<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akarumput &#187; Kayti Denham</title>
	<atom:link href="http://akarumput.com/author/kayti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akarumput.com</link>
	<description>An earth walker&#039;s guide to growing wild</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2016 02:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Green washing</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/green-washing/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/green-washing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 18:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kayti Denham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[laundry]]></category>
		<category><![CDATA[lerek]]></category>
		<category><![CDATA[natural soap]]></category>
		<category><![CDATA[soap nuts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rc.akarumput.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Kesadaran mengenai lingkungan semakin meningkat. Cinta Alam Organic Laundry siap “menghijaukan” pakaianmu. <p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kesadaran mengenai lingkungan semakin meningkat. Cinta Alam Organic Laundry siap “menghijaukan” pakaianmu.</strong></p>
<p>Saya tidak sengaja menjatuhkan saus salad pada baju dan rok saya. Saus berbahan campuran minyak dan cuka yang berwarna gelap membuat baju putih dan rok krem saya ternoda parah. Saya membawa keduanya ke Cinta Alam Organic Laundry di Sanur.</p>
<p>Saat memberikan dua pakaian kotor itu dan bertanya apakah nodanya bisa hilang, saya merasa seperti bintang dalam iklan sabun cuci di TV. Tentunya, beda dengan iklan sabun cuci, jam dinding tidak tiba-tiba maju ke hari berikutnya. Esoknya, saya menerima paket bungkusan kertas coklat yang berisikan pakaian wangi (saya memilih wangi cempaka) yang telah disetrika dan tidak menyisakan sedikit pun noda.</p>
<div id="attachment_416" class="wp-caption aligncenter" style="width: 730px"><a href="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/010_GreenWashing_pic.jpg"><img class="size-full wp-image-416" title="Cinta Alam Organic Laundry" src="http://akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/010_GreenWashing_pic.jpg" alt="Cinta Alam Organic Laundry" width="720" height="477" /></a><p class="wp-caption-text">Cinta Alam Organic Laundry</p></div>
<p>Laundry Cinta Alam menggunakan bahan sabun alami yaitu buah lerek (<em>Arborio sapindus</em>)<em>. </em>Buah ini umum digunakan di Indonesia sebelum revolusi kimia tahun 1960-an, sebelum tren jual tanah di Bali. Saya pernah mendengar dari teman-teman di Amerika Serikat, biji lerek diimpor dari Indonesia dengan harga tinggi sebagai pengganti alami untuk sabun cuci. Namun, di Indonesia, semakin sulit menemukan buah lerek. Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, pengunaan buah lerek mulai dilirik kembali.</p>
<p>Ibu Wayan, pemilik Cinta Alam berasal dari Payangan, Ubud. Dia dan suaminya, Tomas yang berkebangsaan Finlandia, ingin mendirikan perusahaan yang bisa memelihara idealisme mereka tentang pelestarian lingkungan dan dukungan bagi masyarakat setempat. Setelah riset mendalam, mereka memutuskan untuk mendirikan laundry.</p>
<p>Cinta Alam menyediakan layanan <em>laundry</em> sebagaimana umumnya jasa sejenis, namun dengan beberapa keistimewaan; sabun cuci yang digunakan 100 persen alami. Untuk menghilangkan noda mereka memanfaatkan garam khusus, dan pewangi pakaian terbuat dari beragam minyak sari (<em>essential oil</em>) sesuai pilihan konsumen. Cucian yang sudah bersih dikemas dalam kertas cokelat untuk menghindari penggunaan plastik.</p>
