<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; Energi</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/category/environment/energy-environment/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Di saat dunia bergerak semakin cepat, Bali berani berhenti</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/230312-nyepi-bali-silent-day/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/230312-nyepi-bali-silent-day/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 19:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gede Robi Supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[world silent day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=1780</guid>
		<description><![CDATA[Alam kita tercinta bernapas lega dalam istirahat sehari penuh setelah kepayahan dirongrong perlombaan dan keserakahan manusia sepanjang tahun.<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Bali-3_1.jpg"><img class="aligncenter" title="Bali nyepi day" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2012/03/Bali-3_1.jpg" alt="" width="600" height="398" /></a></p>
<p>Nyepi adalah hari spesial di tahun baru dalam penanggalan Caka, sekitar bulan Maret di kalender yang biasa kita pakai.</p>
<p>Nyepi, berarti sepi atau hening, sesuai namanya memang satu hari dalam keheningan…Yap, benar satu pulau berpopulasi 3,5 juta jiwa ini patuh menenangkan seisi pulau.  Selama 24 jam seluruh bisnis mati suri, jalan raya kosong, segala aktivitas dihentikan, bahkan airport internasionalnya, dan pada malam harinya kota diselimuti gelap gulita karena diberlakukannya aturan luhur untuk tidak menyalakan lampu. Maknanya agar umat memasuki tahun baru dengan awal yang bersih dan suci, atau sederhananya bila awalnya sudah bersih diharapkan hari-hari seterusnya akan jadi bersih dan suci pula.</p>
<p>Hikmah positif yang kita ambil dari sini, jika anda sependapat, adalah alam bisa beristirahat walaupun hanya sehari…namun sehari ini sangat berarti….bayangkan, sekian energi bisa dihemat dalam 24 jam akibat pemakaian listrik yang sangat minim, sekian banyak polusi bisa ditekan akibat ribuan kendaraan bermotor tidak tumpah ke jalan, sekian banyak stress, asap, dan limbah pabrik tidak membumbung akibat semua tempat usaha diliburkan, tidak ada pesta pora karena seluruh tempat hiburan ditidurkan, sekian banyak energi positif bertebaran di atmosfir sekitar pulau karena sekian banyak orang bermeditasi, berpuasa, dan berintrospeksi diri sepanjang hari.</p>
<p>Bumi kita sudah tua dan lelah…Coba bayangkan, betapa alam kita tercinta ini bisa bernapas lega dalam istirahat sehari penuh setelah kepayahan dirongrong perlombaan dan keserakahan manusia sepanjang tahun di era berslogan “waktu adalah uang” ini.</p>
<p>Tradisi ini masih lestari di Bali, diwariskan dari generasi ke generasi, dan saya pribadi sangat berharap akan tetap diteruskan oleh anak cucu kita kelak. Bali patut bersyukur punya hari Nyepi, yang berpotensi bisa <a href="http://www.worldsilentday.org/" target="_blank"><span style="color: #008000;">menginspirasikan dunia untuk mengadakan gerakan sejenis</span> </a>demi cinta kita terhadap semesta.</p>
<p>Ini lagu baru tentang Nyepi dari band sahabat saya, <a href="http://www.facebook.com/Kaimsasikun.11" target="_blank"><span style="color: #008000;">Kaimsasikun</span></a>. Sebuah band asal Bali. Saya dan Ian (vokalis/gitaris Kaimsasikun) dulu sering melewati Nyepi bersama. Tahun ini mereka berkumpul di Jakarta untuk rekaman, tapi tetap merayakan Nyepi dengan cara mereka. Lagu ini patut disimak dan direnungkan.<em> Enjoy:</em><br />
<iframe src="http://www.youtube.com/embed/FsMrrLnFKNk" frameborder="0" width="600" height="335"></iframe></p>
