong sekitar 3 are yang bisa dimanfaatkan untuk <em>urban farming</em>. Kami menanam tomat, cabe, selada, sawi dan pok choy. Untuk sawi dan pok choy dibutuhkan sekitar 40 hari sejak penyemaian benih sampai siap panen. Perawatan kedua jenis sayuran ini tak sulit, cukup penyiraman tiap sore.</p>
<p>Sebelum penanaman perlu penyiapan tanah untuk media tanam. Selain kompos, tanah bisa dicampur dengan pupuk kandang atau sekam (kulit padi). Sebelum menanam sayuran, lahan bisa ditanami kacang tanah sebagai pengikat nitrogen yang akan meningkatkan unsur hara tanah. Penanaman kacang tanah juga bisa dilakukan berselang-seling dengan sayuran.</p>
<p>Di masa panen, kami mengalami pasokan sayur berlebih. Untuk menghindari kebosanan makan sayur yang itu-itu saja, kami menjualnya ke sebuah restoran di kawasan Renon, Denpasar. Mereka berani membayar lebih, dua kali lipat dari harga di pasaran karena kualitas sayuran sangat segar dan proses produksinya tanpa kimia.</p>
<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-519" title="Bali urban farming robi" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Orientasi produksi sayuran belum profit, tapi demi keberlanjutan seperti pengadaan pupuk alami atau penataan lahan. Kami terus menata lahan agar hasilnya efektif dan taman sayur sedap dipandang dan mendatangkan kegembiraan. Ya, inilah tujuan urban farming yang sesungguhnya: kegembiraan.</p>
<p>Mari tanami pekarangan kita dengan gembira.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/land-for-our-sovereignty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