<p>Mencuci dengan bahan alami lebih sehat bagi tubuh. Deterjen umumnya terasa hangat di kulit saat tercampur air. Deterjen juga mengandung bahan pemutih serta penguat warna yang bisa mengakibatkan gangguan kulit, walaupun telah dibilas dengan baik. Selain itu, aroma pemutih sering mengganggu dan menempel lama pada seprai dan handuk, walaupun telah ditambah pewangi.</p>
<p>Cinta Alam menerima jasa mencuci dari seprai, handuk, selimut hingga pakaian halus yang harus dicuci dengan tangan. Mereka bahkan dapat mencuci boneka. Harga jasa dihitung berdasarkan berat atau jumlah pakaian.</p>
<p>Mereka mencuci, mengeringkan, dan menyetrika pakaian dengan hati-hati. Bagi pelanggan di daerah Sanur, mereka menyediakan layanan antar-jemput tanpa biaya tambahan. Harga layanannya pun terbilang berani bersaing dengan <em>laundry</em> lainnya. Ibu Wayan bercita-cita untuk bisa meluaskan pasar mereka dengan membuka cabang di tempat lain di Bali.</p>
<p>Pelanggan Cinta Alam adalah mereka yang punya kegelisahan akan dampak limbah manusia sehari-hari di Bali. Cinta Alam menyediakan solusi alami untuk semua masalah tersebut, dan menguntungkan semuanya – pegawai <em>laundry</em>, pelanggan, dan bumi kita.</p>
<p>Tetapi, apakah cara mencuci alami ini akan membuat cucianmu sebersih biasanya? Apakah seprai menjadi putih benar dan warna kain menjadi tetap terang? Setelah saya mencoba sendiri layanan <em>laundry</em> ini, dengan bahagia saya katakan, tidak ada kompromi antara menjadi bersih dan ramah lingkungan.</p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<div><em>Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris di <a href="http://www.hellobalimagazine.com" target="_blank">Hello Bali Magazine</a>, edisi Juni 2011 </em></div>
</div>
</div>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/green-washing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewi karang di dasar laut Pemuteran</title>
		<link>http://akarumput.com/environment/the-coral-goddess-of-pemuteran/</link>
		<comments>http://akarumput.com/environment/the-coral-goddess-of-pemuteran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 13:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kayti Denham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Responsible Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Buleleng]]></category>
		<category><![CDATA[coral reefs]]></category>
		<category><![CDATA[Eco-tourism]]></category>
		<category><![CDATA[eko-wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Karang Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuteran]]></category>
		<category><![CDATA[responsible travel]]></category>
		<category><![CDATA[taman sari]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu karang]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rc.akarumput.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Di dasar laut pesisir Bali Utara ada dewi jelita yang duduk dalam damai di taman hijau dan biru. Ikan dan tumbuhan laut berlindung mengelilinginya, dan secara pelan, dengan bantuan Dewi ini, terumbu karang yang telah hilang dari ekosistem tersebut kini menikmati proses bangkit kembali...<p></p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://rc.akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/coral-pic.jpg"><img class="aligncenter" title="coral-pic" src="http://rc.akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/coral-pic.jpg" alt="" width="520" height="390" /></a></p>
<p>Di dasar laut pesisir Bali Utara ada dewi jelita yang duduk dalam damai di taman hijau dan biru. Ikan dan tumbuhan laut berlindung mengelilinginya, dan secara pelan, dengan bantuan Dewi ini, terumbu karang yang telah hilang dari ekosistem tersebut kini menikmati proses bangkit kembali sebagai elemen yang vital kehidupan bawah laut.</p>