<p><strong>Salam damai dan selamat tahun baru Caka 1934!</strong></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/230312-nyepi-bali-silent-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak sesat</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/anak-sesat/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/anak-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 17:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Errick Irwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Main Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[comic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akarumput.com/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[Energi masa depan<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Energy-Masa-Depan.jpg"><img title="Energy Masa Depan" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/10/Energy-Masa-Depan.jpg" alt="" width="600" height="845" /></a></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/anak-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mandiri energi di Amerta Nadi</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/being-energy-independent-in-amerta-nadi/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/being-energy-independent-in-amerta-nadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 05:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alfred Pasifico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Amerta Nadi]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[Hivos]]></category>
		<category><![CDATA[Payangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rc.akarumput.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Murah, irit, lebih sehat, dan bersih. Masyarakat Banjar Penyabangan sudah menarik manfaat dari pengolahan kotoran menjadi biogas..... <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Murah, irit, lebih sehat, dan bersih. Masyarakat Banjar Penyabangan sudah menarik manfaat dari pengolahan kotoran menjadi biogas.</strong><em><br />
</em></p>
<p>Udara sejuk siang hari membelai kulit saat memasuki Banjar Penyabangan, Payangan, Kabupaten Gianyar. Rimbun pepohonan, padi hijau dan gemericik air di selokan. Sebuah papan kecil bertuliskan Koperasi Tani (Koptan) Amerta Nadi terpampang di pinggir Jalan Raya Kintamani – Payangan.</p>
<div id="attachment_467" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/biogas-amerta-nadi-village.jpg"><img class="size-full wp-image-467" title="Desa Amerta Nadi" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/biogas-amerta-nadi-village.jpg" alt="Desa Amerta Nadi" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Desa Amerta Nadi</p></div>
<p>Ada semangat besar memperjuangkan nasib kaum tani di balik kesederhanaan penampilan fisik Koperasi Amerta Nadi. Cita-cita menuju kemandirian energi bukan isapan jempol belaka. Belum lama, wilyah Banjar Penyabangan dijadikan daerah percontohan pemanfaatan biogas rumah (Biru). Program Biru dikelola oleh <strong><span style="color: #008000;"><a title="Hivos" href="http://www.hivos.nl/english" target="_blank"><span style="color: #008000;">Hivos</span></a></span></strong> atas dukungan Pemerintah Belanda.</p>
<p>Koptan Amerta Nadi ikut berperan dalam menyukseskan program ramah lingkungan ini. Bagi keluarga yang ingin memiliki biogas akan diberikan subsidi Rp2 juta per unit dari Biru. Sedangkan total dana yang diperlukan untuk membangun reaktor dan instalasi biogas setidaknya menghabiskan Rp6 juta per unit.</p>
<p>“Bagi keluarga yang tak memiliki uang untuk menambah biaya pembangunan infrastruktur biogas, tak usah khawatir. Saat ini koperasi dapat memberikan pinjaman kredit,” kata Nyoman Suardana, Manager Umum Koptan Amerta Nadi.</p>
<p>Saat ini sudah ada tujuh keluarga yang mendapat kucuran kredit dari Koptan Amerta Nadi untuk membangun reaktor biogas. Menurut Suardana, sementara ini, Koptan masih bisa menyediakan dana yang dibutuhkan oleh warga yang hendak memiliki biogas. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan, Suardana khawatir , koperasi tak bisa memenuhi semua permintaan.</p>
<p>“Kami berharap ada lembaga keuangan ataupun pihak-pihak yang bisa dijadikan rekanan untuk membantu menyediakan dana kredit bagi masyarakat yang ingin memiliki biogas,” tutur Suardana.</p>
<p>Suardana sangat yakin dengan prospek pembiayaan biogas ini. Menurutnya, masyarakat telah merasakan manfaat biogas. Permintaan kini telah meluas bahkan datang dari desa tetangga. “Kebutuhan bahan bakar untuk memasak tak perlu repot-repot lagi mencari kayu bakar atau membeli gas yang dijual di pasaran. Selain itu faktor kesehatan dan keselamatan terjamin serta ramah lingkungan,” kata Suardana.</p>
<p>Ni Nyoman Ramiati, Biogas Promotion Officer Biru Provinsi Bali, menjelaskan biogas difermentasi dari bahan-bahan organik yakni kotoran manusia dan hewan, serta limbah domestik (rumah tangga). Ramiati yang kerap disapa Mangming mengatakan kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.</p>
<p>Dia menjelaskan, biogas memiliki keunggulan nyata, yakni lebih murah, irit, hemat tenaga, lebih sehat, bersih dan modern. “Biogas dapat digunakan untuk bahan bakar memasak, penerangan dan ampas biogas bisa dijadikan pupuk organik,” kata dia.</p>
<p>Mangming dan Suardana mengajak melihat salah satu reaktor biogas milik warga yang dibiayai oleh Koptan Amerta Nadi. Reaktor biogas milik Wayan Ranti tersebut memiliki daya tampung 10 kubik bahan biogas dari kotoran ternak.</p>
<p>Sistem kerja reaktor biogas sangat sederhana. Di dekat kadang sapi terdapat bak penampung kotoran sapi. Sebelum disalurkan ke tangki reaktor melalui pipa, kotoran sapi tersebut dicampur dengan air dalam perbandingan seimbang (1:1), dengan menggunakan mixer. Biogas yang menggunakan kotoran babi tak perlu menggunakan mixer.</p>
<div id="attachment_468" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/biogas-cow-manure.jpg"><img class="size-full wp-image-468" title="cow shed biogas system" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/biogas-cow-manure.jpg" alt="cow shed biogas system" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">cow shed biogas system</p></div>
<p>Bagian atas rekator berbentuk kubah untuk memberikan ruang reaksi terciptanya biogas. Di atas kubah dipasang pipa yang dilengkapi dengan katup gas. Pipa tersebut menyuplai gas menuju alat kompor gas di dapur. Setiap hari setidaknya diperlukan 30 kg kotoran ternak (sapi atau babi) ditambahkan ke dalam reaktor untuk mencukupi kebutuhan harian biogas rumah tangga.</p>
<p>Wayan Ranti, pemilik rumah yang kami kunjungi tiba-tiba muncul dari kebun dekat rumahnya. Ia menjinjing sebuh keranjang berisi buah jeruk segar. “Jeruk ini ditanam dan dirawat dengan bahan organik, menggunakan pupuk dari ampas biogas,” ucap Wayan dengan wajah sumringah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kredit Tani</strong></p>
<p>Sebelum mengerjakan program kemandirian energi, Koptan Amerta Nadi bergerak di urusan pangan. Koperasi merealisasikannya dalam bentuk pengucuran kredit bagi petani yang mengalami kesulitan modal untuk menggarap lahan.</p>
<p>“Setiap musim tanam tiba, petani selalu dihadapkan pada persoalan yang sama, yakni kesulitan modal untuk menggarap lahan. Inilah yang melatarbelakangi pendirian koperasi ini,” kata Suardana.</p>
<p>Suardana mengatakan seluruh anggota yang berjumlah 98 orang saat ini berasal dari satu kelompok irigasi tradisional Bali (Subak) Amerta Nadi. “Sejak awal, koperasi ini dibangun dengan semangat kolektif,” kata dia.</p>
<p>Selain memberikan kredit untuk penggarapan lahan pertanian, Koptan Amerta Nadi juga memberikan kredit untuk membantu biaya upacara adat. Penyelenggaraan upacara adat kadang menjadi kebutuhan yang tak terduga dalam keluarga. “Dana yang tersedia kadang belum mencukupi. Untuk membantu keluarga yang menyelenggarakan hajatan, Koperasi memberikan pinjaman kredit untuk menambah kekurangan dana,” ungkap Suardana.</p>
<p>Usaha lain yang dilakukan oleh Koptan Amerta Nadi adalah melakukan pembelian hasil pertanian. Saat ini Koptan membeli gabah kering dari petani dengan harga 3.500 per kg. Sedangkan jagung dibeli dengan harga Rp3.000 per kg.</p>
<p>Padi yang telah digiling menjadi beras dijual dengan harga Rp6.500 per kg. Koperasi baru bisa menampung 25 ton gabah kering setiap musim panen yang berkisar pada bulan Januari dan Bulan Agustus.</p>
<p>Proses penggilingan dilakukan di mesin penggilingan padi milik koperasi. Mesin penggiling dan gudang penampungan hasil pertanian terletak tak jauh dari kantor koperasi. Mesin tersebut memiliki kapasitas produksi beras hingga 3,5 ton per hari.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/being-energy-independent-in-amerta-nadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