<p>Akibat pengaruh krisis ekonomi dan ancaman kemiskinan telah memaksa masyarakat nelayan Pemuteran untuk menghancurkan terumbu karang di wilayah Barat-laut Bali. Nelayan menggunakan dinamit dan racun sianida untuk menangkap ikan yang akan dijual. Mereka melakukan praktik destruktif ini tanpa pengetahuan resikonya dapat menghancurkan dan membahayakan terumbu karang. Industri nelayan kecil ini bersaing dengan nelayan dari Jawa, pulau tetangga.</p>
<p>Saat suhu laut meningkat akibat pengaruh perubahan iklim, termasuk pengaruh <em>El Nino </em>tahun 1998, terumbu karang yang kritis menjadi semakin hancur dan mati. Lima belas tahun yang lalu kehidupan laut di daerah ini hampir punah, dan seluruh pesisir Utara terancam kepunahan terumbu karang.</p>
<p>Demi masa depan keanekaragaman hayati dan eksplorasi ilmiah, Yayasan Karang Lestari menjalankan Proyek Terumbu Karang Buatan untuk melestarikan lingkungan bawah laut di Pemuteran. Proyek Karang Lestari dimulai bulan Juni 2000 melalui inisiatif dari Yos Amerta, Dr. Tomas Goreau dan Profesor Hilbertz. Struktur terumbu karang pertama dipasang tahun 2000, dan sejak itu, proyek ini telah memperoleh dukungan dari pemilik Taman Sari Resort. Sekarang proyek ini semakin mekar, berkat dukungan dari tim penyelam, desainer, dan masyarakat setempat.</p>
<p>Pelestarian terumbu karang menggunakan proses <em>Biorock</em>, yang memungkinkan terumbu karang bertahan hidup dan pulih dari kerusakannya. Aliran listrik disalurkan melalui rangka besi, yang mendorong pengumpulan batu kapur. Batu kapur berperan mendorong pertumbuhan terumbu karang.</p>
<p>Terumbu karang yang dibangun menggunakan proses <em>Biorock</em>, kini telah tumbuh dengan sukses di wilayah negara Maladewa dan Papua Nugini. Yayasan Karang Lestari bersama The Marine Foundation menjalankan proyek terbaru bernama Dewi Terumbu Karang, atau <em>Coral Goddess</em>. Proyek ini memanfaatkan panel solar sebagai sumber energi yang diperlukan untuk menghidupi struktur yang mendorong pertumbuhan terumbu karang.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://rc.akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/Best-Batfish+Goddess.jpg"><img title="Best-Batfish+Goddess" src="http://rc.akarumput.com/wp-content/uploads/2011/09/Best-Batfish+Goddess.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">dewi karang</p></div>
<p>Dengan adanya program ini mendorong jumlah kunjungan wisatawan yang ingin melihat Dewi Terumbu Karang dan taman yang mengelilinginya. Kontribusi positif dari pertumbuhan terumbu karang di daerah ini membuka potensi eko-wisata dan wisata pendidikan.</p>
<p>Baru-baru ini, 30 siswa Bali International School mengunjungi Dewi Karang dan Pusat Pendidikan Bio Rock (<em>Bio Rock Education Centre</em>) dan bertemu dengan Rani, Celia dan Komang, koordinator proyek tersebut. Para siswa dikenalkan prinsip dasar lingkungan bawah laut, sekalian menikmati keindahan laut. Beberapa murid memilih untuk berenang dan <em>snorkeling</em> mengunjungi sang Dewi, murid lainnya menumpang di kapal berlantai kaca tembus pandang. Pariwisata seperti ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Pemuteran, yang juga bisa berbangga dengan kontribusi mereka terhadap Proyek Karang Lestari.</p>
<p>Taman Sari, The Marine Foundation dan Karang Lestari melayani diskusi pendidikan dan presentasi multi-media tentang kegiatan mereka. Selain itu, mereka juga dapat menciptakan struktur terumbu karang pesanan pribadi atau kelompok untuk mendorong pertumbuhan terumbu karang yang lebih banyak.</p>
<p>Dengan meningkatkan pertumbuhan terumbu karang kehidupan di bawah laut mulai kembali menjadi seimbang. Masyarakat Desa Pemuteran kini lebih memiliki apresiasi mendalam mengenai lingkungan hidup dan semangat untuk melestarikannya untuk mereka dan generasi mendatang. Mereka juga bisa memanen hasil laut dengan cara yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akarumput.com/environment/the-coral-goddess-of-pemuteran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
